
SHANGHAI PUKUL 3 PAGI: AKHIR KEAJAIBAN EKONOMI CHINA
Krisis ekonomi di China telah menyebabkan pengangguran massal, terutama di kalangan pemuda terpelajar, dengan banyak yang kini tidur di bawah jembatan karena tidak mampu membayar sewa dan tidak ada pekerjaan yang tersedia. Upah yang sangat rendah, bahkan di perusahaan milik negara, membuat gelar universitas hampir tidak berharga. Otomatisasi dan hilangnya pekerjaan manufaktur memperburuk masalah ini, menyebabkan ketidakpercayaan pada sistem pendidikan dan masa depan. Kota-kota besar seperti Shanghai dan Guangzhou mengalami penutupan bisnis secara massal, dan banyak keluarga kelas menengah terperosok dalam utang karena nilai properti yang jatuh dan kurangnya pekerjaan. Bahkan para mantan pengusaha sukses pun kini terlilit utang besar dan hidup dalam keputusasaan.
