Satelit Tiongkok Pecah Jadi 43 Bagian, 10 Hari Kemudian AS Ungkap Senjata Rahasia di Orbit

ET News
ET News
9 Tayangan video·16 Sep 2026  #satelit #tiongkok #senjata

16 September 2026
Persaingan militer antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia kini memasuki wilayah yang selama puluhan tahun lebih banyak dikenal sebagai tempat beroperasinya satelit komunikasi, navigasi, dan pengintaian: orbit Bumi.
Pada 14 September 2026, Menteri Angkatan Udara Amerika Serikat Troy Meink untuk pertama kalinya secara terbuka mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah memiliki apa yang disebut sebagai “on-orbit space control weapons”, atau senjata pengendalian ruang angkasa yang ditempatkan di orbit.
Pernyataan tersebut disampaikan Meink dalam pidato pembukaan konferensi Air, Space & Cyber di National Harbor, Maryland. Menurut Meink, sistem itu dimaksudkan untuk memastikan Amerika Serikat mampu menghadapi ancaman yang terus berkembang dan melindungi kekuatan tempur gabungan dari tindakan musuh.
Pengumuman tersebut menjadi sangat penting karena merupakan pengakuan publik paling jelas sejauh ini dari pejabat tinggi Amerika Serikat bahwa Washington telah mengoperasikan sistem persenjataan pengendalian ruang angkasa langsung di orbit.
Namun, Pentagon masih menutup rapat hampir seluruh rincian teknisnya.
Meink tidak menjelaskan seperti apa bentuk senjata tersebut, berapa banyak yang telah ditempatkan, kapan mulai beroperasi, di orbit mana sistem itu berada, ataupun bagaimana cara kerjanya. Bahkan pertanyaan mengenai apakah sistem tersebut pernah diuji juga tidak dijawab secara terbuka.
Meink mengatakan kerahasiaan itu disengaja. Menurutnya, mengakui keberadaan kemampuan tersebut dapat memberikan efek penangkalan terhadap calon lawan, sementara mengungkapkan rincian teknisnya justru berpotensi mengurangi keuntungan strategis Amerika Serikat.

#satelit
#tiongkok
#senjata