Penemuan Arkeologi yang Menakjubkan di Situs Mesopotamia Kota Kuno Ur 5.000 Tahun Silam

Bangsa Mesopotamia adalah salah satu peradaban yang meyakini adanya kehidupan setelah kematian. Seperti halnya orang Tionghoa kuno, setelah meninggal juga harus seperti semasa hidup.
Pemahaman mereka tentang agama telah berkembang hingga ketika tokoh-tokoh penting di suatu negara dimakamkan, harta benda dan makanan atau barang-barang kesukaaan mereka akan dikuburkan bersama, karena mereka percaya semua itu akan digunakan di kehidupan selanjutnya.
Tradisi pemakaman ini paling awal ditemukan oleh seorang arkeolog Inggris, Leonard Wooley.
Pada 22 September 1922, Wooley berangkat dari Inggris ke Basra di Irak selatan, dan mulai menggali situs kota kuno Ur. Penemuan arkeologi besar pertamanya adalah di situs Samsat dan Karkemis di perbatasan antara Turki dan Suriah, di sini Wooley dan asistennya menggali banyak peninggalan budaya, termasuk prasasti dari Antiokhia, sebuah kota tua yang terletak di sisi timur sungai Orontes, terletak di tempat kota modern di Antakya, Turki. Prasasti ini sekarang disimpan di ruang pameran British Museum, London.
