CHINA: JUTAAN ORANG TIDUR DI JALANAN! EKONOMI GUANGZHOU TERJUN BEBAS

CHINA: JUTAAN ORANG TIDUR DI JALANAN! EKONOMI GUANGZHOU TERJUN BEBAS

D
40 Tayangan video·5 Agu 2025

China menghadapi krisis ekonomi yang menyebabkan jutaan orang menjadi pengangguran dan tunawisma. Laporan internal Partai Komunis China (PKC) yang bocor mengklaim bahwa jumlah tunawisma di China telah melonjak menjadi 24,1 juta. Banyak dari mereka adalah anak muda yang dulunya mengejar mimpi di kota besar tetapi sekarang terperangkap dalam pengangguran dan perjuangan untuk bertahan hidup.

Banyak orang menghadapi kesulitan yang parah. Seorang pengantar makanan berusia 19 tahun pingsan di jalanan Dongguan. Dia meminta agar tidak dipanggil ambulans karena khawatir tidak mampu membayar biayanya. Di tempat lain, seorang wanita pengantar makanan pingsan di jalan karena serangan panas saat putrinya bersamanya. Dia khawatir kehilangan gaji jika suaminya datang membantunya. Ada juga kasus pria yang pingsan karena kelaparan setelah tidak makan selama berhari hari.

Krisis ini telah memengaruhi banyak pekerja. Seorang blogger bernama Ning Ning dipecat mendadak, dan suaminya juga kehilangan pekerjaannya enam bulan sebelumnya. Hal ini membuat mereka kesulitan dengan biaya sewa apartemen yang tinggi. Seorang blogger lain bernama Lao Yan yang berusia 38 tahun telah menganggur selama lebih dari setahun dan kesehatannya memburuk.

Situasi ini sangat menantang bagi lulusan perguruan tinggi. Seorang lulusan hukum wanita menangis karena gajinya hanya 2.500 yuan, dan setelah dipotong 1.800 yuan untuk jaminan sosial, ia hanya menerima 700 yuan, yang tidak cukup untuk biaya hidup sehari hari. Ia merasa menyesal kuliah karena tidak dapat menemukan pekerjaan yang layak. Beberapa lulusan perguruan tinggi bahkan bekerja sebagai pengantar makanan. Banyak yang merasa cemas dan tidak memiliki jaminan pekerjaan. Kondisi ini menyebabkan banyak anak muda mengalami masalah kesehatan seperti rambut rontok, tekanan darah tinggi, dan insomnia. Fenomena ini membuat banyak orang merasa lelah karena berjuang dalam sistem yang tidak lagi mendukung mereka.

Stempel waktu