Akhir Dinasti Ming dan Pneumonia Wuhan

The Truth Media
771 pengikut
๐๐๐๐๐ฅ ๐๐๐ก๐๐ฆ๐ง๐ ๐ ๐๐ก๐ ๐๐๐ก ๐ฃ๐ก๐๐จ๐ ๐ข๐ก๐๐ ๐ช๐จ๐๐๐ก
#wabah #pneumonia #PneumoniaWuhan #dinastiming #dinastiqing #VirusPKT #viruscorona #COVID19
Wabah besar di akhir Dinasti Ming ini sangat membingungkan. Wabah besar ini sepertinya memiliki kesepakatan dengan tentara Qing, hanya menginfeksi orang-orang dari Dinasti Ming, tentara Qing sama sekali tidak terpengaruh.
Wabah besar diakhir dinasti Ming dan Pneumonia Wuhan.
Tahun 1642, wabah besar diakhir dinasti Ming.
Rekaman dalam catatan faktual Chongzhen.
Pada bulan April tahun ke-16 Chongzhen, di dalam kota Beijing,
jumlah kematian mencapai puluhan ribu orang setiap hari.
Dari bulan Juni hingga Agustus, di sekitar Tongzhou, Tong'an,
Pasien tak terhitung jumlahnya, tidak dibedakan lelaki atau perempuan,
tua atau muda, kaya atau miskin.
Begitu terinfeksi, meninggal sekeluarga demi sekeluarga.
10 gedung, 9 yang kosong, sangat mengerikan.
Di antara orang yang tewas, ada juga sejumlah besar tentara.
Beijing, dijaga oleh seratus ribuan tentara,
pada akhirnya hanya tersisa lima puluh ribu orang.
Tiga puluh ribu kuda perang, pada akhirnya tersisa seribu lebih kuda.
Pada tanggal 18 Maret tahun 1644,
Li Zizheng memimpin tentara petani mengepung kota Beijing.
Pada sore hari itu, Li Zizheng telah menurunkan perintah untuk menyerang kota dari semua arah.
Chongzhen akhirnya mengerti.
Bagi dia dan dinasti Mingnya, saat saat terakhirnya telah tiba.
Namun, wabah besar di akhir dinasti Ming ini sungguh membuat orang sangat bingung.
Wabah besar ini sepertinya memiliki kesepakatan dengan tentara Qing.
Hanya orang dinasti Ming yang terinfeksi.
Kekuatan dan daya tempur pasukan Ming berkurang drastis.
Sedangkan pasukan penegak keadilan Li Zizheng yang terinfeksi wabah juga tidak terlalu banyak.
Tentara Qing sama sekali tidak terpengaruh.
Tentara Ming yang menyerah kepada tentara Qing juga menjadi baik-baik saja.
Pasukan Han yang terdiri dari tentara Qing dan tentara Wu Sangui satu jalur terus menyerang ke selatan.
Mereka juga baik-baik saja, terus hingga kaisar Qing Shunzi naik tahta.
Berbagai wabah penyakit yang merajalela selama beberapa dekade di akhir dinasti Ming juga menghilang begitu saja.
Dataran Tiongkok Utara tiba-tiba cerah dan kemudian mengantar bangsa Tionghoa pada lebih dari 100 tahun zaman makmur dan damai.
Kemakmuran zaman Kangxi dan Jianlong.
Kami mau tak mau harus bertanya, apakah wabah itu benar-benar memiliki mata?
Wabah besar itu sebenarnya adalah wabah pes.
Dilihat dari gejala adalah wabah pneumonia dan pes, wabah campuran.
Kekuatan menular dan tingkat bahayanya lebih tinggi daripada wabah virus PKT atau yang dikenal virus corona baru saat ini.
Penjelasan satu-satunya adalah itu kehendak Tuhan.
Adalah Tuhan yang hendak memusnahkan dinasti Ming.
