
KIAMAT CHINA. KEMISKINAN EKSTREM, KOTA-KOTA YANG HANCUR, DAN KRISIS TERSEMBUNYI PKC.
China sedang menghadapi krisis besar yang disembunyikan oleh Partai Komunis China (PKC). Krisis ini mencakup kemerosotan ekonomi, gejolak sosial, dan kelemahan militer.
Keruntuhan Hong Kong.
Hong Kong, yang dulunya pusat keuangan, kini menghadapi masalah serius. Pasar properti runtuh dengan harga sewa anjlok 60 70% sejak 2019, dan banyak ruang ritel kosong. Penutupan bisnis kecil, terutama di sektor ritel dan kuliner, meningkat tajam pada paruh pertama tahun 2025. Bahkan McDonald's menjual 23 propertinya, menandakan hilangnya kepercayaan pasar. Pengangguran kaum muda melonjak menjadi 6,8% pada Juni 2024, dan banyak penduduk Hong Kong pindah ke China daratan untuk berbelanja. Secara politik, cengkeraman ketat PKC telah mengikis kebebasan.
Bencana Infrastruktur.
Proyek infrastruktur China sering kali menjadi tragedi, seperti runtuhnya Jembatan Gantung Hanjianga dalam tiga detik yang menewaskan 16 pekerja. Kecelakaan ini disebabkan oleh sistem konstruksi yang korup, pemotongan biaya, dan tekanan politik untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. Hal ini mencerminkan masalah mendasar dengan standar yang buruk, subkontrak yang kompleks, dan korupsi.
Pasar Properti China.
Pasar properti China juga mengalami keruntuhan. Harga rumah di kota kota besar seperti Shenzhen, Chengdu, dan Shanghai telah jatuh secara drastis, membuat jutaan keluarga bangkrut. China kini memiliki lebih dari 50 "kota hantu" yang kelebihan pasokan properti.
Militer "Macan Kertas".
Meskipun membanggakan diri, militer China (PLA) disebut sebagai "macan kertas". Pelatihan brutal menyebabkan cedera permanen dan nutrisi yang buruk. Logistik mereka lemah, dengan sedikit pesawat angkut dan peralatan di bawah standar. Selain itu, perwira militer kurang terlatih, dan politisasi mendominasi, memprioritaskan ideologi di atas strategi militer.
