MOON RIVER EPISODE 7 STORYLINE | The Street Vendor Girl Who Exchanged Souls With The Crown Prince

Sweetheart Cinema
39 pengikut
181 Tayangan video·4 Sep 2026
Dibuat oleh AI·Mungkin mengandung kesalahan
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIIkang and Dali navigate political intrigue and personal struggle after their souls are swapped. They fight against the schemes of the Head Court Lady and Hansul, specifically regarding the Jimjo bird and false accusations of infidelity. Through sacrifice and a miraculous event during a punishment, they eventually regain their original bodies and seek justice.
Ketika melihat Ikang pingsan, Dali kebingungan sendiri dan dia meminta Shinwon untuk membawa Ikang masuk ke dalam.
Tabib pun memeriksanya, dan denyut nadi Ikang dalam keadaan normal.
Tabib meminta Dali untuk tidak khawatir, hanya saja di tangannya ada noda yang seperti obat tapi obat itu bukan racun.
Tabib merasa Ikang hanya tertidur karena kelelahan.
Ikang pun tersadar dan Dali agak bingung dengan yang apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi Ikang tidak memberitahu kepada Dali bahwa dia baru saja diberi minuman agar tidak bisa hamil.
Kecil sepertinya berusaha mencelakai Dali.
Jadi selama tubuh mereka tertukar, Ikang pun akan melindungi Dali.
Tapi Ikang tidak bisa melakukan apapun jika tubuh mereka kembali seperti semula.
Sekarang hanya ada satu cara diantara melindungi dan membiarkan.
Ikang harus berdiri di tengahnya dan menjadi seorang pengecut.
Ikang pun memberitahu Dali bahwa tubuh mereka tertukar agar Ikang yang merasakan sakit.
Agar Ikang merasakan semua hinaan kepada Dali secara langsung.
Karena itu, saat tubuh mereka kembali, Ikang meminta Dali untuk segera pergi dan tidak menginjakan kaki di Hanyang lagi.
Kepala Dayang merasa beruntung karena Hancul tidak ada di ibu kota saat dia gagal meminumkan obat kepada Dali.
Kemudian dia meminta Dayang Istana untuk mencari informasi tentang Dali.
Ibu Suri sangat marah saat tahu Dali akan diberi obat kemandulan.
Dia merasa Hancul sudah melewati batas.
Dayang Yun memberitahu bahwa saat dipaksa meminum obat itu, Dali memberontak dan dapat melawan sepuluh Dayang.
Mendengar itu ibu Suri merasa semakin menyukainya dan Dali pantas menjadi orangnya.
Tapi ibu Suri khawatir jika Kepala Dayang akan melakukan sesuatu lagi.
Jadi satu-satunya perisai untuk Dali adalah dijadikan selir kerajaan.
Saat akan makan, Dali melihat Ikang yang sepertinya tidak baik-baik saja.
Karena sebelumnya pingsan dan dia juga mengatakan bahwa karena tubuh mereka tertukar, Ikanglah yang terluka dan mendapat berbagai hinaan.
Dali pun menyuruh semua orang untuk pergi agar dia dapat menikmati makanan bersama Ikang.
Tapi bukan Ikang yang menemaninya makan.
Mereka menempatkan Dayang lain.
Sedangkan Ikang ditugaskan di biru pernikahan untuk menyiapkan pernikahan Putra Mahkota.
Dali pun mencari Ikang di biru pernikahan dan saat Ikang melihatnya, dia bersembunyi sampai ibu Suri memanggilnya dan Dali juga menghindari ibu Suri.
Saat makan malam, Ikang bersembunyi lagi agar Dali tidak melihatnya.
Dali sampai bingung kenapa Ikang seperti menghindarinya.
Keesokan harinya Dali mengirim Tabib untuk mengobati Liwon yang tidak mau bertemu karena sakit.
Tapi Liwon sebenarnya hanya berpura-pura sakit.
Liwon pikir Putra Mahkota mengirim Tabib hanya ingin segera menyelesaikan insiden Giesha.
Jika dalam situasi ini, Putra Mahkota tahu tentang anak dari King itu, dia pasti langsung bertindak.
