
MENGGUNAKAN TRANSPLANTASI ORGAN UNTUK MEMPERPANJANG HIDUP. KEJAHATAN PKC TERLALU BESAR.
Pimpinan Partai Komunis China (PKC), Xi Jinping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, tertangkap kamera sedang membahas transplantasi organ untuk mencapai keabadian. Percakapan ini memicu kecaman internasional, terutama dari Cheng Pei Ming, seorang penyintas panen organ paksa dari China. Ia mengaku patah hati mendengar percakapan yang dianggapnya meremehkan kejahatan keji yang dilakukan PKC.
Cheng Pei Ming, seorang praktisi Falun Gong, selamat dari panen organ paksa dan melarikan diri ke Amerika Serikat pada tahun 2020. Setelah diperiksa, terungkap bahwa sebagian hati dan paru paru kirinya telah diangkat. Menurut Cheng, para pemimpin PKC menggunakan organ orang lain—terutama praktisi Falun Gong—untuk memperpanjang hidup mereka sendiri. Ia mendesak masyarakat dunia untuk bersatu mengakhiri kekejaman ini.
Percakapan yang direkam tersebut memicu spekulasi bahwa Xi mungkin secara tidak sengaja mengungkapkan rahasia PKC. Namun, pengacara hak asasi manusia Wu Xiaoping berpendapat bahwa Xi melakukannya dengan sengaja untuk mempromosikan industri transplantasi organ China, yang merupakan yang terbesar di dunia. Wu menambahkan bahwa PKC menggunakan industri ini untuk menjerat dan mengendalikan elit global.
Video ini juga menyoroti kasus wisata transplantasi organ di China yang sangat efisien, serta proyek kesehatan 981 PKC yang bertujuan memperpanjang hidup para pemimpinnya hingga 150 tahun. Peristiwa ini diperkuat dengan fakta bahwa Raja Malaysia dan seorang anggota parlemen telah menerima transplantasi organ di China. Insiden penangkapan praktisi Falun Gong di Malaysia juga menimbulkan kekhawatiran. Secara keseluruhan, artikel ini menegaskan bahwa PKC sedang berupaya menggunakan transplantasi organ sebagai alat untuk mendominasi dunia.
