Cerminan Pemerintahan Romawi Kuno dengan Situasi Tiongkok Saat Ini Facebook: https://www.facebook.com/truthmediaindo/videos/1627185887454325/ #wabah#wabahbesar#romawikuno#kekaisaranromawikuno#Bencana2020#virusPKT#virusCorona Apakah Anda tahu Kekaisaran Romawi kuno? Kekaisaran Romawi kuno adalah kekaisaran dengan sejarah terpanjang dan kebangsaan serta budaya paling beragam dalam sejarah, populasinya pernah mencapai 120 juta, membentang di tiga benua Eropa, Asia dan Afrika, mengubah Mediterania menjadi laut pedalamannya sendiri. Wilayahnya sangat luas, lebih besar dari jumlah wilayah Kekaisaran Merak India ditambah dengan Kekaisaran Han saat itu. Namun, karena penganiayaan brutal terhadap orang-orang kudus Kristus, menjadikan titik balik dalam nasib kerajaan yang kuat itu....
Wabah Besar Roma Kuno dan Bencana Virus PKT
Apakah Anda tahu Kekaisaran Romawi Kuno?
Kekaisaran Romawi Kuno adalah kekaisaran dengan sejarah terpanjang dan kebangsaan,
serta budaya paling beragam dalam sejarah.
Populasinya pernah mencapai 120 juta.
Membentang di tiga benua Eropa, Asia dan Afrika.
Mengubah Mediterania menjadi laut pedalamannya sendiri.
Wilayahnya sangat luas.
Lebih besar dari jumlah wilayah Kekaisaran Merah India,
ditambah dengan Kekaisaran Han saat itu.
Namun, karena penganiayaan brutal terhadap orang-orang kudus Kristus,
menjadikan titik balik dalam nasib kerajaan yang kuat itu.
Pada malam tanggal 18 Juli tahun 64 Masehi,
Tiranero, saat itu demi membangun kota Romawi baru,
dengan sengaja membakar dan kemudian menyalahkan orang Kristen.
Di bawah instruksinya,
banyak desas-desus terhadap orang Kristen menyebar.
Mereka divitna sebagai pembunuhan bayi dan dikorbankan kepada para dewa.
Makan daging dan darah,
terlipat dalam pesta minuman keras dan inses dan lain-lain.
Semua perbuatan jahat di masyarakat ditudukan kepada orang Kristen.
Sejarawan Romawi puno Tacitus mencatat dalam The Chronicles,
di arena pribadi kaisar,
beberapa orang Kristen ditutupi dengan kulit binatang,
lalu membiarkan anjing Herder menggigitnya hingga mati.
Sementara yang lain diikat erat di tiang salib,
kemudian api disulut dan dijadikan obor di malam hari.
Kaisar dengan kostum pengendara,
berbau dengan kerumunan orang menikmati tontonan yang luar biasa ini.
Sejak itu, kekaisaran Romawi telah melewati lebih dari 300 tahun.
Dan lebih dari 10 kaisar telah menganyaya orang-orang kudus Kristen dengan kejam.
Karena hal ini membawakan bencana tragis kekaisaran Romawi,
yang telah mengalami empat kali pembersihan oleh wabah besar
dan sejak itu merosot dan musnah.
Perlu disebutkan bahwa selama wabah di Romawi kuno,
orang-orang pada waktu itu telah menggunakan segala kecerdasan manusia
dan semua cara yang dapat mereka pikirkan.
Segala metode telah digunakan,
juga tidak dapat menghentikan amarah wabah,
hanya bisa menunggu dalam keputus asaan ekstrim yang tidak berdaya,
menunggu datangnya kematian.
Pada saat ini, para dewa dan Buddha berbelas kasih kepada manusia
dan mencerahkan mereka.
Pada tahun 680 Masehin,
orang-orang di kota Roma secara bertahap
menjadi sadar dan mulai mengutuk penganyaian terhadap orang-orang kudus Kristen
oleh para penguasa serta kemerosotan moral masyarakat.
Warga kota Roma satu demi satu berjalan keluar dari rumah.
