
Peringatan 27 Tahun “25 April”: Praktisi Falun Gong di Indonesia Gelar Aksi Damai dan Latihan Berskala Besar
Pada 25 April 1999, puluhan ribu praktisi Falun Gong mendatangi Kantor Pengaduan Negara di dekat Zhongnanhai, Beijing, untuk menyampaikan petisi secara damai. Mereka meminta lingkungan yang legal untuk berlatih serta pembebasan 45 praktisi yang sebelumnya ditahan di Tianjin. Saat itu, Perdana Menteri Zhu Rongji menerima perwakilan praktisi, dan peristiwa tersebut berakhir secara damai.
Aksi tersebut dinilai sebagai salah satu petisi damai terbesar dalam sejarah Tiongkok modern, karena berlangsung tertib dan tanpa kekerasan, serta mendapat perhatian luas baik di dalam maupun luar negeri.
Peringatan peristiwa 25 April tahun ini digelar di berbagai negara di dunia. Di Indonesia, kegiatan serupa juga berlangsung di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Kegiatan ini bertujuan mengenang peristiwa bersejarah sekaligus menyerukan perhatian terhadap isu kebebasan berkeyakinan dan hak asasi manusia.
Di Jakarta puluhan praktisi berkumpul melakukan aksi damai di seberang kedubes China di Jln. Mega Kuningan pada Sabtu, 25 April.
Sebelumnya kegiatan serupa juga telah berlangsung di Surabaya pada Jumat, 17 April. Mereka menyampaikan aspirasi dengan aksi damai di depan kedubes China di jl. Mayjend Sungkono.
Pada Minggu, 19 April, latihan berskala besar juga telah dilangsungkan di Lapangan Bajra Sandhi Renon Denpasar Bali.
Selain mengenang aksi damai, kegiatan ini juga menyerukan penghentian penganiayaan, serta menyuarakan dukungan terhadap gerakan mundur dari organisasi Partai Komunis China yang diklaim telah diikuti ratusan juta orang.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik internasional terhadap isu kebebasan berkeyakinan dan hak asasi manusia, sekaligus mengenang pentingnya penyampaian aspirasi secara damai.
#425 #indonesia #denpasar #falundafa
