
"Sandera, Senjata, Skandal: Drama Besar Israel-Hamas & Iran—Ada Kudeta Diam-diam di Garda Revolusi?"
3 Juli 2025 — Negosiasi intensif terkait gencatan senjata antara Israel dan Hamas kembali memanas setelah Middle East News melaporkan adanya kesepakatan baru yang difasilitasi para mediator internasional. Dalam usulan tersebut, dijamin bahwa selama proses negosiasi berlangsung, kedua belah pihak tidak diperbolehkan melakukan serangan militer.
Namun, posisi Israel masih belum sepenuhnya condong pada penghentian permanen konflik. Sumber internal menyebutkan, Israel tidak secara eksplisit menyetujui pengakhiran perang lewat proposal ini, melainkan hanya sebatas berkomitmen pada penghentian sementara selama negosiasi. Sementara itu, pihak Hamas disebutkan cukup puas dengan jaminan keamanan yang tercantum, dan memandang proposal gencatan senjata ini sebagai dasar penting untuk mencapai solusi lebih lanjut.
Di hari yang sama, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan dirinya akan mengambil langkah tegas terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Meski tidak merinci bentuk tindakan tersebut, pernyataan Trump menambah tekanan terhadap Israel, khususnya jelang kunjungan Netanyahu ke Washington pekan depan.
Tekanan internasional terhadap Israel semakin meningkat. Times of Israel menyoroti, Amerika Serikat kini secara aktif mendesak Israel agar segera menyepakati gencatan senjata sebelum lawatan resmi Netanyahu ke ibu kota AS. Sementara itu, stasiun TV Al Aqsa, yang berafiliasi dengan Hamas, secara resmi mengumumkan bahwa pihaknya siap menerima proposal gencatan senjata yang diusulkan oleh Trump.
#iran
#hamas
#israel
