KRISIS EKONOMI CHINA SEMAKIN DALAM — PENGANGGURAN DAN KEBANGKRUTAN MENYEBAR LAYAKNYA API

KRISIS EKONOMI CHINA SEMAKIN DALAM — PENGANGGURAN DAN KEBANGKRUTAN MENYEBAR LAYAKNYA API

D
11 Tayangan video·7 Okt 2025

Ekonomi China sedang menghadapi keruntuhan yang meluas, digambarkan sebagai "istana pasir diterpa ombak," yang mengubah "mimpi China" menjadi mimpi buruk. Pabrik pabrik tutup, restoran bangkrut, dan perusahaan besar melakukan PHK massal serta pemotongan gaji, meninggalkan gedung perkantoran yang setengah kosong. Gelombang kebangkrutan dimulai dari bisnis kecil hingga raksasa real estate, dan kini bahkan bank bank pun berjuang. Keluarga kelas menengah terseret ke dalam kemiskinan akibat hipotek yang tak terbayar dan utang yang melonjak.

Pengangguran kaum muda berada pada rekor tertinggi (18,9% pada Agustus 2025 menurut statistik resmi, dengan angka riil diperkirakan lebih tinggi). Banyak pekerja, termasuk yang lebih tua, terpaksa mengambil pekerjaan serabutan hanya untuk bertahan hidup. Utang telah menjadi beban yang menghancurkan, dengan banyak orang terjerat dalam jutaan RMB setelah bisnis bangkrut atau properti anjlok nilainya.

Kisah kisah individu menyoroti keputusasaan ini. Seorang pekerja di Guangzhou mempertimbangkan untuk pulang kampung karena gaji di kota besar (3.000–4.000 RMB) hampir tidak cukup untuk bertahan hidup setelah biaya sewa, mirip dengan gaji di desa tanpa biaya sewa. Di Shanghai, agen real estate dipecat, dan pria berusia 47 tahun kesulitan mencari pekerjaan karena batasan usia (di bawah 35 tahun).

Banyak warga yang membeli rumah dengan harapan kemakmuran kini menghadapi kerugian besar. Contohnya, sebuah apartemen yang dibeli seharga 2,5 juta yuan pada 2019 kini bernilai 1,6 juta yuan, membuat pemiliknya terikat utang meskipun telah membayar bunga selama lima tahun. Tempat tempat yang dulu melambangkan peluang, seperti jalan perbelanjaan Sonia, kini terlihat seperti "kuburan penutup toko yang tertutup." Banyak yang menganggur selama berbulan bulan, merasakan kecemasan dan isolasi, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kota kota besar yang menjanjikan masa depan, namun hanya menyisakan kebangkrutan dan harapan yang hancur.