FBI Sita 1,6 Ton Fentanil, Cukup untuk Bunuh Sepertiga Populasi AS, dan Targetkan Perusahaan China.
Pengkhianatan di New York: Aktivis Pro-Demokrasi China Akui Mata-matai Komunitasnya untuk Intelijen Beijing.
Konflik Laut China Selatan Memanas, Filipina Tuduh China Tembakkan Meriam Air ke Kapal Nelayan.
Aturan baru China mewajibkan kedutaan asing hanya mempekerjakan warga China yang disetujui, demi mencegah kebocoran intelijen.
00:00 Intro 00:11 FBI Sita 1,6 Ton Fentanil, Berpotensi Bunuh Sepertiga Populasi Amerika 01:36 Pengkhianatan Pembangkang China: Aktivis Pro-Demokrasi Jadi Mata-mata Beijing 02:32 Sengketa di Laut Cina Selatan Memanas: Filipina dan China Saling Tuduh 03:44 WN China yang Bekerja di Kedutaan Asing Diawasi Ketat
Direktur FBI Cash Patel mengatakan hari Selasa bahwa AS menyita lebih dari 1,6 ton fentanyl dari peredaran tahun ini.
Dosis itu cukup untuk membunuh sepertiga populasi AS.
Kami telah menyita lebih dari 1.600 kg fentanyl dari peredaran.
Mungkin salah satu pencapaian terbesar tahun ini.
1.600 kg fentanyl meningkat 25% dibandingkan tahun lalu.
Sebagai perbandingan, jumlah tersebut cukup untuk membunuh sepertiga populasi Amerika,
15 juta warga Amerika.
Patel mengatakan FBI juga menargetkan berbagai perusahaan di China yang memproduksi prekursor fentanyl.
Ini terjadi setelah Presiden Trump menetapkan lebih dari 20 negara yang bertanggung jawab atas produksi atau pengangkutan obat-obatan terlarang ke AS.
Daftar tersebut mencakup China, India, Meksiko, Panama, Venezuela, Peru, dan El Salvador.
Trump memperingatkan mereka untuk menghentikan pasokan atau menghadapi konsekuensi serius.
Sebagian besar bahan kimia prekursor fentanyl berasal dari China, kemudian dikirim ke Meksiko untuk diproses dan memasuki AS melalui perbatasan selatan.
Trump berkata China juga adalah pemasok utama narkotika sintetis lainnya, termasuk nitazin dan metamfetamin.
Ia berkata penambahan tarif pada China adalah demi meminta pertanggung jawaban Beijing,
karena pejabat China seharusnya dapat berbuat lebih banyak untuk mengurangi aliran bahan kimia tersebut.
Seorang anggota lama komunitas pembangkang China di New York mengaku telah memata-matai sesama aktivis untuk Beijing.
Yuan Zhongtang mengaku bersalah pada hari Selasa karena bekerja sama dengan Dinas Intelligence China,
sambil secara terbuka menampilkan dirinya sebagai kritikus partai komunis.
Tang adalah peserta tetap dalam protes di luar konsulat Tiongkok di Manhattan, bahkan mendirikan kelompok pro-demokrasi di Queens.
Tetapi JAXA Federal mengatakan di balik layar ia mengumpulkan informasi tentang aktivis Tionghoa Amerika,
dan memotret para demonstran.
Pihak berwenang yakin Tang bekerja sama dengan pejabat Tiongkok dengan harapan diizinkan mengunjungi keluarganya di kampung halaman.
FBI menyebut tindakannya sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai Amerika dan cita-cita yang pernah diklaim Tang untuk diperjuangkan.
Sebelumnya Tang pernah dipenjara 12 tahun di China atas perannya didemonstrasi Tiananmen sebelum melarikan diri ke Taiwan, kemudian ke AS.
Filipina menuduh penjaga pantai China melakukan tindakan ilegal di Laut China Selatan.
Komentar itu muncul sehari setelah kapal-kapal China dilaporkan menembakkan meriam air ke kapal-kapal Filipina di dekat Beting Scarborough yang disengketakan.
Ini tentang akal sehat.
Mereka menembakkan meriam air baik dari belakang maupun depan dan bermanuver di sekitar kapal.
Tidak dapat dihindari kapal-kapal tersebut akan saling bertabrakan.
Tetapi sekali lagi, itu tidak disengaja.
Itu sebenarnya kebohongan China.
Sekali lagi, mereka menyembunyikan aktivitas ilegal dan intimidasi mereka di Beting Scarborough.
Dengan memaksa, mengancam dan melakukan perilaku ilegal yang cukup normal bagi pemerintah China.
Seorang jubir penjaga pantai China berkata hal itu terjadi pada hari Selasa melibatkan lebih dari 10 kapal Filipina.
Ia menuduh kapal-kapal itu menyeberang ke perairan China.
Namun penjaga pantai Filipina berkata pihaknya sedang dalam perjalanan untuk memasuk persediaan ke lebih dari 35 kapal nelayan Filipina di sana.
China mengklaim hampir seluruh laut China Selatan, tetapi arbitrasi internasional tahun 2016 memutuskan klaim tersebut tidak sah.
Beijing telah menolak keputusan tersebut.
Warga negara China yang bekerja di kedutaan asing di China menghadapi peraturan baru.
Badan administratif rezim China, Dewan Negara, mengumumkan aturan tersebut hari Senin.
Kedutaan asing hanya akan diizinkan untuk memperkerjakan warga negara China yang telah disetujui Beijing.
Para karyawan akan berada di bawah pengawasan Kemenlu China bahkan setelah menandatangani kontrak dengan kedutaan asing.
Penegak hukum, Keamanan Negara, dan Departemen Pajak juga akan mengawasi.
Para ahli berkata aturan ini adalah usaha Beijing untuk menghentikan warga negara China membocorkan intelijen ke negara lain.
Aturan akan mulai berlaku 1 Januari 2026.