Rapat PKC di tengah pembersihan militer besar-besaran, rumor soal kematian jenderal dan pertarungan faksi oposisi Xi menantang kekuasaan Xi. ------------------- Gedung Putih mengkonfirmasi pertemuan Trump dan Xi Jinping di Korsel, fokus bahasan utama soal krisis fentanyl. China tidak singgung soal pertemuan Trump-Xi ------------------- Penyelidikan AS atas kegagalan China di Kesepakatan Dagang Fase Satu (era Trump) dapat menaikkan tarif. Isu tanah jarang dan fentanil juga dibahas. ------------------- PM Jepang Takaichi mempercepat belanja pertahanan jadi 2% PDB karena China. Jepang dan AS sepakati kerja sama besar AI, 6G, dan teknologi strategis lainnya untuk mengungguli Beijing.
00:00 Pembersihan Intern Militer PKC Meluas di Tengah Pertemuan Petinggi PKC 02:29 China Belum Konfirmasi Pertemuan Xi dan Trump di Korsel 04:25 AS Selidiki Kegagalan China Penuhi Kesepakatan Dagang di 2020 05:15 PM Jepang Takaichi Tingkatkan Pertahanan, Fokus Lawan Dominasi China
Selama berlangsungnya pertemuan Komite Sentral Partai Komunis China minggu ini,
kejualan di intern militer telah semakin dalam.
Bermula dari digulingkannya sembilan jenderal pangkat atas,
kini tampaknya menyebar menjadi pembersihan skala penuh.
Korresponden NTD Jack Bradley melaporkan.
Menjelang rapat besar Komite Sentral Partai Komunis China,
sebanyak sembilan jenderal pangkat atas dicopot seketika
dan diserahkan untuk investigasi minggu lalu.
Seorang whistleblower mengklaim bahwa pembersihan sudah mengarah lebih jauh.
Komentator Chai Sen Kun yang memiliki koneksi dengan orang di lingkaran elit PKC
mengatakan hal ini kepada media The Epoch Times.
Masih ada ratusan jenderal yang mengantri untuk diinvestigasi.
Apa yang disebut faksisi di intern militer pada dasarnya telah dilenyapkan.
Sen Kun mengatakan bahwa sepidaknya empat jenderal berpangkat lainnya
kini berada dalam investigasi
dan banyak dari mereka yang dilengsarkan merupakan orang-orang pilihan Xi Jinping sendiri.
Sen Kun mengatakan dua dari mereka yang dipecat minggu lalu kini telah meninggal.
Ia dilaporkan meninggal karena serangan jantung.
Sementara loyalis Xi lainnya He Hongchun meninggal akibat bunuh diri.
Hingga kini Beijing belum mengkonfirmasi kematian tokoh-tokoh tersebut.
Kementerian Pertahanan China mengatakan bahwa pemecatan itu
adalah bagian dari kampanye anti-korupsi Xi Jinping yang dimulai pada 2012.
Kini pembersihan itu tampaknya mengarah jauh lebih dalam
menargetkan lingkaran dalam Xi.
PKC sendiri terdiri dari berbagai faksi
dan faksi oposisi Xi berupaya melemahkan kekuasaannya.
Menteri Keuangan AS Scott Biasun menduga
salah seorang kejabat PKC dari faksi oposisi Xi, Li Chengkang,
kemungkinan telah membuat aturan pembatasan ekspor tanah jarang tanpa sepengetahuan Xi.
Sistem China cukup rapuh.
Jadi ini mungkin tidak berasal dari Xi Jinping sendiri.
Ini mungkin berasal, Anda tahu, dari garis keras China.
Mereka juga punya garis keras di pihak mereka yang selalu berusaha merusak hubungan.
Namun analis beranggapan tidak ada yang luput tanpa sepengetahuan Xi.
Itu mungkin keputusan Xi memperlakukan kontrol ekspor ini,
lisensi ekspor atas tanah jarang.
Xi berpikir ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang.
Seperti yang Anda laporkan, KTT APEC di Korea semakin dekat.
Hal ini benar-benar mengejutkan, mungkin memberikan China sedikit keunggulan.
Dengan diadakannya pertemuan tertutup ke pemimpinan PKC,
masih harus dilihat akan tak ada pergeseran kekuasaan?
Jack Bradley, NTD News.
Presiden Trump akan meninggalkan Washington Jumat malam
dan bertolak menuju Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.
Ini merupakan kunjungan pertama dan terpanjangnya ke Asia sejak menjabat Januari lalu.
Gedung putih telah mengumumkan bahwa Trump akan bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping
selama KTT APEC di Korea Selatan.
Jumat kemarin, Beijing mengkonfirmasi bahwa Xi akan berada di Korea Selatan
dari 30 Oktober hingga 1 November tanpa menyebutkan pembicaraan antara Xi dan Trump.