Tapi anak dari King itu mengamuk dan ingin segera balas dendam.
Jadi Liwon harus segera bertindak.
Saat ini Liwon harus bisa bertahan sampai pernikahan kerajaan untuk bisa mencegah Uhwi menjadi budak, walaupun itu menjadikan Liwon sebagai pengecut.
Liwon heran kenapa Ikang mengajak Dali ke pertemuan mereka saat membahas insiden Giesha.
Liwon merasa itu karena Ikang menyukai Dali.
Mendengar itu mereka pun mengelak saling menyukai.
Kemudian Liwon memberitahu bahwa sepertinya putra pemilik burung Jinjo itu masih hidup.
Liwon berbohong hanya untuk kali ini saja.
Menurut surat ini, dia menghilang dan akan butuh waktu untuk menemukannya.
Jika bisa menemukan putranya, maka kasus itu sepertinya akan berjalan lancar dan mereka dapat menjatuhkan hancul sebelum pernikahan.
Mendengar itu Liwon merasa Ikang tidak ingin melanjutkan pernikahan.
Liwon tidak terima hal itu, karena Ikang harus menemukan putra pemilik burung Jinjo dan menggunakan buktinya untuk menangkap hancul.
Tiba-tiba putra pemilik burung Jinjo itu masuk dan dia bingung kenapa Liwon menyembunyikan bahwa dia ada di Hanyang.
Dali kaget kenapa Liwon melakukan itu, sedangkan Liwon kaget karena tiba-tiba Ikang bisa tahu bahasa King.
Dan Ikang melihat luka yang sama bahwa dia benar-benar anak dari pedagang burung Jinjo.
Ikang meminta Liwon untuk menjelaskan itu, karena dia sudah tahu bahwa Liwon sengaja berhianat demi Uhui.
Mendengar itu Liwon pun kaget karena Ikang sudah tahu hubungannya dengan Uhui.
Kemudian Ikang meminta Liwon untuk tidak terlibat lagi dengan kasus insiden Diesa.
Itu karena Liwon telah membohonginya.
Dan dia menyuruh Shinwon untuk membawa anak dari negara King dan menginterogasinya.
Liwon pun masih bingung karena Dali berani memberi perintah itu, karena seharusnya yang memberi perintah adalah Ikang.
Ikang mengajak Dali untuk pergi bersama karena jika hancul tahu tentang anak dari King, maka hancul akan membunuhnya, jadi dia harus bersembunyi untuk sementara.
Pada saat itu Dali tahu bahwa Ikang sedang banyak pikiran.
Dia melihat Ikang yang hampir meneteskan air mata, dan dia menyuruh Ikang untuk menangis tanpa menyembunyikan perasaannya.
Tapi Ikang merasa sudah tidak ada waktu untuk bersikap sentimental.
Itu karena balas dendamnya sudah dekat, jadi dia tidak akan membiarkan dirinya goyah.
Tapi Dali merasa Ikang hanya berpura-pura tegar padahal sebenarnya terluka.
Dali pun memeluk Ikang dengan erat, karena saat sedih seperti itu, Dali ingin ada seseorang yang memeluknya.
Dia tahu karena tubuh Ikang adalah tubuhnya.
Jadi Dali merasa Ikang juga menginginkan hal yang sama karena mereka berbagi tubuh, jadi mereka juga bisa berbagi duka.
Tapi Ikang akan merasa hancur jika Dali memeluknya serat itu, dan Ikang juga mengingatkan bahwa di antara mereka ada batas, meski itu tidak terlihat.
Karena jika Dali melewati batas, maka Dali akan menyesal, karena tidak akan ada jalan untuk kembali.
Liwon berada di depan kediaman Uhui dan Uhui bersembunyi ketika melihatnya.
Kemudian Liwon pergi, Liwon merasa harus bisa menyembunyikan perasaannya dan tidak boleh ragu.
Tapi sepertinya Uhui tahu jika masih ada cinta di hati Liwon.
Liwon memberitahu bahwa ada bukti hancur masih memiliki burung Jimjo.
