Kisah sejarah: Mendapatkan Petunjuk Dewa dalam Mimpi, Chang Yuchun Memihak ke Ming Taizu

The Truth Media
771 pengikut
155 Tayangan video·14 Nov 2020
Facebook: https://www.facebook.com/truthmediaindo/videos/722690575015798/
Sebenarnya, di semua dinasti dalam sejarah, selama proses kebangkitan dan kemenangan, dalam proses bangkit dan menjadi negara banyak keajaiban semacam ini terjadi.
Kisah Sejarah Mendapatkan Petunjuk Dewa Dalam Mimpi
Zhang Yijun Memihak Keming Taichu
Zhang Yijun adalah jenderal terkenal dalam mendirikan dinasti Ming.
Ketika dia baru bergabung dengan Chu Yuanchang,
Chu Yuanchang sedang terjerumus dalam kepungan tentara Yuan.
Untuk mendapatkan inisiatif strategis menjebol blokade tentara Yuan,
Chu Yuanchang memutuskan memimpin pasukan turun ke selatan
berhadapan dengan angkatan laut pasukan Yuan di Chai Shiji.
Zhang Yijun dengan menaiki perahu ringan langsung menyerang formasi musuh.
Tidak ada yang bisa menghalangi.
Kemudian melompat ke Chai Shiji.
Menurut cerita, di luar dugaan kaki pertamanya yang menginjak tanah
telah meninggalkan bekas tapak kaki yang sangat dalam.
Chu Yuanchang mengambil kesempatan mengomando untuk membakar kapal,
menyerang dari kanan dan kiri,
dan akhirnya mendapat kemenangan besar.
Zhang Yijun sebenarnya mengikuti Chu Yuanchang bukan sejak awal.
Bagaimana ia bisa menjadi bawahan Chu Yuanchang merupakan sebuah kisah yang ajaib.
Cerita ini bersumber dari Jian, Sheng, Ye, Won, dan Mingzi.
Zhang Yijun saat muda keluarganya miskin.
Ia belajar ilmu silat dengan orang lain.
Setelah tumbuh dewasa, bertuku tinggi dan kekar,
dan lengannya berkekuatan luar biasa.
Dan teknik berkudanya juga hebat.
18 seni bela diri semuanya dikuasai dengan mahir.
Pada akhir dinasti Yuan, pemerintah kerajaan tak becus dan korup,
sehingga kehidupan rakyat sangat sengsara.
Palawan dari semua lapisan masyarakat bangkit memperontak.
Zhang Yijun tidak dapat menahan hidup kelaparan dan kemiskinan.
Terpaksa bergabung dengan pemimpin pasukan keadilan Yuchi
yang berada di dekatnya.
Yuchi mengetahui ia punya keberanian luar biasa,
lalu merangkul dan memperlakukan dia dengan baik
dan menganggap dia sebagai orang yang dipercaya.
Pada awalnya, Zhang Yijun melihat ada arak dan daging
untuk diminum dan dimakan.
Jauh lebih nyaman dibanding dengan hari-hari di masa lalu yang kelaparan.
Juga merasa sangat nyaman.
Namun lama-kelamaan dia menemukan bahwa Yuchi tidak memiliki cita-cita tinggi.
Jika terus mengikutinya pasti tidak ada jalan keluar,
karenanya timbul niatan untuk mencari jalan keluar lain.
Sampai tahun ke-15, 1355 Masehi,
Yuchi memimpin masa untuk menjara di Hezhou, sekarang Hsian An Hui.
Kebetulan Chu Yuan Chang juga berencana memimpin pasukannya untuk menyerang Hezhou.
Pada suatu hari di saat itu,
Zhang Yijun beristirahat dan tidur sebentar di dalam kamp.
Dalam tidurnya ia bermimpi.
Dia melihat seorang pendeta Tao datang mengampiri dan berkata kepadanya,
Bangun, bangun, cepat bangun.
Di sini bukan tempat tinggal yang menjadi harapanmu.
Tuhan dalam takdir yang harus kau ikuti telah tiba.
Ketika itu Zhang Yijun langsung terbangun dari tidur.
Mimpi yang sangat jelas ini membuat dia sadar
bahwa dia telah mendapatkan petunjuk dari orang suci.
