
Perang Rusia-Ukraina Berlanjut, AS Umumkan Rencana Bantuan Tambahan $20 Miliar untuk Ukraina
Pada hari Rabu, Rusia melancarkan serangan luas baru, menyebabkan banyak warga sipil Ukraina terluka dan tewas, sementara Menteri Luar Negeri AS, Blinken, yang sedang berkunjung ke Kiev, mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memberikan bantuan militer tambahan sebesar $20 miliar untuk membantu Ukraina melawan invasi Rusia.
---------------------------------------
Bureau Militer Ukraina mengatakan pada hari Rabu bahwa sebuah daerah perumahan di pusat kota Kherson diserang oleh bom Rusia, menyebabkan 18 orang terluka, termasuk 3 orang dengan luka serius.
Salah seorang warga setempat mengatakan, "Bahu saya tergores, hidung saya tergores, dan saya juga terluka di jari-jari saya."
Laporan resmi Ukraina mengungkapkan bahwa dalam serangan udara ini, delapan bangunan tinggi, lima rumah pribadi, sebuah fasilitas medis, dan dua sekolah mengalami kerusakan.
Pada hari Rabu, pasukan Ukraina mundur dari beberapa wilayah di timur laut dan terus bertempur di wilayah lainnya melawan pasukan Rusia. Karena garis depan semakin tertekan, Presiden Ukraina, Zelensky memutuskan untuk menunda semua kunjungan ke luar negeri.
Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, yang sedang berkunjung ke Kiev, mengadakan konferensi pers, bersama Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken berkata, "Hari ini, saya ingin mengumumkan bahwa kami akan memberikan tambahan $20 miliar dalam dana militer asing kepada Ukraina."
Blinken menyatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk menyediakan senjata, berinvestasi dalam industri pertahanan Ukraina, dan membantu Ukraina membeli senjata dari negara lain.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan, "Kami menghargai komitmen sungguh-sungguh Amerika, yaitu mengganti keterlambatan pengiriman dengan pengumuman baru ini. Itulah mengapa saya sangat menekankan masalah waktu."
Sementara Blinken berkunjung ke Ukraina, pasukan Rusia melancarkan serangan baru di daerah Kharkiv Ukraina, memaksa ribuan orang untuk mengungsi dari rumah mereka.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, "Pasukan kita terus maju setiap hari, mereka berada di posisi pertempuran di semua arah."
Pada hari Rabu, Putin menyatakan dalam pertemuan tingkat tinggi bahwa misi di semua front di Ukraina harus diselesaikan.
Presiden Rusia, Putin akan mengunjungi Tiongkok pada hari Kamis dan bertemu dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok, ini adalah kunjungan pertamanya setelah terpilih kembali sebagai presiden.
Pada Februari 2022, setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina, Putin mengunjungi Beijing, di mana Tiongkok dan Rusia mengumumkan pembentukan apa yang disebut sebagai "kemitraan tanpa batas".
Negara-negara Barat mengkritik rezim komunis Tiongkok karena terus membiayai perang agresi Rusia dan menyebut Tiongkok, Korea Utara, Iran, dan Rusia sebagai sumbu kejahatan baru.
