Seorang anak bertanya kepada kakeknya,
“Kakek, rahasia hidup bahagia itu apa?”
Sang kakek tersenyum. Ia tidak langsung menjawab panjang lebar.
Ia hanya berkata,
“Belajarlah mensyukuri apa yang ada, sambil tetap melakukan yang terbaik untuk apa yang bisa kamu ubah.”

Kalimat sederhana itu mungkin terdengar biasa. Namun, jika direnungkan, ada makna yang cukup dalam di dalamnya.
Sering kali kita mengira kebahagiaan akan datang ketika sesuatu yang kita inginkan akhirnya menjadi milik kita.
Ketika pekerjaan menjadi lebih baik.
Ketika keadaan berubah sesuai harapan.
Ketika orang lain memahami kita.
Ketika masalah selesai.
Ketika hidup berjalan seperti yang kita rencanakan.
Padahal, hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan.
Ada hal-hal yang memang berada dalam kendali kita. Tetapi ada pula yang tidak bisa kita paksa untuk berubah.
Kita bisa berusaha memperbaiki diri, tetapi tidak selalu bisa mengubah orang lain.
Kita bisa merencanakan masa depan, tetapi tidak bisa mengetahui seluruh jalan yang akan kita lalui.
Kita bisa melakukan yang terbaik, tetapi hasil akhirnya terkadang tetap berada di luar kendali kita.
Di sinilah rasa syukur menjadi penting.
Bersyukur bukan berarti berhenti berusaha.
Bersyukur berarti mampu melihat apa yang masih kita miliki, sementara kita tetap melakukan bagian kita untuk memperbaiki apa yang memang bisa diperbaiki.
Hari ini mungkin belum sempurna.
Tetapi masih ada sesuatu yang bisa disyukuri.
Masih ada kesempatan untuk belajar.
Masih ada orang yang menyayangi kita.
Masih ada waktu untuk memperbaiki kesalahan.
Masih ada kesempatan untuk melakukan kebaikan.
Mungkin kebahagiaan bukan tentang memiliki kehidupan yang sempurna.
Mungkin kebahagiaan adalah ketika hati kita mampu menerima apa yang belum bisa kita ubah, sekaligus memiliki keberanian untuk memperbaiki apa yang memang bisa kita lakukan.
Jadi, ketika hari ini terasa berat, cobalah berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri:
Apa yang masih bisa aku syukuri?
Lalu tanyakan lagi:
Apa yang masih bisa aku lakukan dengan sebaik-baiknya?
Barangkali, dari dua pertanyaan sederhana itu, kita menemukan cara baru untuk memandang kehidupan.
Karena terkadang, yang kita butuhkan bukan kehidupan yang berbeda.
Melainkan hati yang belajar melihat kehidupan dengan cara yang berbeda.
Kidung Semesta
Beningkan Hati Jernihkan Pikiran
#KidungSemesta #CeritaYangMengingatkan #RenunganHariIni #BelajarBersyukur #MaknaKehidupan #Kebahagiaan #RefleksiDiri #BeningkanHati #JernihkanPikiran



Komentar