Memimpin Gerakan Anti Tuhan dan Mencaci Leluhur  | Tujuan Akhir dari Paham Komunis (16)

Memimpin Gerakan Anti Tuhan dan Mencaci Leluhur | Tujuan Akhir dari Paham Komunis (16)

The Truth Media
The Truth Media
5 Tayangan video·6 Mei 2020  #Tiongkok #Komunis #PKT

MEMIMPIN GERAKAN ANTI TUHAN DAN MENCACI LELUHUR | TUJUAN AKHIR DARI PAHAM KOMUNIS (16)
#Tiongkok #Komunis #PKT #KomunisTiongkok #PahamKomunis #TujuanPahamKomunis

Apa itu paham komunis? Apa tujuan terakhirnya? Mengapa bisa muncul partai komunis Tiongkok? Esensi dari ideologi komunisme ini apa? Mengapa Partai Komunis Anti Tuhan dan Mencaci maki leluhur? Serial Tujuan Terakhir dari Paham Komunis ini akan menjawab semua pertanyaan kita.

Video Tujuan Akhir Komunis:
BAGIAN 1: https://youtu.be/B6vt3L2HWec
BAGIAN 2: https://youtu.be/al8pLQysVdU
BAGIAN 3: https://youtu.be/ifaMAsllRy4
BAGIAN 4: https://youtu.be/CdZyPT4rIOo
BAGIAN 5: https://youtu.be/Of9xtugNTBw
BAGIAN 6: https://youtu.be/6AYWeuwHGWU
BAGIAN 7: https://youtu.be/AoqXIT1q4ZY
BAGIAN 8: https://youtu.be/gIltnmiJ6pk
BAGIAN 9: https://youtu.be/8ddgvwIDHNI
BAGIAN 10: https://youtu.be/H63M_hIt8mI
BAGIAN 11: https://youtu.be/rHbyC2U_TzU
BAGIAN 12: https://youtu.be/ubqKw43x2iU
BAGIAN 13: https://youtu.be/GCHlWuehSD4
BAGIAN 14: https://youtu.be/LfSehh_Hkeo
BAGIAN 15: https://youtu.be/0n4OD8ZEBjI
BAGIAN 16: https://youtu.be/IYZX3G0_VxM
BAGIAN 17: https://youtu.be/PhoH4qBWbnE
BAGIAN 18: https://youtu.be/_NCLLrF7xmU
BAGIAN 19: https://youtu.be/qw7LeQrqk1A
BAGIAN 20: https://youtu.be/2TkXmAXD0vE
BAGIAN 21: https://youtu.be/BLIuVMPSYDc

Partai Komunis Memimpin Gerakan Anti Tuhan dan Mencaci Leluhur

Paham komunis telah mempersolek iblis menjadi Tuhan, pada saat yang sama memfitnah Tuhan sebagai imajinasi ilusi. Ia tahu, asalkan manusia tidak percaya pada Tuhan dan menyangkal Tuhan, maka hati manusia barulah dapat memberikan ruang kepada iblis.

a. Gerakan Anti Tuhan
Bab 2 dari buku ini telah menjelaskan bahwa Karl Marx adalah penganut ajaran sesat dan memiliki pemikiran yang jahat. Lenin juga merupakan pengikut ajaran sesat, dia Anti Tuhan dan memuja kemusnahan. Saat umur 16, dia pernah membetot kalung salib dari lehernya, meludahi salib itu, lalu menginjaknya di bawah kaki.

Dia pernah berkata: “segala konsep agama, segala kepercayaan terhadap Tuhan, …...segala pemikiran terkait dengan Tuhan, semuanya adalah kekotoran yang paling memuakkan, membuat orang jijik.”

Sedangkan Stalin menggerakkan mesin negara, memanfaatkan kekuasaan negara untuk mempromosikan Ateisme, dengan kekerasan menganiaya kepercayaan agama lainnya, sehingga Ateisme yang bersifat ideologis berhasil didorong menjadi Ateisme negara yang kaesaropapis.
Stalin mengumumkan: “Siapa pun yang memanfaatkan prasangka religius dari massa untuk merongrong stabilitas negara, akan dihukum dengan pidana penjara minimal 3 tahun bahkan hukuman mati.” Bukharin, tokoh penting internal partai komunis Soviet pernah mendeskripsikan Stalin seperti ini: “Dia bukan manusia, tapi iblis.”

b. Gerakan Mencaci Leluhur dan Memfitnah Kebudayaan Tradisional

Dalam buku “Shi Jing - Bab Da Ya - Bagian Wen Wang” tertulis: “Jangan Lupa Dengan Leluhur, Lalu Kultivasikan Moral [De] Anda. Selamanya Turutilah Mandat Langit, Agar Diri Memperoleh Banyak Berkah.” (Ingatlah karunia dari leluhur anda, dengan rajin kultivasikan perilaku dan moral [De] diri sendiri. Selamanya menyesuaikan diri dengan Mandat Langit, dengan demikian barulah dapat memperoleh berkah berlimpah.)

Leluhur adalah asal usul kehidupan dari seorang manusia. Menghormati leluhur adalah persyaratan mendasar sebagai seorang manusia. Namun dalam Kebudayaan Tradisional Tiongkok “Menghormati Leluhur” dan “Laku Bakti [Xiao]” yang dianggap maha penting ini, sebenarnya memiliki sumber yang lebih mendalam dan alasan yang lebih penting.

Ditinjau dari sudut pandang akal sehat, mengutuk leluhur orang lain adalah penghinaan yang sangat besar terhadap diri pribadi mereka. “Menipu Guru Menghina Leluhur” dipandang sebagai tindakan khianat yang sangat biadab. PKT ingin memotong putus hubungan antara manusia dengan Tuhan beserta leluhurnya, maka harus memimpin gerakan mengutuk leluhur bangsa Tionghoa, memfitnah dan memusnahkan Kebudayaan Tradisional bangsa Tionghoa. PKT dan para sarjananya yang tidak tahu malu beranggapan, para Kaisar, jenderal, sarjana, dan wanita anggun dalam kisah Tiongkok kuno, “tidak ada satu pun yang baik”.

c. Korban Cuci Otak Menyerang Kebudayaan Tradisional

Setelah PKT merebut kekuasaan, dengan berkali-kali gerakan politiknya, seperti Hancurkan Empat Kuno & Pukul-Rusak-Rampok, segenap pencapaian peradaban umat manusia berhasil dihapus dengan stigma “Revisionisme Feodal-Kapitalis”. Orang suci dan pahlawan yang dimuliakan dalam sejarah 5000 tahun bangsa Tionghoa, semuanya dikritik PKT dengan metode “analisa kelas sosial”, dan mencapai puncaknya ketika Revolusi Kebudayaan.