
PESAWAT JET TEMPUR MEMENUHI LANGIT. SUARA TEMBAKAN TERDENGAR DI MANA-MANA. PERINTAH MILITER LUMPUH.
Laporan mengenai aktivitas militer besar-besaran di berbagai provinsi China, termasuk Nan Chang dan Mongolia Dalam, memicu spekulasi luas mengenai adanya pembersihan politik atau upaya kudeta. Kehadiran jet tempur, helikopter, dan pengiriman kendaraan militer ke pangkalan Zhurihe terjadi bersamaan dengan kabar penyelidikan pejabat senior serta rumor penangkapan petinggi militer, Zhang Youxia.
Meskipun belum terverifikasi secara resmi, muncul klaim mengenai pembangkangan sejumlah kelompok tentara yang bergerak menuju Beijing. Situasi di markas Komisi Militer Pusat dilaporkan sangat tegang dengan peningkatan status kesiapsiagaan perang yang "diarahkan ke dalam" guna menjaga stabilitas rezim, bukan menghadapi ancaman luar.
Narasi propaganda pemerintah yang terus menekankan loyalitas mutlak justru dianggap oleh para analis sebagai indikasi ketidakstabilan yang mendalam di internal Partai Komunis China (PKC). Ketegangan ini mencerminkan keretakan kepercayaan antara militer, masyarakat, dan kepemimpinan Xi Jinping. Artikel menyimpulkan bahwa rentetan peristiwa ini menunjukkan hilangnya kontrol rezim atas aparat kekuasaannya sendiri, yang berpotensi menuju pada keruntuhan yang tak terelakkan akibat sistem yang dibangun di atas kecurigaan dan pembersihan politik.
