Kamera 1 : Gopro 10 Black Kamera 2 : Dji Pocket 2 + WIDE ANGLE LENS Kamera 3 : Iphone 13 Pro Max Kamera 4 : Samsung S21 Ultra Kamera 5 : Insta 360 GO 2 Kamera 6 : Gopro 9 Black + Max Lens Zoom Unit : Panasonic HC-V385 Drone : DJI mini 2 Lighting : Litra Torch 2.0 Transport Unit : Livina VL 2019 & Honda CRF150L PC : i7 & RTX2060 32gb ram Laptop : Lenovo Legion 7i Genset : HYUNDAI 1880di Watch : Garmin Instinct Solar Surf Powerbank : Sniper PowerHome 40800Mah Tripod : Fotopro X-go Mini Carbon Fiber Monopod : Kingma powerhand grip 5200mah Remote : The Remote Gopro 9 Chest Strap : Gopro Chesty Perfomance
Set Tackle : 1. DAIWA STEEZ CT SV TW 700XHL BC 2. DAIWA STEEZ A TW HLC 2021 BC 3. SHIMANO CURADO DC 151 XG BC 4. ROD SHIMANO ZODIAS x2 BC 5. ROD RODFORD BATTLER BC 6. ROD RELIX KANCRA BODAS BC 7. ROD RELIX KANERA BC 8. ROD PIONEER MICROJIG SOLID CARBON SPIN 9. ROD RELIX KANCRA TOR SPIN 10. RYOBI MATURITY 2000 SPIN 11. KASTKING SHARKY BAITFEEDER SPIN 12. FUGU TORA PRO 1000 SPIN 13. TEGEK : ALL BRAND
Guys, hari ini kita akan coba mancing bersama Mamah guys.
Kita dapat paket dari bank Cefianwar ini.
Nanti kita mau coba di pemancingan, oke?
Kita nggak coba mancing liar, guys.
Masalahnya di sini banjir.
Jadi kita mau coba sekali-kali lah mancing ke kolam.
Kita buka ya, guys.
Apa isinya?
Ini ternyata esen premium dari Om Cepi.
Nah, ini guys esen dari bank Cepi ini.
Isinya satu paket itu ada tiga, guys.
Jadi nggak kayak esen yang biasa itu cuma dikasih satu.
Ini langsung tiga.
Mantap, cuy.
Udah, udah, udah.
Terus dia, Bo.
Masya Allah.
Jangan lepas. Lihat dulu.
Ayo coba teruskan, Bo.
Pegang sini, Nay.
Segang di sini.
Kayak gini, Nay.
Ngajari orang nganu ikan besar.
Sini, Am.
Udah berani, Kak?
Berani, berani.
Berapa? Ini berapa kilo?
Mana tau.
Di serok, Kak?
Ibuk dia, guys.
Serok, serok, serok.
Bisa, Kak?
Bentar, Pak.
Ya, ya. Sabar, sabar, sabar.
Sabar, sabar, sabar.
Nggak usah diputar dulu, belum.
Nah, putar, Am. Kalau dia ada Cepi itu.
Aku melihat.
Iya, iya, iya.
Ya Allah, lihat bentuknya, ya Allah.
Ada yang panik, guys.
Ada yang panik.
Ketarik banget.
Ya Allah.
Ya Allah, ya Tuhan.
Masya Allah.
Besar banyak yang makan.
Monster, Pak.
Sabar, sabar.
Draknya sampai menjerit, cuy.
Belum kelihatan kepalanya, tuh.
Belum, belum, belum.
Mudah-mudahan, nggak ada.
Mudah-mudahan, nggak ada putus.
Takutnya putus, ya lah.
Itu udah drak mati, tuh, padahal.
Drak mati 2 ribu, tuh.
Nah, nah, nah.
Iya, iya, iya.
Amankan, amankan, amankan.
Ya Allah.
Taruh, taruh, taruh.
Gila, keren, cuy.
Astaga, kena matanya, lah.
Hampir lepas, padahal.
Kena matanya, cuy.
Emang rejeki, tuh.
Emang umpannya mantap, cuy.
SN-nya mantap.
Ini ada timbangan, lah.
0,88.
0,8, lah.
Itunya 0,8.
Yang megangnya kok gotar.
4, 4,5.
4,5.
Keren, guys.
Umpan rahasia Cepi Anwar.
Joss.
Dirilis lagi.
Kena matanya aja, cuy.
Ini kalau kita beli
SN-nya, guys.
Dapat semua ini.
Resep-resep ikan.
Bahkan ikan yang tidak ada di sini pun
bisa ditanyakan sama timnya, guys.
Jadi kalau kita beli SN ini,
ada timnya.
Tim untuk kalian curhat.
Kita juga bisa
request, guys.
