Total Tarif AS ke China Kini Capai 145% #perangdagang #trump

NTD Indonesia
799 pengikut
74 Tayangan video·11 Apr 2025
Gedung putih mengklarifikasi ketegangan perdagangan antara AS dan China, bahwa per hari ini, total tarif pada barang-barang China mencapai angka 145%. Gedung putih mengatakan bahwa angka itu terdiri dari 125% kenaikan baru-baru ini, akibat pembalasan tarif Beijing. Angka 145% mencakup tarif 20% yang dikenakan pada produk China awal tahun.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
------
NTD Indonesia di Ganjing World ☛
https://www.ganjingworld.com/channel/u7SnRLmAnT8ee
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
Gedung Putih mengklarifikasi ketegangan perdagangan antara AS dan China,
bahwa per hari ini, total tarif pada barang-barang China mencapai angka 145 persen.
Gedung Putih mengatakan bahwa angka itu terdiri dari 125 persen kenaikan baru-baru ini
akibat pembalasan tarif Beijing.
Angka 145 persen mencakup tarif 20 persen yang dikenakan pada produk China awal tahun.
Langkah ini diambil sebagai respon dari peran China
Sebagai perbandingan, Trump menangguhkan tarif selama 90 hari
bagi hampir semua partner dagang hadirabu.
Bagi negara-negara yang tidak membalas dan mau bernegosiasi,
tarif akan turun ke tarif dasar sebesar 10 persen.
Pengecualian adalah untuk Meksiko dan Kanada yang masih menghadapi 25 persen tarif.
Tetapi barang-barang yang tercakup dalam perjanjian USMCA
masih bisa memasuki AS bebas bea,
kecuali tarif untuk beberapa sektor spesifik yang dikenai Trump.
Pada hari Kamis, China berkata pintunya masih terbuka untuk berbicara,
tetapi menambahkan bahwa Beijing akan tetap pada pendiriannya hingga akhir.
Saat ini, perang dagang antara AS dan China mungkin akan melampaui tarif.
Dalam mewawancara dengan Fox News,
Menteri Keuangan Scott Besson tidak mencoret kemungkinan menghapus saham China.
Seberapa jauh Anda mau mengambil resiko perang lunak dengan China ini?
Ada saham China di bursa saham AS.
Investor AS membeli saham-saham itu menolong China mendanai militernya.
Hadapi saja.
Maukah Anda mengambil langkah seperti menghapus saham China dari bursa saham AS?
Ya, Maria, saya pikir itu mungkin saja.
Kita bicara ekspor modal, pengendalian modal,
seperti yang Anda katakan, daftar hitam barang-barang,
misalnya dana pensiun, asuransi,
hal-hal yang tidak boleh diinvestasikan untuk mendanai mesin militer China.
Tapi itu adalah keputusan Presiden Trump.
Menurut data pemerintahan AS,
hampir 300 perusahaan China terdaftar di AS.
Dan dikombinasikan, mereka bernilai lebih dari 1 triliun dolar.
Telah menjadi kekhawatiran bahwa investasi AS akan berakhir menolong militer China
atau menjadi alat mata-mata dan sensor Beijing.
Semua itu adalah berlawanan dengan kepentingan nasional AS.
Tetapi menghapus saham China akan memperburuk ketegangan antara dua super power ini.
Namun Presiden Trump familiar dengan taktik ini.
Tahun 2021, ia menandatangani perintah eksekutif
mendesak bursa saham New York untuk menghapus saham tiga entitas negara China,
China Telecom, China Mobile, dan China Unicom,
atas kekhawatiran kaitan mereka dengan militer partai komunis China.
Tetapi AS tidak pernah menghapus seluruh saham dari satu negara.
Masa depan saham-saham ini masih tidak diketahui.
Tetapi Besem berkata, Kementerian Keuangan membatasi ekspor barang terkait keamanan yang bernilai tinggi ke China.
