Gedung Putih Mendukung Teori Kebocoran Lab COVID-19 #lableak #covid19

NTD Indonesia
799 pengikut
65 Tayangan video·23 Apr 2025
Gedung Putih sekarang mendukung pernyataan bahwa COVID-19 berasal dari kebocoran lab, membuat AS sebagai pemerintahan pertama yang mendukung teori sumber pandemi tersebut. Laboratorium yang dimaksud, adalah lab milik pemerintah China bernama Institut Virologi Wuhan.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
------
NTD Indonesia di Ganjing World ☛ https://www.ganjingworld.com/s/NK2eJa2ngq
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
NTD Indonesia di Instagram ☛ https://www.instagram.com/ntdnewsindonesia/
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
Gedung Putih sekarang mendukung pernyataan bahwa COVID-19 berasal dari kebocoran lab.
Membuat AS sebagai pemerintahan pertama yang mendukung teori sumber pandemi tersebut.
Laboratorium yang dimaksud adalah lab milik pemerintahan China bernama Institut Virologi Wuhan.
Website menuliskan lima alasan mengapa mereka percaya akan teori kebocoran lab.
Pertama, virus memiliki pesan biologis yang tidak ditemukan di alam.
Kedua, data menunjukkan bahwa semua kasus COVID-19 berasal dari satu kasus penularan ke manusia
tanpa kejadian lain antar spesies.
Ini berbeda dengan pandemi-pandemi sebelumnya.
Ketiga, menengok ke lab Wuhan, kota di mana laboratorium berlokasi,
juga adalah kota di mana kasus COVID-19 pertama ditemukan.
Laboratorium mengerjakan sesuatu yang dinamakan Reset Gain of Function yang sangat kontroversial
karena dapat mengubah sebuah patogen menjadi lebih menular ke manusia.
Selain itu, pemerintah AS telah mengkritik lab Wuhan karena standar keamanan biologinya yang rendah.
Keempat, para peneliti yang bekerja di lab Wuhan jatuh sakit dengan gejala mirip COVID pada musim gugur 2019.
Saudara dari salah satu peneliti lab yang jatuh sakit meninggal November itu.
Satu bulan kemudian, COVID-19 ditemukan di pasar basah kota itu yang hanya berjarak sekitar 12 km dari lab Wuhan.
Yang terakhir, website Gedung Putih berargumen bahwa jika ada bukti bahwa virus itu berasal dari sumber alam,
tentu hal itu sudah akan ditemukan, tetapi hingga kini belum ada.
China telah menghalang-halangi penyelidikan asal-usul COVID-19
dan menolak untuk memberikan informasi dari lab itu ke publik.
Pada 2023, mantan direktur CDC China, Gao Fu, menolak untuk mencoret kemungkinan teori kebocoran lab dan bahkan menyebut teori itu logis.
Direktur CIA yang baru John Ratcliffe membuka penilaian federal pada asal-usul COVID-19 beberapa hari setelah ia menjabat.
Penilaian itu diluncurkan oleh mantan penasehat keamanan nasional AS, Jack Sullivan, yang juga mendukung teori kebocoran lab.