Mau ikan apa, nanti sama tim
formulasinya bisa dibikinkan, loh.
Ini kelebihannya, nih.
Kelebihan SN Bang Cepi.
Dan memang ikan yang makan
ganas-ganas.
Selain bisa buat kolam,
juga bisa buat mancing liar.
Nanti kalau ada waktu kita coba mancing liar.
Karena ini
kondisinya belum bagus nih buat mancing liar.
Ini sebenarnya tempat pemancingan
yang paling rewel ikannya, guys.
Di sini, guys.
Pake SN Bang Cepi, langsung
gila-gilaan ikannya.
Kayak belum pernah ketemu umpan aja, nih.
Si Mamah Pai udah dapet 4 kg, dia.
Gimana?
Rasaannya? 4 kg?
Berdebar-debar.
Rasa jatuh cinta.
Mancingnya kecil, guys. Langsung dapet yang besar.
Kaget dia. Kita coba lanjut lagi.
Oh, sebelah sana
dapet lagi, guys.
Besar, tuh.
Sampai mengeleok
reel-nya.
Sabar, sabar.
Masih kuat tenaganya.
Masya Allah.
Jumbo-jumbo, guys.
Trisula maut.
Ikan yang kelepek-kelepek.
Mantap.
Serok, Pai.
Sini, sini.
Jangan main itu dulu.
Mandi.
Bismillahirrahmanirrahim.
Aku menyerokkan malah.
Tidak bisa ngangkatnya, kita.
Mandi, saya.
Mandi, cuy.
Sadis, sadis, sadis.
Limbang lagi kah?
Angkat dulu, angkat dulu.
Undut.
Lima.
Lima koma
lima koma lima.
Gila.
Udah beda sekilo.
Mantap.
Kita jadi penonton, guys.
Jorannya agak naik sedikit.
Untang-untang apa?
Dia berani sama cewek, guys.
Penonton tertawa, guys.
Mama heboh sendirian dia.
Mancing, Pai.
Ini jatuh dengan keneng ini.
Angkat sedikit lagi kerjorannya.
Ngamuk dia, guys.
Masih kuat.
Sabar, sabar, sabar.
Jangan, jangan, jangan.
Masih kuat tuh.
Kayaknya membesar dari yang tadi.
Kayaknya.
Belum terlihat.
Hanya lempar ya padahal
aku berapa kali lempar situ sudah.
Keberuntungan nih.
Atau esennya emang keren nih.
Esennya keren nih, ganas.
Besar, cuy.
Kena mata kayak tadi.
Tadi tuh kena matanya yang ngeri.
Berdebar hatiku.
Ya Allah, ya Allah.
Paksa berurut nih.
Belum pernah merasa.
Dua kali dia.
Jangan, jangan di situ.
Ya, mantap.
Akhirnya.
Kurang lebih yang tadi, Ma.
5,5 juga.
Bergetar.
Untuk pemesanan,
link ada di deskripsi.
Oke, mantap, cuy.
Ini bahannya pisang sama pelet, guys.
Dicampur air hangat.
Terus terakhir dikasih esen.
50 kilo.
Ini berapa ya, Pak?
Kagak tahu.
Ini yang ketiang di boliknya.
Aduh, Allah.
Kagak sangkut. Besar tuh memang kayak itu, Bang.
Nah.
Masya Allah.
Menggelebur-gelebur.
Jauh dibawanya ke sana lah, Pak.
Mantap.
Pokoknya
big patin.
Masya Allah.
Kedap hirian lah.
Kan sudah semuanya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Berat banget.
Masih
besar pun sidaknya.
Lima-an aja nih.
Lima-an.
Lumayan lah.
Gila, gila.
Tinggal gini yang belum nih.
Bismillahirrahmanirrahim.
Dadah.
Kemancingan disini biasa malam rame, guys.
Karena PPKM ini
gak ada yang mancing.
Terkenal paling rewel.
Tapi mereka sudah dapat besar-besar ya.
Esennya
ampuh.
Mama Fais sudah dua, saya baru satu.
Mantap.
Keren.
Besar atau halus?
Astaga naga.
Beliau dapat lagi, guys.
Curang sekali, guys.
Putus.
Kalah PE-nya.
Melawan dia.
Enggak, maksud bapak.
Mahajarnya
masih agak kecil sebenarnya.
Lumayan, cuy.
Daripada pejong.
Subhanallah.
Yuk naik dulu.
Kita mau ajan.
Naik dulu ya, cuy.
Ngeri.
Astaga.
Naik dulu, ajan.
Belum, cuy.
Masih melawan.
Bismillahirrahmanirrahim.
Dapat juga.
Ada uangnya.
Ayo angkat sedikit dulu.
Sangkut, cuy.
Menjerit.