Mendengar itu Ikang pun terkejut dan ingin tahu lebih jauh.
Kemudian Dali meminta Ikang bersikap tenang.
Kemudian Liwon menjelaskan bahwa anak dari King itu merasa tertipu, jadi dia tidak akan membuka mulut dengan mudah.
Dan di dalam buku, ada semua informasi dari anak itu tentang burung Jimjo.
Tapi sebelum Liwon memberikan buku itu, dia minta Ikang berjanji satu hal.
Walaupun Ikang menjatuhkan hancur, Liwon meminta Ikang untuk membiarkan Uhui hidup.
Kemudian Dali yang ada di tubuh Ikang meminta Liwon untuk meninggalkan buku itu dan dia akan mempertimbangkannya.
Itu antara Putra Mahkota yang sudah kehilangan orang berharga dan Liwon yang mencoba melindungi kekasihnya.
Jadi Putra Mahkota akan memberikan jawaban tentang Uhui setelah mempertimbangkannya.
Ikang pun penasaran kenapa Liwon menulis buku itu kalau pada akhirnya berhianat.
Liwon merasa hanya menundanya, karena jika hancur jatuh maka Uhui akan jadi budak.
Tapi dia juga tidak bisa membiarkan Ikang berada dalam bahaya.
Liwon tidak tahu harus berbuat apa.
Jika Liwon memohon, apa itu akan menghapus fakta bahwa dia telah menghianati Ikang.
Dan kalaupun dia membakar buku itu, apa dia bisa menarik kembali kata-kata kejamnya pada Uhui?
Liwon merasa selalu bersikap pengecut.
Tiba-tiba Dali memeluk Ikang dari belakang, dan Ikang meminta Dali untuk tidak melewati batas.
Dali hanya penasaran apakah ada informasi baru yang Ikang dapatkan,
dan Ikang merasa racun Jimjo akan hilang kekuatannya dalam tiga hari setelah diambil.
Dan Hansu menguasai Joseon dengan burung Jimjo, dia tidak akan membuang sesuatu yang begitu berharga,
jadi dia pasti masih memiliki burung Jimjo itu.
Dahulu, karena insiden tidur bersama itu, Ikang hampir menjadi budak pemerintah,
jadi raja memintanya untuk tidak melawan Hansul, karena insiden giesa masih belum berakhir,
dan sepertinya burung Jimjo masih hidup, jadi mereka harus menemukan burung Jimjo dan mengungkap siapa pemiliknya.
Meskipun itu Hansul, dia tidak akan bisa lolos dari tuduhan makar, jadi mereka hanya perlu bukti yang kuat.
Mereka harus menangkap burung Jimjo hidup-hidup di kediaman Hansul, dan Dali merasa harus menggeledah kediaman Hansul.
Ternyata Tuan Heyo adalah kakak dari Hansul, dan saat bertemu,
Tuan Heyo merasa sikapnya berbeda sekarang sampai Hansul tidak melihat sosok kakaknya lagi.
Tapi Tuan Heyo merasa dialah yang kehilangan adik yang dia sayangi.
Ternyata Hansul memanggil Tuan Heyo untuk mencari tahu tentang Dali yang dari keluarga Park.
Kemudian Tuan Heyo memberitahu bahwa Dali adalah keponakan istrinya.
Mendengar itu Hansul bingung, jika keponakan istrinya seharusnya Dali adalah putri dari keluarga bangsawan,
bukan menjadi pedagang kemudian kasim dan sekarang menjadi dayang.
Tuan Heyo pun memberitahu bahwa Dali bekerja serabutan untuk hidup setelah orang tuanya meninggal,
dan Dali adalah gadis yang telah menyelamatkan putrinya.
Jadi Tuan Heyo berjanji akan melindunginya dengan segenap jiwa,
dan jika Hansul mengganggunya, maka Tuan Heyo tidak akan tinggal diam.
Mendengar itu Hansul merasa kakaknya datang hanya untuk memberinya peringatan.
Dan Tuan Heyo meminta Hansul untuk berhenti.
Seharusnya Hansul sudah puas, karena balas dendam sedalam apapun tidak akan ada artinya.
