
"Gen Egois" yang Perlu Anda Pahami, “Kita Semua Adalah Budak Gen…”
Hal pertama dari gen egois adalah mendekonstruksi cinta kasih ibu. Setelah keluar dari rahim dan lahir ke dunia, apakah si ibu benar-benar mencintaimu?
Sebenarnya tidak demikian, hanya saja gen di dalam tubuhnya memerintahkannya untuk melindungi gen di dalam tubuh Anda, karena setengah dari gen Anda itu sama dengannya dan gen sudah tua. Dia telah menyelesaikan misi bereproduksi yang diberikan kepadanya, tetapi Anda belum selesai. Anda lebih berharga bagi gen.
Oleh karena itu, dalam situasi kritis, gen akan memerintahkannya mati untuk menyelamatkan Anda, seperti kisah induk antelop yang direkam oleh ilmuwan di Afrika. Demi melindungi anaknya, si induk rela mengorbankan dirinya ke moncong buaya.
Selanjutnya, gen egois mendekonstruksi sesuatu yang paling indah di dunia, yakni Cinta Sejoli. Cinta Sejoli dan Cinta Ibu (Kasih sayang) adalah trik/tipuan genetik. Pertama, nilai pengorbanan dari reproduksi wanita itu sangat tinggi resiko. Hal ini dapat kita lihat dari pertempuran dalam rahim seperti yang disebutkan di atas. Sebaliknya nilai dari reproduksi pria sangat...sangat rendah.
Untuk mengimbangi perbedaan nilai ini, wanita harus meminta pria untuk membeli rumah, membeli mobil, harus memiliki cincin berlian, dan harus berjanji setia dalam ikatan pernikahan menanggung segala kebutuhan hidup wanita seumur hidup. Pasalnya bagi gen wanita yang bernilai tinggi, ia harus menemukan gen lain bernilai rendah sebagai syarat bertahan hidup untuk dirinya. Oleh karena itu, sebagian besar hewan di alam memiliki fenomena mencari dan menyeleksi pasangannya. Ini sebenarnya semacam transaksi di mana gen mencoba untuk menyamakan nilai masing-masing.