Dia segera mencari Tao,
mengetahui bahwa saat itu selain Yuchi,
tentara keadilan Chu Yuan Chang juga berada di Hezhou.
Lalu dia menyamar sebagai orang biasa,
mengamati tentara Chu Yuan Chang,
dan menemukan bahwa mereka sangat disiplin,
tidak menyakiti rakyat.
Chu Yuan Chang sangat ramah dan mudah bergaul.
Bergabungkan petunjuk orang suci dan apa yang dia lihat sendiri,
dia menyadari bahwa Chu Yuan Chang adalah Tuhan yang ingin dia ikuti.
Zhang Yijun segera memutuskan,
dengan niat yang kuat mengikuti Chu Yuan Chang.
Sejak itu berulang kali ia membuat prestasi militer,
menjadi jenderal terkenal pendiri dinasti Ming,
dengan pangkat jabatan hingga Chongshu
yang membereskan masalah penting tatanan militer.
Merangkap sebagai Taizhi Shaopao,
dinobatkan sebagai Ekuokong,
dan dijadikan serta dinobatkan berbagai posisi yang tinggi dan krusial.
Setelah meninggal, dianugerai sebagai Raja Kaiping,
dengan gelar Anumerta Chongwu,
serta dibangunkan Kuiltai.
Sebenarnya dalam proses bangkit dan menjadi negara
dalam setiap dinasti dalam sejarah,
semua ada banyak kejadian ajaib seperti ini.
Aspek ini juga menjelaskan bahwa sejarah Tiongkok
diatur oleh para dewa.
Semua dinasti mengikuti kehendak sang penguasa,
bergantian mengambil alih dan berkuasa di tanah Dewata Timur,
serta dalam proses ini mewarisi budaya warisan Dewa Tiongkok.
Namun, sampai pada dinasti Merah Partai Komunis Tiongkok atau PKT,
kebangkitannya adalah roh jahat yang datang dari barat,
merusak Tiongkok.
Persis seperti buku tujuan akhir dari paham komunis,
menunjukkan dengan jelas kalimat pertama dari manifesto komunis adalah
satu roh, satu roh komunisme.
Dia terbentuk dari benci dan berbagai materi busuk di ruang dimensi tingkat rendah.
Bukankah itu adalah roh jahat?
Sejak Partai Komunis muncul hingga berkuasa,
di belakangnya tidak ada pengaturan dari Dewa lurus.
Yang ada hanyalah roh jahat,
menggunakan kesempatan masa lemah negara kuno di timur ini,
menyusup masuk selagi lemah,
merampas dan mendapatkan kekuasaan.
PKT berkuasa selama 71 tahun.
Beberapa generasi orang Tiongkok mengalami pembersihan politik
satu gelombang demi satu gelombang.
Menyaksikan kelaparan besar, revolusi kebudayaan,
insiden 4 Juni, penindasan Falun Gong,
menganiaya aktivis pembelah hak,
menganiaya Kristiani,
menganiaya orang Tibet, Uighur,
orang Mongolia dan etnis minoritas lain,
serta berbagai macam bencana lain.
Saat ini lagi-lagi secara paksa memperlakukan keamanan nasional Hong Kong
secara terbuka mengingkari janji satu negara dengan dua sistem.
Tahun 2020 sekali lagi menyebabkan pandemi global,
membawakan bencananan berat dan dalam bagi dunia.
Dia berbeda dengan dinasti manapun dalam sejarah.
Karena kebencian, dia membantai lebih dari 100 juta orang,
merusak peradaban gemilang selama ribuan tahun.
Karena kebencian,
ia merusak moralitas umat manusia dengan sewenang-wenang
tanpa menghiraukan apapun.
Membucuk orang menjauh dari Tuhan,
mengkhianati Tuhan,
mencapai tujuan akhir memusnahkan umat manusia.
Bila PKT tidak musnah,
bencana nasional tak akan berhenti.
Langit akan memusnahkan PKT adalah kepastian sejarah.
Hanya dengan mengenali PKT dengan jelas,
meninggalkan jauh PKT,
mencampakkan PKT,
mundur dari organisasi partai,
tiga pemuda dan pionir muda PKT,
baru tidak akan termusnahkan selamanya,
baru dapat menuju masa depan yang indah.
