PARA BOS KABUR DALAM SEMALAM! GUANGDONG, SHANGHAI, DAN ZHEJIANG TERJUN KE PENGANGGURAN MASSAL

PARA BOS KABUR DALAM SEMALAM! GUANGDONG, SHANGHAI, DAN ZHEJIANG TERJUN KE PENGANGGURAN MASSAL

D
19 Tayangan video·16 Okt 2025

Krisis ekonomi melanda Tiongkok, di mana pabrik-pabrik dan bisnis di berbagai sektor runtuh bagai efek domino. Gelombang kebangkrutan dan PHK menyebabkan banyak bos melarikan diri semalam, meninggalkan kantor kosong dan janji upah tak terbayar.

Para pekerja, termasuk yang baru selesai shift atau kembali dari liburan Hari Nasional, menemukan perusahaan mereka lenyap. Ribuan pekerja di sektor manufaktur, restoran, hingga *startup* teknologi ditinggalkan tanpa upah berbulan-bulan, menghadapi tumpukan sewa dan pinjaman. Contohnya, pemilik restoran di Shaanxi kabur dengan utang gaji $\text{3 juta RMB}$, meninggalkan surat utang alih-alih uang tunai.

Di tengah pemberitaan media pemerintah yang memuji pemulihan ekonomi, kenyataan di lapangan adalah keputusasaan. Bahkan perusahaan yang pernah dipuji sebagai model inovasi tutup, dengan pendirinya diam-diam pindah ke luar negeri. Penutupan tiba-tiba ini, seperti yang dialami pabrik sepatu Wuzhong, memperlihatkan betapa parahnya situasi ini.

Analisis menunjukkan bahwa sistem perbankan yang memihak perusahaan milik negara dan praktik jaminan bersama antar-bisnis swasta mempercepat keruntuhan ini. Ketika satu bisnis jatuh, rantai domino utang menyeret bisnis lain, bahkan yang jujur. Selain itu, pekerja paruh baya ($30$-an) sulit mencari pekerjaan, dianggap "terlalu tua," sementara pemerintah mendorong kenaikan usia pensiun.

Kekhawatiran dan ketidakpastian kini menggantikan optimisme, mengakhiri era pertumbuhan Tiongkok dan membawa negara tersebut ke masa depresi dan kesulitan besar, di mana kerja keras tidak lagi menjamin kelangsungan hidup.

Stempel waktu