00:11 Diplomat China di Osaka Ancam Penggal Kepala PM Takaichi 02:08 Beijing Mulai Tindak Ekspor Prekursor Fentanil ke AS 03:16 Ilmuwan China Curi Teknologi Laser Pentagon untuk Militer 04:17 Kapal Induk Fujian China, Penantang Kekuatan AL Amerika
Diplomat China di Osaka mengancam memenggal Perdana Mentri Jepang Takaichi setelah pernyataannya yang menyebut bahwa darurat Taiwan mengancam eksistensi Jepang. Jepang memberi teguran keras. ----------------- Beijing perketat kontrol ekspor 13 prekursor fentanil mematikan ke AS, Kanada, Meksiko, menyusul janji Xi Jinping kepada Presiden Trump. ----------------- Ilmuwan China, Ji Wang, dihukum karena mencuri teknologi laser $11 juta dari proyek Pentagon AS, lalu menawarkannya ke militer China untuk bisnisnya. ----------------- Kapal induk terbaru China, Fujian, diresmikan dengan katapel EMALS, menyaingi USS Ford AS. China sedang kerjakan kapal induk bertenaga nuklir.
Seorang diplomat Tiongkok di Jepang mengancam akan memenggayap kepala Perdana Menteri Jepang.
Ancaman tersebut diunggah setelah Sanaita Kaiji memberikan komentar terkait isu Taiwan.
Pemerintah Jepang mengecam keras pernyataan tersebut dan menyebutnya sangat tidak pantas.
Tak lama setelahnya, unggahan tersebut dihapus.
Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pernah memperingatkan bahwa darurat Taiwan adalah darurat Jepang,
menegaskan bahwa serangan Tiongkok terhadap Taiwan akan berdampak langsung pada keamanan Jepang.
Jumat lalu, Perdana Menteri Takaichi kembali mengangkat pernyataan ini dengan lebih jelas.
Ia mengatakan darurat Taiwan bisa menimbulkan ancaman bagi eksistensi Jepang.
Artinya Jepang akan mengambil tindakan militer apabila Tiongkok menyerang Taiwan.
Jumat lalu, seorang diplomat Tiongkok di Osaka, Xue Juan, menulis unggahan DX yang berbunyi,
kepala kotor yang mekat ikut campur harus dipenggal tanpa ragu.
Pada hari Senin, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang menyebut unggahan itu sangat tidak pantas
dan mendesak Beijing untuk mengambil tindakan tegas.
Namun, Kementerian Luar Negeri Tiongkok malah membelah pernyataan tersebut selama jumpa pers hari Senin.
Meski Xue Juan menghapus unggahannya yang bernada teror, ia terus mengunggah pesan serupa DX.
Ini termasuk unggahan yang mengatakan,
Darurat Taiwan adalah darurat Jepang.
Itu adalah pilihan fatal yang diambil oleh para politisi Jepang yang bodoh,
dan bahwa dialog mustahil dilakukan.
Duta besar AS untuk Jepang angkat bicara,
mengatakan diploma tersebut telah mengancam Perdana Menteri Jepang,
sekali lagi menunjukkan perilaku Beijing yang menyimpang.
Perdana Menteri Takaichi mengatakan tidak berniat untuk menarik kembali pernyataannya soal Taiwan.
Serangan besar Tiongkok terhadap Taiwan akan mengganggu rantai pasukan global,
sekaligus memperkuat posisi militer Tiongkok di selat Taiwan.
Takaichi yang baru sebulan menjabat adalah Perdana Menteri Jepang pertama
yang menguraikan skenario terburuk yang memungkinkan Jepang melakukan intervensi militer.
Beijing mulai menindak ekspor prekursor fentanyl ke AS.
Kementerian Perdagangan China berkata pihaknya memperketat kontrol atas ekspor opioid mematikan tersebut
dengan menambahkan 13 bahan kimia baru ke daftar perizinan ekspor untuk AS, Kanada, dan Meksiko.
Ini terjadi setelah kunjungan Direktur FBI Kash Patel ke China pada hari Jumat.
Mulai Senin, perusahaan yang mengekspor zat-zat dalam daftar kini memerlukan izin.
Ini setelah pertemuan perdagangan Presiden Trump dan pemimpin China Xi Jinping di Korea Selatan bulan lalu.
Trump setuju memotong tarif impor China pada fentanyl menjadi 10 persen,
dan Xi berjanji akan menindak fentanyl membeli kedelai AS dan menunda rencana pembatasan ekspor tanah jarang ke AS.
Sebelum kebijakan baru Beijing ini berlaku,
Direktur FBI Kash Patel melakukan kunjungan diam-diam ke China pada hari Jumat
untuk membahas isu terkait fentanyl.
Menurut Reuters, Patel hanya berada sehari di China,
tetapi kunjungan tidak diumumkan baik oleh Beijing maupun Washington.
Jubir Kemenlu China berkata mereka tidak mengetahui tentang kunjungan tersebut,
dan Kedubes AS di Beijing juga menolak berkomentar.
Kapal induk terbaru dan tercanggih China, Fujian, telah diresmikan.
Ini adalah kapal induk ketiga China,
menandai upaya Beijing dalam menyayangi kekuatan angkatan laut Washington.
Kapal induk ini juga merupakan yang pertama menggunakan ketapel elektromagnetik atau EMALS.
Memungkinkannya meluncurkan berbagai jenis pesawat dan jet lepas landas
dengan senjata dan bahan bakar yang lebih berat, hingga memberikan jangkauan yang lebih jauh.
Saat ini, satu-satunya kapal induk lain di dunia yang memiliki kemampuan tersebut adalah USS Gerald R. Ford,
milik Angkatan Laut AS.
Namun, mantan perwira Angkatan Laut AS memberitahu CNN
bahwa operasi penerbangan Fujian hanya bisa mencapai 60 persen lebih cepat dari kapal induk AS yang lebih tua,
disebabkan oleh tata letak dek penerbangannya.
Sementara China sedang mengerjakan kapal induk berikutnya,
yang diperkirakan menggunakan teknologi EMALS yang sama serta bertanaga nuklir.
Patut dicatat, nama kapal induk terbaru itu Fujian,
sama dengan nama provinsi China yang paling dekat dengan Taiwan.
Mencuri teknologi AS untuk memulai bisnis di China,
juri federal telah menghukum ilmuwan China, Chi Wang,
karena mencuri teknologi dari proyek yang didanai pemerintah AS.
Jaksa penuntut berkata Wang juga menawarkan teknologi curian itu ke otoritas China,
berkata itu dapat digunakan di militer.
Di awal tahun 2000-an, Wang adalah ilmuwan utama proyek 11 juta dolar yang didanai Pentagon,
bertujuan untuk mengembangkan laser serat untuk memerangi ancaman pesawat tak berawak.
Setelah mencuri teknologi, Wang mencoba mendirikan bisnis laser serat di China.
Departemen kehakiman berkata Wang mengunjungi China untuk menawarkan teknologi curian tersebut ke otoritas China
demi mendapatkan pendanaan bagi bisnisnya.
Wang berkata teknologi dapat digunakan di tank dan militer.
Ia mulai mencuri teknologi setelah bergabung dalam program Seribu Talenta China.
Di bawah program tersebut, Beijing mengiming-imingi para ilmuwan terkemuka
untuk mengerahkan pengetahuan mereka ke China.
Wang diancam hukuman penjara hingga 25 tahun,
dan pengacaranya berkata mereka akan mengajukan banding.