Pada zaman akhir dinasti Ming sudah terlihat tanda-tanda kemerosotan, menterinya malas, pejabatnya korup,
para jenderal di militer berkoalusi dengan kekuatan daerah,
tentara merebut tanah dan sawah garapan,
rakyat diserbu dan diganggu oleh bencana alam dan bencana buatan manusia.
Meskipun Chung Chin sendiri rajin, juga tidak bisa menyelamatkan dinasti Ming dari terpaan angin dan hujan.
Dinasti berakhir sudah menjadi suatu keniscayaan.
Sejarah umat manusia selalu berulang.
Saat kita melewati terowongan ruang dan waktu,
saat melihat kembali wabah virus PKT hari ini,
Anda akan menemukan cerita yang sangat mirip.
Di penghujung tahun 2019, wabah virus PKT pecah di Tiongkok.
Oleh karena Partai Komunis Tiongkok PKT menyembunyikan epidemi,
sehingga membuat wabah ini mengamuk di seluruh dunia.
Hingga saat ini, epidemi telah menyebar ke 189 negara di seluruh dunia.
Lebih dari 1,1 juta orang meninggal.
Menurut statistik dan analisis data kematian menemukan bahwa,
virus PKT mempunyai target yang pasti.
Yang dibidik bukanlah kekebalan tubuh manusia,
tapi karena hubungan dekat individu dan suatu negara dengan PKT.
Ini benar-benar sangat unik.
Virus PKT, virus corona baru ini, sepertinya juga punya mata.
Dia datang khusus mengarah pada Partai Komunis Tiongkok.
Laporan Ming Winet pada tanggal 27 Maret mengunggah salinannya secara online statistik
internal unit tertentu Partai Komunis Tiongkok.
Daftar kematian di bulan Februari menunjukkan,
bahwa di antara yang meninggal dari unit ini,
proporsi anggota PKT tingginya mencapai 88 persen.
Di antaranya kaum muda berusia di bawah 50 tahun menempati hampir setengah dari total.
Di antaranya, mereka yang berusia 30-49 tahun mencapai 39,7 persen.
Bersamaan itu beredar luas di internet,
daftar kematian yang menunjukkan,
bahwa di antara lebih dari 300 orang yang meninggal karena virus PKT,
ada lebih dari 200 orang adalah anggota partai.
Ini jelas, virus PKT memilih sifat arah yang super kuat,
dapat mengunci anggota PKT.
Sepanjang sejarah Partai Komunis memang adalah sejarah kelam
yang penuh dengan peperangan, kelaparan, wabah, dan kematian.
71 tahun tirani PKT dengan kampanye 3 anti, 5 anti,
revolusi kebudayaan, dan gerakan politik lainnya,
telah menghancurkan budaya tradisional dan moralitas rakyat Tiongkok,
membunuh 80 juta rakyat Tiongkok, terutama dalam 30 tahun terakhir.
Sejak pembantaian mahasiswa di tahun 1989,
hingga penindasan praktisi Falun Gong pada tahun 1999,
dan sekarang menindas dan menghinda masyarakat luas,
penganiayaan naasasi manusia terhadap orang Uyghur dan Tibet,
pemusnaan budaya terhadap Xinjiang, Tibet, dan Mongolia Dalam,
secara terbuka merobek deklarasi bersama Tiongkok Inggris,
memperlakukan paksa hukum keamanan nasional Hong Kong untuk menganiaya rakyat Hong Kong.
Editorial sembilan komentar dengan jelas menyatakan,
hakikat dari komunisme adalah roh jahat,
tujuan akhirnya adalah memusnahkan umat manusia.
PKT telah mengacau dan mencelakakan Tiongkok serta dunia selama bertahun-tahun.
Sekarang saatnya Tuhan memusnahkan PKT.
Jika kita tidak ingin menjadi kurban PKT,
tidak dipilih oleh virus ini.
Pertama-tama, kita harus benar-benar memisahkan diri dari PKT.
Bergegas untuk menolak keberadaan komunisme di negara dan di hati kita masing-masing.
Baru dapat melewati bencana ini dengan aman,
serta menemukan masa depan yang indah.
