Michelle, The Journey Behind an IELTS Band 8 #reportasependidikan

Arthalita Haridinata
52 pengikut
123 Tayangan video·27 Okt 2025
Achieving an IELTS Band 8 is more than just about English! it’s about perseverance. Michele shares her inspiring story on how she built confidence, improved her skills, and reached her goals. A must-watch for students preparing for IELTS!
Halo semuanya, kembali lagi bersama aku, Artelita di Hariku Media.
Kemampuan Bahasa Inggris sudah menjadi keinginan ataupun kedampaan banyak orang untuk bisa menguasainya.
Maka dari itu, hari ini saya bersama Michelle yang akan memuang cari tips untuk bisa mendapatkan IELTS skor yang tinggi.
Halo Michelle.
Halo.
Makasih ya udah sempetin waktunya.
Sebelumnya boleh nggak kenalin dulu nama pannya kamu siapa dan sekarang di kelas berapa?
Oke, halo semuanya.
Nama aku Michelle Evelina Pitipulo, kerap dipanggil Michelle, dan sekarang aku adalah siswi kelas 12 di SMA 2 Tangerang Selatan.
Oke, kita baru dapat informasi nih Michelle, katanya kamu berhasil memperoleh skor yang tinggi ya di IELTS ya, yaitu skornya 8.
Boleh nggak jelasin tujuan awal kamu tertarik untuk ambil skor IELTS itu karena apa?
Dan boleh nggak kasih sedikit tips untuk kita yang mau ambil IELTS itu?
Oke, jadi seperti yang mungkin banyak orang udah tahu, kalau kita mau kuliah di luar negeri itu salah satu syaratnya
adalah bisa bahasa Inggris, dan untuk kita buktiin kalau kita lancar dalam berbahasa Inggris itu adalah dengan mengikuti suatu tes,
yaitu yang saya pilih itu adalah IELTS.
Nah, saya pilih IELTS ini karena saya akan berencana untuk mengambil beasiswa di luar negeri.
Nah, untuk tips yang mungkin aku rekomendasiin untuk kalian yang mau ambil IELTS itu adalah untuk
nggak cuman belajar bahasa Inggris, tapi juga belajar cara testnya, kayak struktur testnya,
apa pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanya, atau mungkin topik-topik yang memang sering banget diangkat di semua seksionnya.
Dan sebelum itu aku mau jelasin kalau misalkan IELTS itu ada 4 seksion, yaitu yang pertama itu listening atau tes mendengarkan bahasa Inggris tentunya,
terus reading atau membaca, writing atau menulis, dan speaking atau kayak seperti wawancara, kayak ngomong biasa gitu.
Nah, tentunya setiap seksion itu tipsnya beda-beda, cuman untuk secara garis besar itu untuk sering-sering latihan dan ngertiin testnya itu gimana.
Oke, wah keren banget tips dari Michelle, udah detail banget.
Nah, aku mau nanya ini, pas kamu tes langsung di IELTS-nya itu perasaan kamu gimana sih?
Apa udah lega aja karena akhirnya selama persiapan kamu tuh terbayarkan juga bisa tes secara real life-nya,
atau masih ngerasa grogi atau pendedekan, boleh gak nge-espresiin ke kita gimana sih perasaan kamu pas ngambil testnya?
Oke, jadi sebenarnya keputusan aku untuk daftar tes IELTS itu sangat-sangat impulsif.
Jadi, pertama itu kalau gak salah deadline universitas yang aku mau kupulin application-nya itu sekitar beberapa minggu sebelum aku daftar IELTS-nya.
Jadi, aku benar-benar aku pilih tanggal IELTS secepat mungkin, yaitu waktu itu kalau gak salah aku daftar 5 hari sebelum hari testnya,
dan tentunya di 5 hari itu aku benar-benar latihan-latihan banyak banget, pokoknya intensif banget.
Dan jujur aku grogi banget selama 5 hari itu, dan aku benar-benar kayak, wah gimana ini kayak ini one shot aku harus one shot harus selesai gini,
kalau enggak kapan lagi aku bakal tes gini.
