Upekare Piodalan di Sanggah/ Pura di Rumah

Bali Bening
533 pengikut
38 Tayangan video·20 Feb 2025
Sekarang kita edisi bersih lasturami ke tempat saudara.
Karena sekarang dia ada pacara di rumahnya.
Itu acara Hindu ya.
Setiap setahun sekali kita ada pacara.
Ini sekarang lagi pelaksanaan pacara.
Kita sekarang mau ke belakang melihat.
Di sini katanya dia melayani sapi. Apakah benar apa enggak?
Lihat dulu.
Orang Balinese bilang sapinya ada, tapi enggak tahu sekarang.
Oke ya.
Selamat pagi, Sematan.
Ini saya ada di belakang rumah saudara.
Dibungkase.
Mau lihat.
Di sini katanya orangnya melihat sapi.
Ini saya lihat nahannya kok.
Luas ya.
Sekarang pas lagi ada pacara ya di sini, di kampung.
Jadi kita bisa bergabung di sini.
Ada banyak orang yang datang.
Itu keluarga-keluarga semua datang ke sini.
Kita lihat dulu ya.
Di sini ternyata di sebelahnya ada sawah yang masih.
Ini sawahnya baru dilihat.
Kita lihat.
Ini saya lihat yang 6 pagi.
Itu dia bisa mundur.
Mundur-mundur.
Ada yang masih nyemprot.
Pagi-pagi, Pak.
Pagi-pagi.
Nah, jadi kita harus semangat.
Harus semangat.
Ini kita nyaman sedikit di tempat berdiri.
Nah, bisa berdiri.
Kan semuanya rumput ini, Pak.
Dari sekolah ada.
Oh, dari sekolah ada.
Membekul ini, Pak.
Oh, semua, Pak.
Membekul ini.
Ini cewek mundur-mundur.
Ini cewek mundur-mundur, Pak.
Tidak jauh, tidak kemaju ke depan.
Membekul ini.
Tidak sederhana, Pak.
Membekul ini.
Membekul di depan.
Membekul di sebelah banyak.
Lihat, Pak.
Asik.
Beginilah, saudara-saudara,
kalau kita di kampung,
dimanapun kita kayak saudara,
walaupun belum pernah ketemu sebenarnya,
tapi asik di kampung.
Walaupun orang bilang kampung itu agak kotor,
tapi ya, tidak apa-apa.
Yang penting pikiran jernih kayak gini.
Semua hatinya bersih.
Kepalanya apa ini?
Semangatnya tinggi.
Lihat.
Tidak, tidak.
Tidak bisa dibawa, Pak.
Mungkin diambil pensiun.
Semua diambil.
Bukan, Pak.
Ya, Pak.
Bukan, Pak.
Jangan.
Ternyata di depan ini juga ada gubuk, ya.
Mungkin ini sampingnya saudara yang ada di sini.
Coba kita lihat.
Tapi seperti apa dia punya.
Oh, cengkeh banyak.
Kalau menurut saya sih,
sini menyenangkan, ya.
Kalau kita jalan-jalani seperti piknik.
Tapi mungkin kalau yang bekerja, kita tidak tahu.
Ternyata kosong, ya.
Kosong, tidak ada sapinya.
Apakah mungkin dikeluarkan?
Sepertinya dikeluarkan,
karena bekasnya sapi ada.
Namun sudah ada agak lama.
Tempat beristirahat.
Kalau pas kecapekan,
bisa di sini menunggu sementara 5 atau 10 menit.
Setelah itu kita, mungkin mereka ya,
mandat lagi untuk bekerja.
Kebetulan saya di kampung sekarang,
saya lihat-lihat di belakang ini,
ternyata pohon turian, pohon cengkeh,
banyak sekali jenis saudara di sini.
Itulah enaknya kita di kampung.
Walaupun mungkin agak rusuh
atau agak susah banyak bekerja,
tapi pikiran masih tetap bisa agak tenang.
Agak tenang, ya.
Kalau bukan selalu tenang,
itu susah sepertinya.
Di bawah ini ada jalan kayaknya.
Oh, ini jalan untuk masuk ke rumah.
Lumayan, jalan paving.
Bisa di situ masuk, jalan ke sana.
Ini ada pohon bongkot di kampung ini,
yang mudah-mudahan bisa dibuat untuk sambal.
Sambal bongkot,
dicari yang agak mudah.
Mungkin, oh ini nih,
agak kecil sedikit ya.
Ini cuma ini,
terlalu kecil,
jadi enggak begitu banyak kita dapat.
Ya, sudah.
Sekian saja dulu ya, sahabatku.
Sampai jumpa.
