HOUTHI DIKEPUNG? 100.000 Pasukan Bergerak, Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur

ET News
ET News
433 pengikut
6 Tayangan video·7 Okt 2026  #houthi #perang #saudi

6 Oktober 2026
Perang Yaman kembali memasuki fase yang sangat menentukan. Setelah ketegangan meningkat selama beberapa pekan dan kelompok Houthi memperluas tekanan militernya di sejumlah front strategis, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional akhirnya mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali wilayah yang berada di bawah kendali Houthi.
Pada Minggu, 4 Oktober 2026, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Rashad al-Alimi, mengumumkan dimulainya operasi tersebut melalui pidato yang disiarkan televisi. Al-Alimi mengatakan pemerintah telah memasuki fase baru untuk mengembalikan kendali negara atas wilayah Yaman.
Menurut Al-Alimi, seluruh peluang untuk meredakan ketegangan dan menyelesaikan konflik melalui jalur damai telah semakin menyempit. Karena itu, angkatan bersenjata, aparat keamanan, serta berbagai formasi militer yang berada di bawah pemerintahan Yaman diperintahkan menjalankan operasi berdasarkan rencana yang telah disiapkan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Arab Saudi, yang selama ini menjadi pendukung utama pemerintah Yaman, sekaligus menyerukan kepada mitra regional dan internasional agar mendukung upaya memulihkan lembaga-lembaga negara.
Dengan pengumuman tersebut, eskalasi di Yaman kini tidak lagi sekadar berupa ancaman ataupun bentrokan lokal. Konflik telah berkembang menjadi operasi militer yang lebih luas, dengan salah satu pusat pertempuran terpenting berada di kawasan Bab el-Mandeb.
Selat sempit yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden itu mempunyai arti strategis jauh melampaui Yaman. Bab el-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran penting dunia. Karena itu, perubahan kendali militer di sepanjang pesisirnya berpotensi memengaruhi keamanan perdagangan internasional, pengiriman energi, serta stabilitas kawasan Laut Merah.
Reuters sebelumnya melaporkan pada 2 Oktober 2026 bahwa Arab Saudi dan pasukan pemerintah Yaman telah mempersiapkan operasi besar tersebut selama beberapa pekan. Salah satu opsi adalah operasi terfokus untuk merebut kembali kawasan pesisir yang mengendalikan Bab el-Mandeb. Namun, terdapat pula skenario yang lebih luas berupa serangan melalui beberapa front. Kekuatan darat Yaman yang dapat dikerahkan dalam operasi itu diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 personel.

#houthi
#perang
#saudi