Presiden AS Donald Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping
minggu depan sebagai bagian dari perjalanannya ke Asia.
Pada Kamis pagi waktu setempat, Presiden Trump akan berpartisipasi
dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Xi dari Republik Rakyat China
sebelum bertolak kembali ke Washington DC.
Konfirmasi itu muncul setelah pertemuan tersebut sempat diragukan
akibat meningkatnya ketegangan belakangan ini yang sebelumnya sempat meredah
selama beberapa waktu.
Setelah Beijing memperluas pembatasan ekspor mineral tanah jarang,
Trump memperlakukan tarif tambahan sebesar 100% pada China
yang akan berlaku mulai 1 November.
Beberapa hari terakhir, Trump menyatakan optimisme
soal mencapai kesepakatan dagang dengan China.
Kepada wartawan, Trump berkata akan berbicara langsung ke inti masalah seputar fentanyl.
Masalah pertama yang akan saya tanyakan adalah fentanyl.
Saya meletakkannya tepat di urutan pertama.
Washington menuduh Beijing gagal membatasi aliran zat kimia prekusor untuk fentanyl,
penyebab utama kematian di AS akibat overdosis.
Jodoh Putih menggunakan isu zat kimia ini sebagai salah satu justifikasi
untuk menaikkan tarif pada produk-produk China.
Beijing melakukan pembelaan dan menuduh Washington
menggunakan fentanyl untuk menekan China.
Levitt mengatakan bahwa dalam kunjungannya ke Asia,
Trump akan berangkat dari Malaysia pada hari Jumat,
lalu minggu berikutnya menuju Jepang dan Korea Selatan,
di mana Trump akan bertemu dengan Xi pada hari Kamis usai berpidato di KTT CEO APEC.
AS meluncurkan penyelidikan baru atas apa yang disebutnya kegagalan China
dalam menindaklanjuti kesepakatan perdagangan fase 1
yang ditandatangani pada tahun 2020 di masa jabatan pertama Presiden Trump.
Penyelidikan ini dapat memberi Trump alat
untuk menaikkan tarif pada China.
Ini terjadi hanya sehari sebelum perundingan baru AS-China di Malaysia
mengenai kendali ekspor tanah jarang China pada hari Sabtu.
Dalam kesepakatan fase 1,
Beijing berjanji untuk membeli barang dan jasa AS
dinilai 200 miliar dolar setiap tahun,
selama setidaknya dua tahun.
Namun China tidak pernah mencapai target itu,
menyalahkan pandemi.
Direktur FBI Kash Patel dijadwalkan mengunjungi China bulan depan
sebagai bagian dari upaya FBI menargetkan
pemasok global bahan kimia terkait fentanyl,
menurut beberapa sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaishi,
berjanji pada hari Jumat untuk mempercepat target
belanja pertahanan negara tersebut selama dua tahun.
Ia menargetkan 2 persen dari PDB pada tahun fiskal berjalan
melampaui target awal tahun 2017.
China adalah negara tetangga penting Jepang
dan kita harus membangun hubungan yang konstruktif dan stabil.
Pada saat yang sama adalah fakta
bahwa ada kekhawatiran keamanan dan ekonomi
antara Jepang dan China.
Kita akan memajukan hubungan strategis dan saling menguntungkan
melalui dialog yang jujur dan berulang
antara para pemimpin kita.
Dalam pidato kebijakan pertamanya di Parlemen,
Takaishi berkata Jepang harus mengambil inisiatif
guna memperkuat pertahanannya secara radikal.
Ia menekankan ekonomi yang kuat adalah penting
bagi kebijakan fiskal yang sehat
dan menjanjikan belanja proaktif
untuk mendukung prioritas strategis.
Ia juga berjanji untuk mempertahankan kepercayaan pasar
dan menuju ke keuangan publik yang berkelanjutan.
AS dan Jepang akan menandatangani kesepakatan
untuk meningkatkan kerjasama
di bidang kecerdasan buatan dan teknologi
near kabel generasi mendatang.
Hal ini muncul dari kekhawatiran mereka
atas kebangkitan AI di China.
AS dan Jepang khawatir
negara-negara berkembang akan bergantung
pada teknologi AI China.
Mereka berupaya mempromosikan sistem AI
yang lebih aman dan mengungguli China
dalam menetapkan standar internasional.
Perdana Menteri Baru Jepang akan bertemu
dengan Presiden Trump pada hari Selasa.
Pejabat tinggi kedua belah pihak diharapkan
akan menandatangani kesepakatan
mencakup teknologi AI
near kabel 6G, rantai pasokan medis
dan bioteknologi, teknologi kuantum
hingga fusi nuklir.
Kedua negara juga akan bekerjasama
dengan mengembangkan teknologi
near kabel generasi mendatang
dan menetapkan standarnya.