00:11 Tekanan Baru China ke Jepang: Larangan Ekspor Luas, Termasuk Tanah Jarang 02:01 Petugas Keamanan Konsulat China di Los Angeles Lukai 8 Orang
China melarang ekspor mineral penting ke Jepang akibat ketegangan politik, mengancam ekonomi Jepang dan mengganggu rantai pasok teknologi global. --------- Seorang penjaga konsulat China, dibebaskan dengan jaminan usai serang 8 aktivis pro demokrasi di LA. Korban trauma dan mendesak peninjauan hukum.
China memberikan tekanan pada Jepang meluncurkan daftar kontrol ekspor luas yang dapat mengganggu perdagangan.
Beijing mengumumkan hari Selasa bahwa mereka melarang ekspor barang-barang yang disebut barang duwi guna ke Jepang
yang dapat digunakan untuk tujuan sipil dan militer.
Akibatnya logam tanah jarang sekali lagi menjadi sorotan sebagai alat tawar-menawar di tengah ketegangan.
Daftar larangan ekspor China sangat luas, mencakup ratusan produk mulai dari elektronik dan sistem navigasi hingga mineral penting.
Langkah ini menyusul ketegangan berbulan-bulan setelah Perdana Menteri Jepang mengatakan November lalu
bahwa respon militer mungkin diperlukan jika China menyerang Taiwan.
Sejak itu China mendesak warganya menghindari ke Jepang dan memblokir impor makanan laut Jepang.
Namun langkah terbaru ini berdampak ekonomi jauh lebih besar karena mencakup logam tanah jarang.
Para ekonom memperingatkan jika pembatasan logam tanah jarang ini berlangsung lebih dari setahun,
Jepang dapat mengalami kerugian lebih dari 16 miliar dolar AS dan berdampak pada PDB-nya.
Jepang bereaksi pada hal ini, memprotes langkah tersebut dan berjanji akan merespon dengan cepat.
Sementara pasar saham Tokyo jatuh pada hari Rabu dengan perusahaan otomotif dan perusahaan terkait chip mengalami kerugian besar.
China mengendalikan sebagian besar pasokan dunia untuk tanah jarang.
Mineral ini sangat penting untuk segala hal mulai dari sistem pertahanan hingga kendaraan listrik, ponsel pintar dan peralatan medis.
China telah menggunakan logam tanah jarang sebagai alat tawar menawar sebelumnya, misalnya saat sangketa tahun 2010 atas kepulauan Senkaku.
Sejak itu Jepang telah mendiversifikasi rantai pasokannya, mengurangi ketergantungan pada logam tanah jarang China dari 90 persen ke 60 persen.
Setelah merilis daftar kontrol ekspor, Beijing menuduh perusahaan Jepang melakukan damping bahan pembuatan chip murah ke China.
Ini menandakan ketegangan sepertinya akan terus meningkat.
Kabar terbaru kasus penyerangan seorang penjaga keamanan terhadap delapan aktivis pro-demokrasi di luar konsulat China di Los Angeles.
Pria berusia 38 tahun tersebut telah dibebaskan dengan jaminan.
Informasi ini bersumpah dari situs badan hukum dan email yang dikirimkan kepada para korban.
Pada hari Minggu, Wu Xian, seorang warga AS keturunan China yang tim keamanannya disewa oleh konsulat China, menebakkan gas air mata ke arah aktivis pro-demokrasi.
Tak lama kemudian, polisi datang dan menangkapnya karena dianggap tindakannya sudah diluar kendali.
Delapan orang dilaporkan terluka dan tiga diantaranya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Menurut badan hukum, Wu dibebaskan atas perintah pengadilan pada selasa malam.
Tuduhan atasnya ditetapkan sebagai tindak pidana berat.
Sementara itu, penyelenggara aksi protes berkata para korban dan keluarganya merasa trauma setelah mendengar berita pembebasan Wu dan khawatir akan keselamatan mereka.
Wu yang memiliki perusahaan jasa keamanan diketahui memiliki akses ke senjata dan peralatan yang dapat ia gunakan untuk membalas dendam.
Para korban telah mendesak peninjauan kembali atas kasus Wu.