Kepala dayang masuk ke kamar Dali.
Dia mencari sesuatu dan menemukan surat yang sepertinya Yikang sembunyikan.
Dali iri saat melihat anjing yang tinggal di istana dan diberi makan oleh orang.
Kemudian Dali ingat bahwa burung Jimjo dipelihara oleh Hansul dan tidak mungkin dilepaskan.
Bagaimana makhluk yang terkurung bisa makan kalau tidak ada yang memberinya makan?
Yikang pun sadar bahwa dulu orangnya Hansul membeli burung Jimjo kemudian membakar rumah pemilik burung itu dengan mengenakan topeng.
Dali dan Yikang menemui Tabib yang pernah berhubungan dengan pemburu ular.
Dan itu karena mereka harus menemukan pemburu ular yang memberi makan burung Jimjo.
Karena makanan burung Jimjo adalah ular.
Tapi Dali merasa Yikang tidak bisa langsung bertanya bahwa orang itu yang memberi makan burung Jimjo.
Jadi mereka bertemu dengan Tabib yang mengetahui pemburu ular itu untuk mencari informasi tentang pria bertopeng.
Yikang yang berada di tubuh Dali itu yang mencari pemburu ular.
Karena jika Putra Mahkota dan pengawalnya yang mencari dan Hansul mengetahui itu, maka itu akan berbahaya.
Jadi Dali adalah orang yang tepat karena tidak akan diawasi.
Tapi Yikang dan Tabib itu sulit untuk menemukan pemburu ular bertopeng itu.
Yikang merasa sangat kelelahan dan dia beristirahat di tepi tebing.
Dan pada saat itu gambar pemburu ular itu terbang dan jatuh di depan pemburu ular bertopeng itu.
Ternyata penjaga burung Jimjo adalah Kepala Dayang.
Dia yang memberi makan burung Jimjo itu yang berupa ular.
Pada saat itu Hansul menemuinya dan Kepala Dayang memohon ampun karena dia gagal memberi Dali obat kemandulan.
Kemudian dia memberikan surat yang dia temukan di kamar Dali dan itu seperti surat cinta.
Walaupun tidak ada penyebutan nama Liwon, tapi Hansul pikir itu adalah surat cinta dari Liwon untuk Dali.
Dan Kepala Dayang pun mengerti dan akan melakukan segala macam cara.
Kemudian Hansul meminta Kepala Dayang untuk menyingkirkan Dali karena wajahnya sangat mengganggunya.
Ikang melihat sebuah keluarga yang terbunuh secara misterius.
Dan saat tabib memeriksa, sepertinya itu bukan karena racun, karena jarum peraknya tidak bereaksi.
Karena jika karena racun, biasanya jenazahnya bengkak dan menghitam.
Tapi jenazah itu tidak membusuk dan menghitam.
Jadi ikang pikir itu karena racun Jimjo.
Kemudian ikang menemui ibu dari keluarga yang meninggal itu.
Dan saat ikang memperlihatkan gambar pria bertopeng, ibu itu sangat ketakutan.
Ibu itu membenarkan bahwa pria bertopeng itu yang membunuh keluarganya.
Dan ikang pun memberitahu bahwa pria itu juga membunuh keluarganya.
Jadi ikang meminta ibu itu untuk memberitahu tentang pria bertopeng itu,
agar bisa membalas dendam atas kematian keluarganya.
Kemudian ibu itu memberikan sesuatu kepada ikang.
Setelah pria bertopeng itu membunuh keluarganya,
dia menjatuhkan sebuah benda dan ibu itu mengambil benda yang seperti kantung wangian.
Ibu Suri menemui Putra Mahkota.
Dia merasa Putra Mahkota tidak bertindak apa-apa saat kepala daya menculik Dali.
Bahwa Dali mempertaruhkan nyawanya untuk menolak obat kemandulan.
Mendengar itu Dali menjadi bingung karena dia baru tahu hal itu.
Dia baru tahu bahwa noda obat itu adalah obat kemandulan yang hampir dia minum.
Pada saat sedang berjalan, ikang bertemu dengan ibu dan ayah Dali.