Astaga.
Induknya ini.
Induknya ini, cuy.
Induknya ini.
Tangan satu.
Rekor Mama Fais, cuy.
Tujuh, cuy.
Mantap.
Liris.
Liris ke panci? Jangan.
Aduh.
Rekornya 7 kg.
Nyokpo tadi sampai
nggak ditimbang gara-gara 7 kg.
Kalah pamor, guys.
Kasihkan ke suami
sama istri muda.
Mantap.
Beware langsung, guys.
Dapat lagi dia, cuy.
Kami melongo ini.
Masya Allah.
Apa dia bisa menyipa kayak gitu?
Karena dia marah.
Agak kecil, Ma.
Agak kecil.
Mudahan mengecil.
Mudahan kecil.
Mantap, bos.
Kenapa pada yang titik, Pai?
Di bawahnya lari lagi.
Di situ gudangnya, rupanya.
Apa yang Pai buang, tuh?
Pilet.
Kuat, Nyok.
Yang Pai lempar, tuh, piletnya.
Langsung dirilis.
Wih, bu Gayo.
Sementara dia dapat.
Bu Gayo kegaya kau, ya.
Dilarang sombong,
kata Tuhan.
Sombong karena ini, guys.
Dilarang sombong, guys.
Tolonglah kami yang bojas ini.
Nah, ini karena nggak pakai esen, guys.
Sampai terkantuk-kantuk
menunggu.
Bangun, cuy.
Lain, nggak?
Masya Allah.
Jampi-jampi apa ini, guys?
Saya menyerah, guys, melawan Mama, Pai.
Mantara di mananya, Pai?
Di piletnya.
Waduh.
Tidak benar ini.
Kita blacklist saja, Mama, Pai. Yang dari kolam bahaya.
Di blacklist saja.
Dapatnya besar terus, guys.
Habis kolam dikuras.
Keren.
Mantap.
Kita melongo, nih.
Melongo aja, guys.
Seperti manjat, ya, Pai?
Iya, iya.
Sabar ya, nak.
Padahal itu berdekatan, ya.
Punya dia terus yang dimakan.
Wedan.
Mantara di pilet.
Beda yang ini, hitam.
Satinnya hitam.
Untung Pai nggak mandi.
Hitam, satinnya.
Sehitam hatiku yang bocos.
Kasian deh, lho.
Udah, berhenti mancing, berhenti.
Gantian, dong.
Dapat terus, ya.
Ya Allah.
Kenapa?
Paham, nak.
Mantra.
Dudahi.
Untung.
Lingsirungi.
Dapat.
Lemuk, cuy.
Masa Allah.
Masa, cuy.
Gila.
Kolam monster.
Bikit lagi.
Nih, Pai.
Kalo nggak pake esen, nggak dimakan.
Makanya Pai itu ngantuk tadi.
Coba pake esen, dapet.
Sama mantra.
Lingsirungi.
Yos, gandos.
Harum.
Wangi.
Lingsirungi.
Kalo lagi mancing,
Ngomong mantra aja,
Lingsirungi.
Ketawa dia, guys.
Ketawa dia.
Sudah, jangan dihitung.
Striknya jangan dihitung.
Kesukaan dia.
Tiga kali.
Besar nih kayaknya.
Besar, cuy.
Masa Allah.
Sesuai lah dengan orangnya.
Mantap.
Yang kecil dapet kecil.
Potes.
Lain potes.
Potes.
Mana dia?
Potes.
Aku nggak berani berdiri.
Kenapa?
Takut mencepur.
Monster.
Banget.
Gimana, guys?
Sudah cocok jadi pembawa acara gosip?
Salah.
Gua kira jadi pembawa acara gosip.
Masih kuat.
Besar nih kayaknya.
Jangan 8 kilo.
Kira-kira ada lah estimasi.
Kira-kira ada.
5,85.
Turun dari yang tadi.
Gendut.
Gendut, pendek.
Maaf ya, ikannya dirilis.
Tidak dibuat dimakan.
Ini sebenarnya juga mau saya rilis.
Mau nggak, Pay?
Besar nih, Pay.
Mau coba nggak, Pay?
Bisa nggak?
Besar loh, Pay.
Putus jantung, Pay.
Gila.
Liar.
Kayak kucing liar.
Nah.
Buku mulu.
Di ulu.
Kita kena ejek istri, guys.
Gak apa-apa, guys.
Yang penting dapat.
Maaf, Pay. Malam nanti goreng di luar.
Ibu hamil, cuy.
Dapat ikan, cuy.
Ibu hamil, cuy.
Ditolong, cuy.
Ibu hamil, cuy.
Ditolong, guys.
Jangan, loh. Besar ini.
Besar.
Tolong.
Bisa nggak?
Bisa.