Nah, tapi pas lagi testnya jujur aku walaupun grogi aku coba nenangin diri, soalnya aku sadar kalau misalkan aku grogi itu gak bakal membantu apa-apa.
Jadi, kayak aku bilang ke diri aku sendiri, udah kayak tarik nafas yang dalam, kalau kamu gak grogi itu pasti hasil kamu bakal lebih bagus.
Nah, setelah itu aku nunggu sekitar 24 jam untuk hasilnya, itu cepat banget BTW, itu cepat banget, dan selama aku nunggu itu aku lebih grogi saat aku nunggu daripada saat testnya itu.
Jadi, waktu itu aku mendapatkan hasilnya saat di sekolah, aku buka dengan teman-temanku termasuk Arthalita, dan akhirnya mendapat nilai yaitu 8.
Wah, keren banget.
Nah, untuk bisa ambil tes bahasa asing itu kan pasti harus melalui dulu beberapa step kayak belajar bahasa asing, dan tentunya itu juga bukan suatu hal yang mudah kan?
Bisa gak sih kamu kasih tips ke para penonton gimana caranya biar kita bisa enjoy belajar bahasa baru, sampai bisa di step kita tuh pede untuk bisa mengambil tes secara resminya?
Pertama aku mau jelasin dulu gimana kamu bisa belajar suatu bahasa dimana kamu tuh gak rasa kayak belajar, kayak bener-bener merasa kamu lagi enjoy the process.
Nah, itu pertama kamu pilih bahasa yang kamu mau, mau pelajari, dan kamu pilih suatu medium yang kamu suka.
Misalkan, kamu mau belajar bahasa Spanyol, misalkan. Kamu pilih suatu medium yang kamu enjoy, misalkan kamu suka banget dengerin podcast, kamu dengerin podcast bahasa Spanyol.
Yang mungkin level-level linguistiknya masih agak rendah biar kamu bisa lebih mengerti sambil belajar.
Atau kalian bisa nonton film. Nonton film menurut aku tuh sangat membantu, kayak seperti saat aku belajar IELTS tentunya aku gak langsung bisa bahasa Inggris ya.
Misalkan aku udah belajar dari SD, udah mulai belajar bahasa Inggris kita kan. Nah, untuk melancarkan skill Inggris aku, aku tuh suka banget nonton film bahasa Inggris.
Nah, dan itu pasti enjoyable banget kan kalau kamu suka nonton film. Dan itu enggak cuma enjoyable, tapi aku juga bisa belajar vocabulary baru, memperbaiki grammar aku.
Dan terutama dalam speaking ya, di IELTS kan ada speaking test. Itu aku jadi lebih natural ngomongnya karena aku sering nonton film itu.
Selain itu tuh, mungkin kalau misalkan kamu udah lebih fasil lagi ya dalam berbahasa yang kamu ingin pelajari itu, mungkin kalian bisa membaca buku atau membaca jurnal-jurnal dalam bahasa itu
biar kalian kemampuannya lebih improve lagi. Karena kalian bisa belajar bahasa-bahasa yang lebih rumit atau misalkan struktur-struktur kalimat yang memang lebih advanced gitu.
Oke, berarti emang belajar tuh sebenarnya bisa dari mana aja ya? Gak harus les, gak harus yang formal banget. Oke, makasih Michelle.
Untuk penutupnya, ada gak satu pesan singkat aja buat teman-teman yang mau belajar bahasa tapi masih ada rasa takut, rasa malesnya? Singkat aja.
Satu kata dari aku tuh, ini dalam bahasa Inggris ya, you never know if you never try. Jadi, mendingan langsung coba aja.
Karena kalau misalkan kalian dunda-dunda tuh kayak gak ada progress sama sekali, kayak sedikit progress itu masih progress. Jadi, mendingan mulai aja gak usah takut karena you have nothing to lose.
Oke, keren banget Michelle. Makasih. Makasih ya Michelle udah nyebutin waktunya. Bye. Terima kasih, bye-bye.