Ikang belum sadar saat itu bahwa mereka adalah orang tua Dali.
Dan mereka merasa kesal dengan kelakuan putrinya itu.
Mereka membawanya masuk dan Hongnan merasa lega karena akhirnya bertemu dengan Dali.
Kemudian mereka mengikatnya agar Dali tidak bisa melarikan diri.
Ikang sangat kesal karena dia harus segera kembali ke istana.
Dan mereka akan memberinya obat tidur agar Dali dapat tenang saat naik kapal.
Kemudian ikang meminta mereka untuk memberi pesan kepada Putra Mahkota.
Mendengar itu Hongnan terkejut karena bagaimana bisa keponakannya mengenal Putra Mahkota.
Dan saat melihat luka di pergelangan tangannya yang menghilang, Hongnan sangat kaget.
Dali yang ada di tubuh Putra Mahkota pun sedih saat melihat ayah dan ibunya yang dia rindukan.
Saat itu ayah dan ibunya menunduk untuk menghormati Putra Mahkota.
Dan Dali pun menjelaskan bahwa dia adalah putri mereka.
Kemudian mereka menjelaskan bahwa tubuh mereka tertukar saat jatuh di dalam air.
Ayah dan ibunya itu tidak percaya dan merasa itu seperti cerita yang ada di buku cerita.
Hongnan ingat dengan perkataan Dewa Jodoh tentang tanda segel benang merah takdir.
Jadi Hongnan meminta mereka semua untuk keluar.
Sementara itu, dia akan berbicara dengan Putra Mahkota.
Kemudian Yi Kang meminta Hongnan untuk menceritakan tentang bekas luka di pergelangan Dali.
Dan Hongnan menceritakan bahwa dahulu Dali pernah jatuh ke dalam air.
Dan luka merah itu tiba-tiba muncul di pergelangan tangannya.
Setelah itu, Dali kehilangan ingatannya.
Tapi Hongnan hanya memberitahu sampai di situ,
dia tidak memberitahu bahwa Dali adalah istrinya yang seorang Putri Mahkota.
Kepala Dayang ditugaskan untuk menangkap Dali.
Mendengar itu Dali merasa sangat marah.
Dan Kepala Dayang merasa tidak akan berani melawan Putra Mahkota jika tidak ada titah dari Raja.
Ternyata Raja diberitahu oleh Han Chul bahwa Lee Won berselingkuh dengan Dali.
Dan bukti telah ditemukan di kediaman Dali.
Han Chul pikir, yang terpenting bukanlah jenis buktinya,
melainkan bagaimana cara menghukum mereka berdua.
Mendengar itu Raja hanya dapat menurut apa yang sudah diputuskan oleh Han Chul.
Kepala Dayang menuduhnya atas perselingkuhan,
karena Dali terlihat keluar masuk dari kediaman Lee Won sebelum menjadi Dayang Istana.
Dia menunjukkan surat-surat yang ditulis Lee Won untuk Dali.
Dan Kepala Dayang memberitahu bahwa Lee Won saat ini juga dalam masalah.
Ternyata Lee Won sedang diinterogasi oleh Han Chul tentang surat itu.
Saat melihat isi surat itu, Dali merasa konyol karena surat itu tidak seperti surat cinta.
Itu hanya satu baris kalimat.
Bagaimana bisa itu disebut perselingkuhan?
Mereka seperti sengaja mencari-cari kesalahan.
Tapi Kepala Dayang merasa itu adalah urusan para Dayang.
Jadi Dali akan ditangani sesuai hukum para Dayang.
Kemudian Dali meminta Kepala Dayang untuk meninggalkan surat itu dan pergi dari kamarnya.
Dali menemui Ikang dan akan menjelaskan bahwa surat itu ditulis oleh Putra Mahkota untuk Dali.
Tapi menurut Ikang, jika Putra Mahkota mengaku menulis surat itu,
maka Ibu Suriagung akan menggunakannya untuk menjadikan Dali selir kerajaan.
Dan jika Putra Mahkota menolak, maka dia akan menuduh Dali bersalah karena menolak anugerah Putra Mahkota.
