Surat Tangisan Meminta Bantuan dari Batu Nisan!

The Truth Media
770 pengikut
1 Tayangan video·25 Feb 2019
Sebuah surat SOS disembunyikan di dalam mainan batu nisan.
Bagaimana surat itu bisa melintasi lautan dan mencapai ke negara asing? Ini adalah sebuah kisah nyata dan mengharukan!
Seorang wanita dari Oregon, Julie Kate,
membuka sebuah mainan Halloween pada tahun 2012.
Ia menemukan sepucuk surat SOS terselip di mainan batu nisan.
Surat itu berasal dari Kem Kerja Paksa Masanjia di Sinyang, Tiongkok.
Surat itu mengungkapkan ada banyak praktisi Falun Gong yang berada di Kem Kerja Paksa Masanjia.
Mereka disiksa secara brutal dan juga mengalami kerja paksa berjam-jam.
Laporan Oregon mempublikasikan insiden ini pada 23 Desember 2012.
Julie juga mempublikasikan surat tersebut di akun Facebook-nya.
Hal ini menarik perhatian dari media arus utama di seluruh dunia
dan juga membangkitkan keprihatinan masyarakat secara luas.
Surat yang berbahasa Inggris bercampur dengan beberapa kata Mandarin menuliskan permohonan.
Jika Anda membeli produk ini, tolong sampaikan surat ini ke BBB.
Ribuan orang yang dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok PKT
akan selamanya berterima kasih kepada Anda dan mengingat Anda.
Mainan batu nisan dibuat di Kem Kerja Paksa Masanjia.
Orang-orang yang ditahan di sana bekerja 15 jam lebih sehari.
Tidak ada libur akhir pekan ataupun libur lainnya.
Mereka dapat disiksa kapan saja dan mereka tidak diberikan kompensasi atas kerja mereka.
Sebagian besar tahanan adalah praktisi Falun Gong.
Mereka bahkan lebih menderita daripada tahanan lain.
Cao Su Huan, seorang praktisi Falun Gong yang berhasil selamat dari Masanjia
dan sekarang tinggal di New York,
membenarkan adanya penggunaan ilegal kerja paksa di Kem.
Ia juga mengungkapkan bahwa setiap orang dipaksa bekerja tidak memandang usia.
Mulai dari yang tua berusia 70 tahun sampai yang muda berusia 10 tahun,
tidak ada pengecualian.
Praktisi Falun Gong tidak hanya diberi kerja paksa,
mereka juga disiksa secara brutal.
Jika mereka menolak kerja paksa,
Para penjahat ditahanan memukul dan menusuk paha bagian dalamnya sampai berdarah dan bernanah.
Kemudian, mereka menendang bagian yang luka dengan ujung sepatu yang tajam untuk menambah rasa sakit.
Ia dilarang tidur serama berhari-hari dan mengurungnya di kamar mandi.
Ia dipukuli dengan kejam hingga wajahnya menjadi hitam dan biru serta bengkak.
Serangan seksual yang tak terbayangkan dan tercelah terjadi pada Oktober tahun 2000
di Kem Kerja Paksa Masanjia yang mengguncang dunia.
18 praktisi Falun Gong wanita ditelanjangi dan didorong masuk ke dalam sel pria oleh penjaga tahanan.
Seorang praktisi wanita Falun Gong yang belum menikah menjadi hamil akibat peristiwa tersebut.
Ia tidak pernah pulih, masih dalam keadaan psikotis dan mengikau.
19 tahun telah berlalu sejak Partai Komunis Tiongkok memulai penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong.
Praktisi Falun Gong masih mengalami penganiayaan di berbagai pusat tahanan,
kem kerja paksa, dan penjara.
