
For English, you can read the description Vredeburg Museum Celebrates 79th Anniversary of Indonesian
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. - Harian Jogja/Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Museum Benteng Vredeburg merupakan saksi bisu dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, terutama yang berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan. Museum ini jadi salah satu yang sering dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke Jogja.
Dilansir dari situs Vredeburg.id, bangunan museum ini merupakan bekas benteng Belanda yang dibangun pada abad ke- 18 dan masih berdiri kokoh hingga saat ini. Selain punya daya tarik bangunan, museum ini juga menampilkan koleksi artefak, foto, dan dokumentasi yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaannya, yang dapat menambah wawasan pengunjung.
Benteng Vredeburg pertama kali dibangun pada tahun 1760 atas perintah dari Sri Sultan HB I dan permintaan pihak pemerintah Belanda yang saat itu dipimpin oleh Nicholaas Harting yang menjabat sebagai Gubernur Direktur Pantai Utara Jawa. Adapun dalih awal tujuan pembangunan benteng ini adalah untuk menjaga keamanan Keraton Jogja. Akan tetapi, maksud sebenarnya dari keberadaan benteng ini adalah untuk memudahkan pengawasan pihak Belanda terhadap segala kegiatan yang dilakukan pihak Keraton Jogja.
Vredeburg Fort Museum Yogyakarta. - Harian Jogja/Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Vredeburg Fort Museum is a silent witness to various important events in Indonesian history, especially those related to the struggle for independence. This museum is one of the most frequently visited by tourists when visiting Jogja.
Reported from the Vredeburg.id site, the museum building is a former Dutch fort built in the 18th century and still stands strong today. In addition to having an attractive building, this museum also displays a collection of artifacts, photos, and documentation that depict the struggle of the Indonesian people in winning their independence, which can increase visitors' insight.
Vredeburg Fort was first built in 1760 on the orders of Sri Sultan HB I and the request of the Dutch government which at that time was led by Nicholaas Harting who served as Governor of the North Coast of Java. The initial pretext for the purpose of building this fort was to maintain the security of the Jogja Palace. However, the real purpose of the existence of this fort was to facilitate the Dutch supervision of all activities carried out by the Jogja Palace.
#KindnessIsCool
#Ganjing World
#Influencer
#GJW
#Education
#Ganjing World Stories
#GanJing.com
#budaya
#senibudaya
#Indonesiaku
#17Agustusan2024
#FascinatingCity
#AdventuresEssentials
#TravelLikeAPro
