00:01 Apa yang Akan Dibahas di Pertemuan Trump-Xi? 01:52 AS Kecewa dengan Anggaran Pertahanan Taiwan 02:43 China Larang Taiwan Ikut Majelis Tahunan WHO
Tiga hari lagi, Trump dan Xi Jinping bertemu membahas isu Iran, Taiwan, AI, nuklir, serta kesepakatan dagang dan mineral strategis. ------------ AS menyesalkan besaran dana anggaran pertahanan Taiwan setelah partai oposisi Taiwan memotong 40% dari usulan awal. ------------ China melarang partisipasi Taiwan dalam majelis tahunan WHO. Taiwan tetap kirim delegasi untuk pertemuan di sela acara.
Tiga hari lagi Presiden Trump dan pemimpin China Xi Jinping diperkirakan akan bertemu dan membahas beberapa isu
seperti Iran hingga Taiwan, kecerdasan buatan, senjata nuklir, dan bahkan kesepakatan mineral strategis.
Berikut sekilas tentang apa yang ada dalam agenda.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan pembicaraan pada hari Kamis dan Jumat
yang merupakan kunjungan pertama Trump ke China sejak 2017.
Inilah yang dikatakan pejabat AS ada dalam agenda.
China tetap berhubungan dengan Iran dan menjadi konsumen utama ekspor minyaknya.
Trump telah mendesak China untuk menggunakan pengaruhnya agar Iran menyetujui kesepakatan dengan Washington.
Namun Trump mungkin melebih-lebihkan pengaruh global China,
menurut Alejandro Reyes dari Departemen Politik dan Administrasi Publik Universitas Hong Kong.
Sesementara itu merasa frustasi dengan Washington terkait Taiwan.
China telah meningkatkan kehadiran militernya di dekat Taiwan dalam beberapa tahun terakhir,
namun AS tetap menjadi pendukung internasional terpenting dan pemasok senjata bagi Taiwan.
AS dan China diperkirakan akan menyetujui forum untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi bersama,
sementara China diperkirakan akan mengumumkan pembelian terkait pesawat bowen, pertanian AS, dan energi.
Kedua negara juga akan membahas perpanjangan gencatan senjata dalam perang dagang
yang akan memungkinkan aliran mineral tanah jarang dari China ke AS.
Para penasehat Trump mengungkapkan kekhawatiran yang semakin meningkat
terkait model kecerdasan buatan canggih yang sedang dikembangkan di China.
Mereka percaya kedua belah pihak perlu saluran komunikasi
untuk menghindari konflik yang timbul akibat penggunaannya.
Washington juga telah lama berharap untuk membuka pembicaraan dengan Beijing
mengenai pengendalian senjata nuklir,
meskipun China telah menegaskan mereka tidak tertarik untuk membahas tentang hal tersebut.
Taiwan tengah mengamati pertemuan antara Trump dan Xi.
Pihaknya menyatakan keyakinannya akan stabilitas hubungannya dengan AS
dan berharap tidak ada kejutan dari hasil pembicaraan terkait isu Taiwan.
Xi Jinping diperkirakan akan membahas masalah Taiwan dengan Presiden Trump.
Seorang pejabat jenior AS menegaskan tidak ada perubahan sikap AS terhadap Taiwan.
Kendati demikian, AS kecewa dengan besaran dana anggaran pertahanan Taiwan.
Jumat lalu, Taiwan mengesahkan anggaran pertahanan senilai $25 miliar setelah perselisihan sengit.
Partai oposisi memangkas hampir 40% dari usulan awal.
Anggaran tersebut mencakup pembelian senjata dari AS,
namun mengurangi dana pengembangan senjata domestik.
Menurut Taiwan, berharap Parlemen segera melakukan perbaikan
agar anggaran tersebut lebih optimal dalam menjaga keamanan pulau tersebut.
Senin lalu, China menyatakan pihaknya melarang partisipasi Taiwan
dalam Majelis Tahunan Organisasi Kesehatan Dunia yang akan berlangsung pekan depan.
Menteri Kesehatan Taiwan menyesalkan keputusan itu mengingat meningkatnya tantangan kesehatan global.
Namun pihaknya tetap akan mengirimkan delegasi untuk pertemuan di sela acara.
Taiwan kerap dikucilkan dari berbagai organisasi internasional akibat tekanan Beijing.