
KEMEROSOTAN EKONOMI DI SUZHOU, CHINA. PUSAT MANUFAKTUR YANG TERPURUK.
Suzhou, yang pernah dikenal sebagai pusat manufaktur terkemuka di China dan menarik banyak investasi asing, kini mengalami kemerosotan ekonomi yang signifikan. Banyak perusahaan besar, terutama dari Jepang dan Taiwan, seperti Fujitsu, Samsung Electronics, Hitachi Display, dan Sony, telah memindahkan pabrik mereka ke negara lain seperti Vietnam. Pergeseran rantai pasokan ini telah menyebabkan hilangnya pekerjaan secara besar besaran dan eksodus pekerja migran.
Akibatnya, jalan jalan dan kawasan komersial di Suzhou yang dulunya ramai kini sepi, dan banyak toko serta pusat perbelanjaan tutup. Beberapa pusat perbelanjaan yang disebutkan, seperti Yuan Rong Plaza dan Cyu Gwang Department Store, kesulitan untuk tetap bertahan, bahkan ada yang harus ditutup untuk renovasi tanpa batas waktu. Situasi serupa juga terjadi di kota tetangga, Kunshan, yang dikenal sebagai "Little Taipei".
Kondisi ekonomi yang memburuk ini berdampak pada pasar kerja, yang kini stagnan. Upah pekerja pabrik sangat rendah, dengan gaji rata rata pekerja pabrik di Kunshan sekitar $600 per bulan, bahkan sebelum dipotong untuk asuransi. Banyak pabrik tidak lagi merekrut, dan beberapa hanya mempekerjakan wanita. Mencari pekerjaan di Suzhou menjadi sangat sulit, dan banyak pelamar harus bersaing ketat untuk posisi yang sedikit. Sebaliknya, upah untuk sektor jasa juga rendah, sering kali berkisar sekitar $600 per bulan, bahkan untuk lulusan baru. Situasi ini membuat banyak orang khawatir, dengan seorang pencari kerja yang membagikan pengalamannya bahwa ia merasa sia sia datang ke Suzhou untuk mencari pekerjaan.
