Cuplikan Catatan Harian Kota London pada 300 Tahun Lalu

The Truth Media
770 pengikut
Cuplikan Catatan Harian Kota London pada 300 Tahun Lalu
----------------------
Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://www.truthmedia.id/
Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://www.facebook.com/truthmediaindo
Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://www.facebook.com/TruthMediaIndonesiaNews
Terhubung dengan kami di Channel Youtube TMI ☛https://www.youtube.com/channel/UCcoEfurrJqAlEHK1OF3ctzQ
#catatanharian #catatanhariankotalomdon #kotalondon #sejarahlondon #NicholasBarbon #Danieldefoe #penulisinggris
Pada tahun 1665, wabah pes meletus di London.
Pemerintah memperlakukan tindakan karantina yang sangat ketat.
Berbagai kalangan seperti polisi, anggota medis, pemeriksa mayat, dan lain-lain
melakukan blokade wajib terhadap area yang terkena wabah.
Semua kegiatan sosial yang melibatkan banyak masa ditangguhkan.
Hewan ditangkap dan dibunuh.
Personel anti-epidemi membakar sejenis bahan bakar yang menyengat
untuk melakukan stereo udara.
Penulis Inggris Daniel Defoe dalam novel buku harian berjudul
Saat Wabah Besar London secara detail mencatat sejarah saat itu.
Perintah yang diturunkan dari kantor wali kota,
tindakan penjagaan yang paling kontroversial adalah
kebijakan penutupan rumah.
Jika ditemukan atau dicurigai ada wabah penyakit,
pemerintah kota berhak menyita properti
serta menutup properti itu beserta warganya.
Masa penutupan satu bulan hingga virus hilang.
Oleh karena itu, sebenarnya keluarga telah ditahan di rumah.
Dengan cara seperti ini, seluruh keluarga secara perlahan
dan mengerikan sedang difonis mati.
Tampaknya, blokade terhadap penjagaan virus tidak ada efek khusus.
Dalam novel tertulis tentang orang yang berprofesi sebagai penjagal.
Epidemi sangat serius di perkampungan penjagal.
Hampir orang yang mati sepanjang malam,
semuanya mati di truk pada gang kecil di ujung jalan.
Antara bulan Agustus hingga Oktober,
London telah mengubur lebih dari 70.000 mayat yang mati terkena wabah.
Setelah bulan Oktober,
hampir setiap minggu jumlah angka naik menjadi ribuan orang.
Pada puncaknya, kematian mencapai 7.000 orang setiap minggunya.
Wabah besar tahun 1665 telah merenggut 100.000 penduduk London.
Wabah tiba-tiba menghilang setelah kasus kebakaran besar.
Beberapa orang mengatakan bahwa api itu telah membinasakan virus,
telah mencegah berlanjutnya wabah.
Mungkin saja demikian,
tetapi bagaimanapun manusia tidak bisa lagi membakar dengan sengaja
dan memasukkannya dalam daftar sebagai metode tetap
untuk pencegahan dan pengendalian wabah.
Bagaimanapun, wabah dan api bukanlah warga London yang secara sengaja melakukannya.
Jika bukan karena kehendak Tuhan, mana ada penjelasan yang lebih baik?
Mengapa blokade tidak berefek?
Apa sebenarnya yang menjadi penyebab wabah?
Saat terjadi wabah besar London,
Dr. Nicholas Barban berpikir seperti ini.
Mengapa hanya terjadi di sini dan tidak terjadi di sana?
Mengapa di kota yang sama ada wabah di rumah ini atau daerah ini,
sedang di daerah lain tidak ada?
Bahkan di rumah yang sama,
mengapa justru orang ini dan bukan orang yang lain yang terinfeksi wabah?
Mereka makan, hidup, dan bernafas bersama,
tidur di ranjang yang sama.
Apa yang membuat perbedaan seperti itu?
Adalah kebijaksanaan Tuhan yang membedakannya.
Dalam jangka waktu tertentu,
Dia melindungi bagian ini dan bukan bagian yang lainnya.
Mau tak mau kita harus percaya,
di saat yang berbahaya ini,
Tuhan adalah satu-satunya kehidupan tingkat tinggi yang mengatur kita.
Saat itu para kristiani yang taat di London,
menemukan kondisi London menjelang revolusi industri.
Keinginan orang untuk mengejar materi
dan kepuasan sensorik jauh lebih besar
daripada pengabdiannya kepada Tuhan.
Orang-orang membunuh, minum, berjudi,
melakukan perbuatan cabul,
tindakan yang merusak moral menjadi budaya yang tren dan populer.
Kaum puritan khawatir, berpikir bahwa hukuman Tuhan akan datang.
Dari kota yang di blokade sampai kota Gila,
semua dalam bahaya.
Hari ini setelah lebih dari 300 tahun,
seorang penulis Wuhan juga menulis catatan harian
tentang 60 hari penutupan kota karena wabah.
Yang telah mencatat meletusnya wabah di Wuhan pada tahun 2020,
catatan situasi epidemi selama periode lockdown.
Di catatan harian menuliskan tentang bencana,
berupa daftar surat kematian rumah sakit,
yang sebelumnya satu buku digunakan untuk beberapa bulan,
sekarang satu buku dipakai beberapa hari sudah habis.
Bencana berupa mobil pengangkut mayat dari krematorium.