Keren banget, rupanya.
Sedang, lah.
Bisa langsung angkat.
Bisa aja, kayaknya.
Sudah hafal.
Sombong.
Dilarang tekabur.
Mak.
Bebujur, men.
Sangkut, kah?
Bisa kagak lepas?
Menyerah realnya.
Realnya menyerah, cuy.
Masih berdiam di situ, dia.
Tidak mau kalah.
Lepas, kah?
Nggak, lepas.
Lepas dari batang.
Naik, nih.
Yakin aku naik.
Eh, mana dia?
Belum terlihat.
Jumbo.
Jumbo, guys.
Double strike, guys.
Hah? Double strike, ah?
Double strike, cuy.
Bingung saya ngertamnya, cuy.
Nah, nah.
Kenapa itu, tuh?
Ngeri, oi.
Ngeri, cuy.
Lepasnya, maaf, tay.
Ada yang mau timbul-timbul.
Arahkan kesini, lah.
Juara, nih.
Juaranya tadi 7.
Berapa, nih, Pak? Kira-kira, Pak?
Kayaknya 10 atau 8.
8, nih, Pak.
6, ya?
Belum.
Masih tersenyum, dia.
Guys, yang mau coba
esen dari Bang Cepi,
nih, link-nya
di deskripsi, ya.
Keren, cuy.
Sesuai dengan mereknya, Trisula Maut.
Keren.
Capek kita, guys.
Rehat.
Dan pulang dulu.
Sudah kuning. Masak.
Sudah.
Sebelahnya, Mak. Sudah, Mak.
Nah, ini patinnya.
Patin jumbo.
Patin jumbo, guys.
Mau makan, Bang?
Jangan sedikit, Bang.
Enak, ini.
Yuk, coba, guys.
Teksturnya udah manis.
Mantap, guys.
Mantap, kan?
Rasa asli ikan patin jumbo.
Wow, mantap.
Kasih, kasih oyennya.
Oh, iya.
Kasih oyen.
Jangan dilempar, Bang.
Ambil ini, Bang.
Kasih oyen.
Tupi tak kasih juga, Bang.
Yuk, Bang. Lanjut, Bang.
Makannya, Bang.
Ikan.
Ikan apa? Ikan patin.
Enak.
Enak sekali, ya.
Besar.
Beratnya 3 kg.
Mantap.
Pegang kayak gini.
Gak apa-apa, Mak.
Lucu, ya.
Mantap, lah.
Kasihkan ke teman cewek, Pak, ya.
Biar dia histeris.
Lari.
Nama pemiliknya, Pak.
Nama pemiliknya.
Halo, Nando.
Enaknya berjemur.
Gak apa-apa, Mak.
Pegang perut. Nah, Pak.
Benapas.
Yuk, keluar, yuk.
Jangan, Bo.
Kesian.
Kenapa, Pak?
Gak apa-apa.
Gak ada giginya.
Kadal, ya?
Iya. Biawak.
Godzilla.
Iya, memang kadal.
Nandes, Nandes.
Kita kenal Nandes, lah.
Ini kayak biawak jalan.
Kayak komodo.
Pintarlah, Pak.
Anak Godzilla.
Kayak anak Nandes.
Kita dorong-dorong.
Iya, Am.
Kayak anak Nandes.
Gak mau cewek, Mak.
Kucing itu tidur situ.
Gak ada apa-apa, Mak.
Bok biasa pecah.
Masuk dia sudah, Pak.
Kandang, Pak.
Makan dia, Pak.
Kepala ayam.
Mak, lihat, Mak.
Nandes makan kepala ayam, Mak.
Tidaknya bekunyah lagi, Mak.
Langsung hap-hap-hap.
Masya Allah.
Pintarnya, guys.
Bisa lah, Pak.
Mandi, ya.
Berani, Dede.
Astaga.
Mandi, mandi, mandi.
Dede, jangan, Dede.
Ngeri, Dede.
Kayak itu minum mandi itu, lah.
Air sirih, kah?
Biasa.
Kalau sakit belum biasa pakai air sirih, Pak?
Hah?
Kalau sakit, lah.
Itu, itu anaknya.
Kopetnya.
Tradisionalnya, Pak.
Tinggal anaknya pilih.
Handap di tongseng.
Rica-rica.
Mau apa, Pak?
Masak kecah.
Masak dendam.
Jangan, lah. Sudah besar.
Sayang.
Panjang, lah.
Panjang.
Kepalanya di sana, Mak.
Geli.
Kenapa? Kepalanya di lap, kah?
Oh, kayak itu.
Masya Allah.
Warnanya sudah keren.
Sudah mandi, bersih.
Masukkan.
Warnanya itu, Nak.
Bisa simetris, kayak itulah.
Di badannya, tuh.