SLOGAN ANTI PKC MELETUS DI SELURUH CHINA! AKANKAH KEBEBASAN MENGALAHKAN KEDIKTATORAN?

SLOGAN ANTI PKC MELETUS DI SELURUH CHINA! AKANKAH KEBEBASAN MENGALAHKAN KEDIKTATORAN?

D
75 Tayangan video·16 Sep 2025

Terinspirasi oleh revolusi di Nepal, rakyat di China mulai menunjukkan perlawanan terhadap Partai Komunis China (PKC). Gerakan protes di Nepal, yang menyebabkan jatuhnya perdana menteri dan presiden pro-PKC, memicu gelombang dukungan di China. Slogan-slogan anti-PKC bermunculan di berbagai lokasi di Beijing, menyerukan kebebasan dan menolak tirani, dengan beberapa di antaranya secara langsung merujuk pada peristiwa di Nepal.

Poster dan grafiti dengan pesan-pesan seperti "Kebebasan pada akhirnya akan menang atas tirani" dan "PKC bukanlah China" terlihat di pilar, jembatan, dan papan buletin. Aksi-aksi ini menunjukkan ketidakpuasan yang meningkat terhadap rezim. Pada 31 Agustus, sebuah poster besar menuntut pengunduran diri Xi Jinping dipasang, dan pada 11 September, seseorang mengedit slogan propaganda PKC menjadi sindiran lucu.

Di Nepal, protes meletus setelah pemerintah pro-PKC, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ali, mencoba membatasi media sosial atas perintah dari Beijing. Tindakan ini memicu kemarahan publik yang meluas. Para demonstran menyerbu markas partai, merobek bendera palu arit, dan menolak penindasan berdarah oleh polisi. Perdana menteri dan presiden terpaksa mengundurkan diri, dan para pejabat lainnya diserang secara terbuka.

Pergolakan di Nepal ini dengan cepat menyebar dan menjadi topik tren di media sosial China. Netizen China memuji keberanian rakyat Nepal dan melihatnya sebagai inspirasi. Peristiwa di Kathmandu ini menjadi pukulan telak bagi model otoriter Xi Jinping, membuktikan bahwa bahkan rezim yang paling kuat pun bisa runtuh ketika ketakutan rakyat pecah. Hal ini memicu ketakutan di antara elit berkuasa di China dan menunjukkan bahwa tindakan kontrol yang diekspor PKC justru dapat menyulut pemberontakan.

Stempel waktu