Mereka mengangkat tulang suci Santo Sebastian
dengan hormat dalam sebuah parade
dan bertobat dengan tulus kepada Tuhan.
Ketulusan hati rakyat dipahami oleh para dewa dan Buddha.
Sejak itu, wabah besar di kota Roma lenyap secara total.
Sebab dan akibat semacam ini tidak dapat dijelaskan oleh sains modern hingga saat ini.
Keajaiban di kota Roma ini menyadarkan banyak negara-negara tetangga.
Orang-orang satu demi satu memohon untuk menyembah dengan hormat tulang keramat Kristus Saint Sebastian
serta masing-masing bertobat dengan tulus.
Sejarah umat manusia terus berulang.
Marilah kita melewati terowongan ruang dan waktu
lebih dari 2000 tahun yang lalu ke Tiongkok saat ini.
Maka kita akan menemukan cerita yang sangat mirip.
Pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Chiang Chemin, sangat mirip dengan Nero,
penguasa kekaisaran Romawi kuno.
Pada tahun 1999,
Chiang Chemin mulai menganiaya kelompok Falun Gong yang percaya pada sejati, baik, dan sabar.
Dia berteriak-teriak bahwa melenyapkan Falun Gong dalam tiga bulan
harus menghancurkan reputasi,
memutus secara ekonomi,
dan dilenyapkan secara fisik.
Untuk mencapai tujuan penganiayaan Falun Gong,
Partai Komunis Tiongkok atau PKT,
dengan cermat merencanakan pada sore hari tanggal 23 Januari 2001,
malam tahun baru,
insiden terjadi.
Tiba-tiba, lima orang bakar diri di lapangan Tiananmen.
Hanya dua jam setelah kejadian tersebut,
kantor berita Singhua menerbitkan berita dalam bahasa Inggris
kepada dunia dengan kecepatan yang luar biasa.
Mengklaim bahwa pelaku bakar diri adalah lima praktisi Falun Gong.
Kemudian,
stasiun radio, stasiun televisi, media besar, dan surat kabar di seluruh negeri
menerbitkan dan memutar berulang-ulang rekayasa kejadian yang dibuat oleh PKT
dengan menggunakan mesin seluruh negeri.
Dengan demikian, meracuni rakyat Tiongkok.
Segera setelah itu, penangkapan, pendidikan ulang melalui kerja paksa,
hukuman, konversi paksa,
penahanan rumah sakit jiwa,
penyiksaan, dan bahkan pengambilan organ secara hidup,
hingga saat ini penganiayaan tragis PKT terhadap Falun Gong
telah berlangsung selama 21 tahun.
Prinsip langit sangat jelas,
kebaikan dan kejahatan ada balasannya.
Dalam sejarah umat manusia,
penganiayaan apapun terhadap kepercayaan lurus tidak pernah berhasil,
dan juga harus menerima hukuman setimpa.
Penganiayaan Roma kuno terhadap keyakinan umat Kristen
telah mendatangkan empat kali wabah besar.
Para penganiaya yang melakukan kejahatan semuanya dilenyapkan dengan akhir yang tragis.
Sementara mereka yang masih memiliki hati nurani,
bertobat dengan hormat dengan Tuhan,
dan selamat dari malapetaka.
Hari ini, virus PKT merebak dari Wuhan
dan memporak-porandakan dunia dengan cepat.
Sejauh ini, hampir 1 juta orang telah terbunuh oleh epidemi tersebut.
Ini adalah peringatan bagi manusia di dunia.
PKT jahat secara gila-gilaan
menganiaya praktisi Falun Gong yang percaya pada sejati, baik, sabar,
dan pasti dikutuk oleh Tuhan.
Tiongkok dan dunia sedang tersadarkan.
Tire langit memusnahkan PKT sudah ditarik.
Arus besar tiga pemunduran tidak dapat dibendung.
Mundur dari Partai Liga Pemuda dan Pionir Pemuda PKT
menjauhlah dari kejahatan,
mempertahankan hati yang baik,
nyawa terselamatkan, dan hidup tetap aman.