Kesalahan orang lain kepada kita, apapun bentuknya, jika terus saja kita simpan di hati, maka itu akan menjadi beban pikiran dan penderitaan dalam hidup kita. Lepaskanlah rasa sakit hati itu dan maafkanlah kesalahan orang lain, dengan begitu akan membawa kedamaian dan manfaat bagi diri sendiri juga orang lain.
Maafkan dia.
Suatu hari saat pulang dari sekolah,
tingkah si Bungsu, anak, tiba-tiba menjadi pendiam, murung dan lesu.
Sang ibu yang melihat sikap anaknya merasa heran, lalu bertanya,
Ada apa nak? Kenapa mukamu sedih begitu?
Setelah terdiam dan ragu-ragu sejenak, akhirnya si Bungsu pun bercerita,
Aku lagi kesel sama si Tina, bu.
Masalah dia memfitnah aku, padahal dia kan temanku.
Ibunya dengan sabar mendengarkan cerita putrinya.
Ana melanjutkan ceritanya,
Jadi tadi teman sekelasku, si Nita, dibikin nangis sama si Tina, bu.
Terus si Tina dipanggil ke ruang guru.
Eh, di sana dia bilang kalau aku yang ngajarin dia semua itu.
Akhirnya aku sama Tina dikasih bukuman bersingkelas hari ini, bu.
Si Bungsu pun mulai menangis mengasihani dirinya sendiri.
Ibu menghiburnya dan berpikir masalah ini akan segera selesai.
Namun ternyata beberapa hari kemudian kasus itu masih berlanjut.
Ana mengadu pada ibunya lagi dengan nada marah.
Bu, nggak adil banget, bu. Si Tina sekarang menyebarkan gosip kalau aku tukang fitnah.
Terus teman-teman sekelas semuanya jadi musuhin aku.
Malah mereka bilang aku harus minta maaf sama si Tina, bu.
Nggak adil, bu. Aku nggak mau minta maaf sama Tina. Kan dia yang salah.
Ayahnya kali ini ikut mendengarkan.
Dengan bijak, ayah berkata,
Ana, pertengkaran sesama teman itu kadang memang terjadi.
Ayah juga kadang-kadang bisa kok bertengkar sama ibu atau teman akrab ayah.
Tapi jika kedua pihak sama-sama merasa benar,
lalu bagaimana? Selamanya tidak bisa selesai, kan?
Salah satu pihak mesti mengalah baru bisa selesai.
Jika kamu mengalah duluan, maka kamulah pemenangnya.
Karena mengalah itu tidak mudah.
Mengalah itu sangat susah.
Mereka yang bisa berlapang hati mengalah, itulah yang menang.
Ana terdiam mendengar nasihat ayahnya ini.
Lalu ia berkata,
Tapi ayah, kenapa aku mesti mengalah dan minta maaf?
Padahal bukan aku yang salah.
Kemarin bahkan Tina bilang dia nggak akan mau ngomong lagi sama aku.
Kalau aku belum minta maaf sama dia,
katanya aku yang mempengaruhi dia untuk mengatak-ngatai Tita.
Ayah tertawa lebar mendengarnya.
Iya, ana.
Ayah mengerti.
Memang meminta maaf kalau kita merasa kita benar,
itu sangat sulit.
Tapi apalah ruginya untukmu?
Jika kamu merasa benar di dalam hati,
itu sudah cukup.
Ayah lihat beberapa hari ini mukamu murung sekali,
dan kamu jadi tidak pernah tertawa.
Ayah ingin gadis ayah yang ceria kembali lagi menjadi ceria.
Nah, cobalah untuk minta maaf sama Tina.
Nanti kamu boleh lihat hasilnya bagaimana.
Ana mendengarkan ayahnya.
Ia merasa tertantang.
Akhirnya ia berkata,
Baiklah ayah, mari kita coba lihat hasilnya.
Bagaimana kalau aku minta maaf duluan,
walaupun aku tidak salah.
Keesokan harinya,
ayah dan ibu kaget melihat ana pulang sekolah bersama Tina.
Mereka terlihat akrab dan tertawa-tawa.
Ibu tersenyum pada ana,
lalu bertanya pada si bungsu.
Nah, ana, coba ceritakan,
bagaimana hasilnya setelah kamu minta maaf sama Tina?
Ayah dan ibu sudah tidak sabar mau dengar.
Ana pun tersenyum pada ibu dan ayahnya.
Ide ayah memang hebat.
Tadinya aku kesal sekali harus minta maaf duluan sama Tina.
Tapi setelah aku minta maaf,
tiba-tiba Tina menangis dan memelukku.
Dia bilang maafin dia juga
karena sudah menyeretku ke masalah dengan Nita.
Habis itu entah kenapa aku merasa
aku juga harus minta maaf sama Nita.
Dan dia dengan tulus memaafkan kami berdua.
Habis itu teman-teman sekolahku
tiba-tiba berubah jadi hangat lagi.
Dan mereka berkata aku sangat pemberani, ibu.
Sejak itu si Bungsu kembali menjadi anak yang ceria,
bersemangat, tidak murung dan marah-marah lagi
baik di sekolahnya maupun saat berada di rumahnya.
Kesalahan orang lain kepada kita,
apapun bentuknya,
jika terus saja kita simpan di hati,
maka itu akan menjadi beban pikiran
dan penderitaan dalam hidup kita.
Lepaskanlah rasa sakit hati itu
dan maafkanlah kesalahan orang lain.
Dengan begitu akan membawa kedamaian dan manfaat
bagi diri sendiri juga orang lain.