
Menyandera Justru Dipuja (Sindrom Stockholm)
Pasca gencatan senjata selama 7 hari antara Hamas dan Israel kedua belah kubu yang bersiteru kembali berbalas rudal. Dan korban sipil di kedua belah pihak kembali berjatuhan. Tapi perang kali ini sejatinya bukan hanya perang militer tapi juga perang di lini yang lain. Seperti perang informasi dan disinformasi, yang target utamanya adalah perang merebutkan ‘hati dan pikiran’ publik dunia. Kedua belah pihak yang berseteru berusaha memenangkan dukungan, simpati, empati dari publik.
Awal mula ketika Hamas menginvasi Israel pada 7 Oktober, narasi yang beredar terutama di media meanstream barat adalah ini adalah tindakan terorisme keji sekelas ISIS. Hamas teroris. Membunuh 1400 warga sipil tak bersenjata. Dan itu menjadi alasan kuat bagi Isreal untuk melakukan aksi yang dinamakan membela diri. Yang ujung-ujungnya sangat keterlaluan, di mana lebih dari 10 kali lipat korban sipil di Gaza di mana yang terbanyak adalah wanita dan anak-anak. Kesan yang muncul akhirya adalah pembantaian Hamas dibalas dengan ‘genocida’ di jalur Gaza. Sementara Hamas dituduh menjadikan warga sipil sebagai tameng manusia. Berjilid-jilid aksi pro Gaza menyeruak di seluruh dunia. Demikian juga sebaliknya. Antisemitis (anti yahudi) dan Islamphobia meningkat di berbagai belahan dunia.
Hari ke-47, gencatan senjata antara dua belah kubu terjadi untuk pertukaran tawanan. 50 tahanan Israel ditukar dengan 150-an tahanan Palestina. Selain tidak imbang dari segi jumlah, tapi ada yang unik dari drama pertukaran tawanan yaitu perang hati dan pikiran tetap berlangsung. Hamas memperlakukan tahanan dengan baik, dan ada momen kemesraan dan keakraban antara sandra dan penyandera. Sebaliknya Justru Israel dikabarkan memperlakukan tahanan kurang baik, seperti yang diungkap oleh para tahanan Palestina.
Kita akan membahas tentang fenomena dimana sandera malah bersimpati bahkan memuja si penyandera yang fenomenanya kita lihat dalam drama pertukaran tahanan Israel- Palestina. Suatu fenomena yang dikenal sebagai Sindrom Stockholm.
Apakah Sindrom Stockholm itu? Bagaimana istilah ini muncul pada awalnya? Seperti apa kondisi psikologis orang yang mengalami sindrom tersebut? Dan apakah Sindrom Stockholm ini 'berguna' sebagai alat perang?
Mari temukan jawabannya dalam Fakta & Makna episode kali ini, bersama Wan Jaya!
#stockholmsyndrome #sindromstockholm #hamas #israel #palestina #perang #konflik #sengketa #amerika #timurtengah #psikologi
