Para Capres Di bawah Bayang-Bayang China

Para Capres Di bawah Bayang-Bayang China

F
Fakta & Makna
179 Tayangan video·29 Des 2023  #pemilu #pilpres #indonesia

Dalam rapat dengan Komisi III DPR di Senayan Jakarta pada 15 November 2023 lalu tentang pengamanan Pemilu 2024, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Mohammad Fadil Imran menyebut ada potensi kerawanan operasi intelijen asing pada Pemilihan Umum 2024. Alasannya, Pemilu 2024 di Indonesia saat ini sedang menjadi sorotan dunia internasional, mengingat posisi strategis Indonesia di bidang ekonomi dan geopolitik global yang sangat diperhitungkan. Selain itu, pihak asing tertentu yang memiliki niat tidak baik, akan berupaya melakukan gangguan terhadap penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024. Mereka menginginkan capres dan cawapres terpilih nantinya sesuai dengan kepentingannya.

Bentuk kegiatan operasi intelijen asing di Indonesia, yang dimaksud Kabarharkam Polri, antara lain bisa berupa memberikan bantuan dana secara klandestin terhadap koalisi capres dan cawapres tertentu dan kelompok masyarakat sipil dan LSM melakukan penetrasi terhadap sistem IT KPU, pemberitaan di media internasional untuk dijadikan bahan propaganda di Indonesia, dan aksi sabotase dalam berbagai bentuk. Kita tidak tahu siapa negara asing yang dimaksud oleh Kabarharkam Polri tersebut. Bisa jadi Amerika Serikat atau China, karena dua negara ini sedang bersaing untuk menguasai dunia, dan memiliki kepentingan yang besar di Indonesia.

Belakangan ini peran Amerika di geopolitik global secara perlahan tapi pasti sudah digeser oleh China khususnya di kawasan Asia Pasifik yang terhubung dengan Belt & Road Initiative gagasan Presiden Xi Jinping. Proyek BRI ini terdiri dari Jalur Sutra Ekonomi yang merupakan lintas benua yang menghubungkan Tiongkok dengan Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah, Rusia dan Eropa melalui darat. Selain itu, ada Jalur Sutra Maritim abad ke-21 yang menghubungkan pesisir Tiongkok dengan Asia Tenggara dan Selatan, Pasifik Selatan, Timur Tengah dan Afrika Timur, hingga Eropa.

Wajar saja jika kita mengatakan China adalah salah satu negara besar yang juga memiliki kepentingan strategis terhadap Indonesia dan suksesi kepemimpinan di negeri kita. Sebab Indonesia sudah lama menjadi bagian dari Belt & Road Initiative, selain itu utang dan investasi China disini sudah cukup besar jumlahnya. Meski seringkali menekankan komitmennya untuk tidak turut campur dalam urusan internal negara-negara lain, menurut Ketua Forum Sinologi Indonesia Johanes Herlijanto, China sebenarnya tetap melakukan berbagai upaya untuk menanamkan pengaruhnya dalam masyarakat, dan bahkan politik, di berbagai negara di Asia, Eropa, dan bahkan Amerika Utara. Dari mulai menggunakan soft power lewat beasiswa dan budaya, sampai hard power dengan sering berpatroli di wilayah zona ekonomi kita di pulau Natuna Utara.

Apakah ada negara lain yang akan ikut campur dalam Pemilu dan Pilpres Indonesia 2024 mendatang? Negara mana sajakah? Siapa saja capres yang lebih condong ke negara asing yang kemungkinan akan ikut campur dalam Pilpres mendatang?

Mari temukan jawabannya dalam Fakta & Makna episode kali ini, bersama Fajar Praktikto!

#pemilu #pilpres #indonesia #china #amerika #singapura #presiden #prabowo #ganjarpranowo #aniesbaswedan