Lalu Dali akan dihukum pancung.
Karena itu, Ikang meminta Dali untuk tidak melakukan apapun.
Karena jika Dali melakukan sesuatu maka mereka akan dapat membuatnya mandul.
Dan Ikang merasa tidak bisa menjadikan Dali sebagai selirnya.
Karena itu akan membuat Ikang harus menjalani pernikahan paksa dengan mengambil selir yang tidak dia sukai.
Mendengar itu Dali sangat sedih dan dia pun meninggalkan Ikang.
Ternyata sebelumnya Hong Nan meminta Ikang untuk berjanji.
Saat ibu mereka kembali, tanpa ragu-ragu, Ikang harus melepaskan Dali.
Karena hal itu, Ikang harus tetap bisa menyembunyikan perasaannya, agar bayangannya tidak terlihat.
Dali mencari surat cinta yang Putra Mahkota tulis untuk Putri Mahkota, dan sedol menunjukkan tempat itu.
Pada saat itu Dali melihat baju dan perhiasan yang sebelumnya dia buang.
Dan ternyata Ikang memungut baju perhiasan itu dan menyimpannya.
Akhirnya buku harian itu ketemu dan sedol penasaran kenapa tiba-tiba Putra Mahkota mencari buku harian itu.
Dali menjelaskan bahwa surat cinta yang menjadi bukti perselingkuhan itu ditulis oleh Putra Mahkota.
Dali akan menunjukkan itu untuk membersihkan namanya.
Tapi sedol khawatir apakah ibu Suri akan percaya begitu saja.
Ibu Suri pasti akan menjadikan Dali sebagai selir Putra Mahkota.
Tapi Dali tidak peduli hal itu karena dia harus memadamkan api terlebih dahulu.
Dali membaca buku harian yang ditulis oleh Ikang, bahwa Ikang merasa tidak bisa tidur karena hatinya tidak nyaman.
Malam begitu kelam dan bulan begitu terang.
Tapi kenapa seolah-olah tertutup awan dan hatinya terasa suram.
Ikang bukanlah dirinya dan dia pun bukan dirinya.
Dan jika mereka kembali, apakah Ikang akan menemukan kedamaian hatinya.
Dali merasa mungkin perasaan Ikang itu bukan tertuju untuk Putri Mahkota, melainkan untuknya.
Ibu Suri merasa sangat marah karena surat cinta Liwon ditemukan di rumah Dali.
Kemudian Dali memberitahu bahwa surat itu ditulis oleh Putri Mahkota.
Itu bukan surat cinta, melainkan hanya sebuah puisi.
Mendengar Putri Mahkota yang menulis surat, itu berarti Dali mengabaikan perasaan Putri Mahkota.
Jadi Dali harus dihukum pancung.
Kemudian Dali memberitahu bahwa Dali tidak pernah menolak Putri Mahkota.
Jadi Putri Mahkota akan menjadikan Dali sebagai selir kerajaan.
Mendengar itu, Ibu Suri langsung memanggil Dayang Yun dan memberi perintah untuk melepaskan Dali.
Karena Ibu Suri menurunkan titah untuk menjadikannya selir kerajaan.
Tapi Dayang Yun memberitahu bahwa saat ini Dali sedang dihukum cambuk.
Mendengar itu, Dali langsung berlari untuk menemui Ikang.
Punggung Ikang penuh dengan darah karena dihukum cambuk.
Dali berlari di tengah hujan dan dia pun memeluk Ikang.
Mereka pun langsung menghentikan cambukan itu.
Dan mereka langsung memohon ampun karena cambukan itu mengenai punggung Putri Mahkota.
Darah mereka mengalir dan bersatu.
Tiba-tiba cahaya bersinar dari tubuh mereka berdua dan mereka pun pingsan.
Akhirnya mereka berdua sadar dan Dali merasa tubuhnya telah kembali.
Ikang juga merasa tubuhnya sudah kembali.
Kemudian Dali kembali pingsan dan Ikang memeluknya.
Ikang sangat marah dan akan membunuh mereka semua yang menyakiti Dali.
