Xi Jinping hosted President Trump and President Putin in Beijing during a major diplomatic week. While both received lavish welcomes, the nuances in protocol and outcomes differed. The meetings aimed to stabilize US-China relations and solidify the strategic partnership with Russia, though analysts debate whether these efforts truly benefited China's long-term interests.
Dalam seminggu, Xi Jinping bertemu langsung dengan Presiden Trump menyusul Vladimir Putin di Beijing.
Ini dianggap sebagai pekan diplomatik China terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Namun muncul sebuah pertanyaan.
Dari kedua kunjungan tersebut, upacara, delegasi, dan kesepakatan,
siapa sebenarnya yang berada di atas angin, di permukaan kedatangan keduanya tampak mirip.
Keduanya disambut dengan prosesi seremonial meriah dengan karpet merah,
pasukan anak-anak pembawa bendera,
korps musik militer di lapangan Tiananmen,
resepsi makan malam dan jamuan minum teh dengan si pribadi.
Namun jika dicermati, tampak perbedaan.
Trump disambut di bandara oleh wakil Presiden China,
sementara Putin disambut oleh Menteri Luar Negeri.
Demikian pula dengan pengaturan tempat duduk.
Seorang anggota politburo yang menjabat sebagai wakil Perdana Menteri Eksekutif
ikut mendampingi Xi saat bertemu Putin.
Namun ia absen dalam pertemuan dengan Trump dan Xi.
Seorang pakar urusan China, Alan Fang, berpendapat bahwa sambutan hangat Xi untuk Trump
adalah demi menjaga hubungan AS dan China,
serta menunjukkan kepada publik bahwa ia mampu mengelolanya dengan baik.
Sebaliknya, sambutan hangat Xi pada Putin punya maksud lain,
yaitu memberitahu AS bahwa China punya kartu Rusia,
sekaligus menunjukkan loyalitas Putin.
Kunjungan tiga hari Presiden Trump yang didampingi Menteri Luar Negeri,
Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, dan Perdagangan AS
berfokus pada agenda ekonomi,
dengan mendesak China membeli lebih banyak produk AS.
Sebaliknya, kunjungan Putin lebih singkat, hanya berlangsung dua hari.
Namun ia memboyong hampir separuh dari kabinetnya,
termasuk lima wakil Perdana Menteri, delapan menteri, dan kepala bank sentral Rusia.
Usai kunjungan Trump tidak ada pernyataan bersama ataupun kesepakatan formal,
selain pembentukan dua komite dagang dan investasi.
Gedung Putih mengatakan China sepakat membeli 200 pesawat Boeing,
serta produk pertanian AS senilai 17 miliar dolar per tahun untuk tiga tahun ke depan,
serta melanjutkan pembelian kedelai.
Fokus Beijing dengan Washington cukup sederhana,
yaitu menjaga kestabilan hubungan antar keduanya.
Kontras dengan hasil kunjungan Putin yang menghasilkan pernyataan bersama
guna mempererat kerja sama strategis serta penanda tanganan lebih dari 40 kesepakatan baru.
Hal ini menegaskan bahwa kemitraan antara China dan Rusia kian kokoh,
dan tidak terpengaruh oleh diplomasi AS.
Beberapa analis menilai Xi Jinping keluar sebagai pemenang mutlak.
Sebagai tuan rumah, Xi memanfaatkan keuntungan ini untuk mencitrakan Beijing
sebagai pusat diplomasi global.
Fang berpendapat bahwa kunjungan diplomatik ini bukanlah kemenangan bagi Xi Jinping,
melainkan sekedar upaya pengendalian dampak, rugi banyak atau rugi sedikit.
Keberhasilan China hanya tampak di permukaan,
sementara secara substansi mereka merugi,
karena dipaksa membeli lebih banyak komunitas AS
tanpa berhasil melunakan sikap AS terhadap Taiwan.
Sebaliknya terhadap Rusia,
China terbebani untuk mengeluarkan lebih banyak superdaya
untuk menyokong Rusia beserta upaya perangnya.
Rencana kunjungan Xi ke Korea Utara mengirim sinyal
bahwa pengaruh China tidak terbatas pada Rusia saja.
Langka-langka ini dirancang untuk menunjukkan bahwa
dunia multipolar gagasan Beijing dan Moskow bukan sekedar visi,
melainkan sedang berlangsung.
Menurut Fang, AS dapat dengan mudah menangkal hal ini
melalui penguatan hubungan dengan Taiwan.
Pada akhirnya, tatanan dunia multipolar bergantung pada kekuatan real tiap negara.
Saat ini, Partai Komunis China masih terjerat kelesuan ekonomi tanpa solusi jelas.
Dalam jangka panjang, sejarah kemungkinan besar akan mencatat bahwa
manufaktur diplomatik Xi gagal mengatasi masalah inti China
dan hanya memberikan hasil yang minim.