Sekelumit Sejarah Candi Borobudur

Bali Bening
523 pengikut
268 Tayangan video·22 Agu 2026
Kenapa situs Barabudur menghadap ke sisi timur?
Itu karena situs Barabudur ini merupakan situs peninggalan agama Buddha.
Tetapi karena dibangun di Jawa, ada pembauran antara Buddha Jawa dengan ajaran Buddha.
Kalau kita merujuk pada anggapan kepercayaan masyarakat Buddha,
sebelum Hindu dan Buddha masuk ke tanah Jawa, kita kan punya kepercayaan sendiri.
Namanya Kapi Tayan dengan Tuhan yang bernama Sangyang Taya.
Kemudian tempat ibadahnya bernama Sanggar.
Sangyang Taya itu diasumsikan atau didefinisikan sesuatu yang melebihi akal pikiran manusia.
Artinya bahwa kedudukan dari akal pikiran manusia itu lebih rendah daripada Tuhan.
Kemudian, menurut mereka arah timur tempat matahari terbit itu dipercaya sebagai awal mula segala kejadian.
Sehingga situs Barabudur ini menghadap ke sisi timur.
Nama Barabudur diambil dari dua kata, Boro dan Budur.
Boro itu berasal dari istilah Jawa Wihoro.
Kalau dalam bahasa Indonesia menjadi wihara.
Artinya tempat ibadah bagi pemulau agama Buddha.
Kemudian Budur berasal dari kata Beduhur.
Artinya di atas bukit.
Jadi arti dari kata Barabudur adalah wihara yang dibangun di atas bukit.
Kemudian situs Barabudur dibangun pada masa kejayaan Raja Samaratungka.
Dari dinasti Syalendra pada akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9.
Atau sekitar tahun 742 Masai sampai 824.
Dan digunakan atau dipakai sampai awal abad ke-11 atau tahun 1006.
Itu karena di sisi timur laut dari Barabudur.
Dari sini berjarak sekitar 30 km.
Ada sebuah gunung namanya Gunung Merapi.
Tahun 1006 Gunung Merapi meletus dengan sangat besar.
Kemudian pusat pemerintahan Mataramubuno berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Pemulau agama Buddha meninggalkan, mengabekkan, dan melupakan Barabudur.
Kemudian situs Barabudur lenyap dari sejarah.
Tertimbun tanah sekitar 800 tahun.
Kemudian tahun 1811 sampai 1816.
Kita menjadi bagian dari Koroni atau jajan Inggris.
Gubernur dari Inggris untuk Jawa.
Namanya Thomas Talbot Raffles.
Itu berkunjung ke Semarang tahun 1814.
Dia mendapat laporan adanya reruntuhan buing-buing batu berukir di sini.
Kemudian dia mengutus Bapak Kornelis untuk milih video tersebut.
Dan melakukan operasi penggalian dan pembersihan.
Ketika koloni ini dikembalikan dari Inggris ke Belanda tahun 1816.
Proses penggalian dan pembersihan dilanjutkan oleh residen gedu dari Belanda.
Namanya Bapak Hatman tahun 1835.