Sebelumnya satu mobil hanya mengangkut satu mayat,
lagi pula ada peti matinya.
Sekarang mayat dimasukkan dalam kantong mayat,
ditumpuk beberapa dan dibawa pergi bersama.
Bencana berupa keluarga Anda yang mati bukan satu,
melainkan satu keluarga dalam beberapa hari
atau dalam setengah bulan semuanya mati.
Bencana berupa diri Anda yang menyeret tubuh yang sedang sakit,
yang berlarikian ke mari dalam tiupan angin dan hujan yang dingin,
berupaya menemukan sebuah ranjang rumah sakit yang dapat menampung Anda.
Bencana berupa penantian Anda di rumah,
yang menunggu pemberitahuan keberadaan ranjang dari rumah sakit,
dan ketika pemberitahuan itu datang, Anda sudah mati.
Mengenai angka palsu yang dibuat Partai Komunis Tiongkok PKT
tentang keadaan wabah, penulis menuliskan data kemarin,
tambahan pasien baru yang menurun drastis
Teman dokter saya sudah memberitahu saya,
ini disebabkan oleh algoritma yang berbeda.
Memodifikasi algoritma tidak lebih adalah agar angkanya terlihat lebih bagus.
Kebenaran buku harian itu telah terungkap,
fenomena palsu yang disebut Partai Komunis Tiongkok PKT
sebagai mitologi melawan epidemi,
telah menumbangkan apa yang disebut pengalaman Wuhan.
Tahun 2021, wabah virus bermutasi di Inggris,
meletus di banyak tempat di daerah Tiongkok.
PKT terus menggunakan apa yang disebut pengalaman Wuhan
dengan kekuasaan totaliter meminjam epidemi untuk menutup kota
dan dilaksanakan dengan sangat ekstrim.
Warga yang di lockdown bukan hanya tidak ada makanan dan obat,
emosi mereka juga lepas kendali,
dipaksa nyaris gila,
menimbulkan bencana dan kepanikan kemanusiaan
yang tidak kalah hebatnya dengan virus.
Menurut laporan luar negeri,
saat kota Nankong HP lockdown,
ada seorang pria tua demam.
Ia tewas di tempat saat coba menghubungi saluran lainan bantuan wali kota.
Juga ada banyak warga yang jatuh sakit di rumahnya,
sama sekali dilarang untuk keluar berobat.
Distrik Hulan, kota Haraping, Provinsi Heilongjiang,
Ibu Kung mengatakan bahwa dalam semalam,
pemerintah memerintahkan untuk menghentikan semua kegiatan individu
di seluruh Kabupaten Hulan,
yakni melarang Anda untuk berproduksi dan beroperasi.
Lalu semua orang pulang kembali ke rumah,
menutup pintunya dan melarang orang untuk keluar jalanan.
Kendaraan bermotor tidak diperbolehkan di jalan.
Seluruh kota seperti kota mati,
komunitas perumahan Ganglia Chiayuan
menutup pintu, gedung dan perumahan.
Pada siang hari tanggal 3 Februari,
dalam masa blokade,
emosi seorang warga perumahan lepas kendali.
Seorang relawan yang menjaga pintu gerbang perumahan
ditusuk dengan pisau hingga tewas.
Apa yang disebut negara besar memberangi epidemi
adalah tidak mempedulikan hidup mati rakyat
menyekap Anda dalam rumah selama lebih dari setengah bulan.
Jika masih hidup, dibebaskan keluar.
Jika mati, maka akan bersama dengan virus
dibakar menjadi abu dalam tungku pembakaran mayat.
Berbicara tentang kejahatan PKT.
PKT adalah melawan Tuhan,
berperang dengan langit,
berperang dengan bumi,
reformasi agraria,
3 anti,
5 anti,
revolusi kebudayaan,
Insiden 4 Juni
Menciptakan berbagai kebohongan.
Dalam peristiwa 4 Juni,
dikatakan siswa telah membunuh tentara.
Insiden pembakaran diri praktisi Falun Gong di Tiananmen
dan lain-lain kebohongan.
Menganyai agama Buddha,
agama Tao,
agama Katolik,
Falun Gong,
dan lain-lain kepercayaan.
Memusnahkan orang Tibet,
orang Uyghur,
orang mengulia,
dan lain-lain.
Mencelakai dan membunuh banyak orang.
Bisa dibayangkan,
partai politik yang sudah bebroknya hingga ke tulang.
Apakah Tuhan akan membiarkannya eksis terus?
Ada sebab, baru ada akibat.
Mungkin saja,
virus bukanlah infeksi sembarangan.
Jauhi PKT,
mungkin baru bisa menjauh dari virus.
Saat ini sudah ada 370 juta orang
yang memakai nama Samaran maupun nama asli
Mundur dari keanggotaan partai,
liga,
dan pionir dari Partai Komunis Tiongkok PKT.
Hapuslah stupah beracun
yang dibuat saat bergabung dengan PKT.
Jika ingin bahagia dan selamat,
menjauhlah dari PKT.
Memutus hubungan dengan tegas.
PKT adalah iblis
yang berlumuran darah orang Tiongkok.
Bila menjadi bagian dari PKT,
cepat atau lambat,
akan bersama dengan dia
Kami berharap,
Anda dapat segera mundur dari partai,
liga,
dan pionir dari PKT.
Menjauh dari malapetaka.
