DALAM SEMALAM, SELURUH BEIJING BERBONDONG-BONDONG MENJUAL RUMAH. KEKAISARAN PROPERTI TIONGKOK RUNTUH

DALAM SEMALAM, SELURUH BEIJING BERBONDONG-BONDONG MENJUAL RUMAH. KEKAISARAN PROPERTI TIONGKOK RUNTUH

D
107 Tayangan video·10 Sep 2025

Pada parade militer di Beijing, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas isu transplantasi organ dan keabadian. Percakapan ini direkam oleh beberapa media asing dan memicu reaksi keras dari publik dan netizen. Dalam percakapan tersebut, Xi Jinping menyatakan bahwa dengan kemajuan bioteknologi, manusia mungkin bisa hidup hingga 150 tahun.

Pernyataan ini menyebabkan kegemparan di Beijing. Sebuah video yang beredar mengklaim bahwa banyak warga Beijing merasa tidak tenang setelah mendengar perkataan tersebut. Ribuan pemilik rumah dilaporkan mulai menjual properti mereka karena merasa pesimis dengan situasi politik dan ekonomi. Video itu menggambarkan bagaimana pasar real estat di Beijing berubah drastis dalam semalam, dengan ratusan ribu properti didaftarkan untuk dijual.

Penjual terpaksa menurunkan harga, namun properti tetap sulit terjual. Situasi ini membuat mereka yang memiliki rumah menjadi bahan ejekan. Netizen di media sosial juga menanggapi hal ini dengan sinis. Mereka mengaitkan pernyataan Xi dengan kekhawatiran tentang sumber daya organ dan masa depan yang tidak pasti, yang juga tercermin dari anjloknya harga saham di industri militer dan real estat.

Tingginya minat publik terhadap pernyataan ini terlihat dari lonjakan pencarian di WeChat. Pencarian untuk angka “150” meningkat drastis setelah percakapan tersebut bocor ke publik. Sebagai respons, kantor berita Reuters menghapus video yang merekam percakapan itu atas permintaan China National Television. Namun, penghapusan ini justru membuat klip tersebut semakin viral, dengan netizen menyebarkan salinan video yang sudah diunggah. Tindakan sensor ini dinilai banyak pihak sebagai langkah yang kontraproduktif.