
China Komunis Menggempur dari Dua Arah, Kapal Patroli Filipina Kembali Diserang dengan Meriam Air
Pada hari Selasa, Filipina mengutuk kapal penjaga pantai Partai Komunis China (PKC), yang selama dua hari berturut-turut, menggunakan meriam air untuk menyerang dan mencegat kapal patroli Filipina dengan cara yang berbahaya, menyebabkan kerusakan pada kapal.
Pada 29 April, dua kapal Filipina sedang menjalankan misi patroli di dekat Scarborough Shoal, mendistribusikan bahan bakar dan makanan kepada nelayan di sekitar pulau tersebut, ketika mereka dihadang oleh empat kapal penjaga pantai komunis China dan enam kapal milisi laut China. Salah satu kapal patroli nelayan Filipina diserang dari dua arah oleh kapal penjaga pantai komunis China, yang menggunakan meriam air yang kuat untuk menyerang bagian kabin, menyebabkan kerusakan pada pagar dan atap kapal.
Pada hari Selasa, Filipina menuduh tindakan jahat China Komunis yang menyebabkan kerusakan pada kapal dan mengutuk komunis china karena kembali secara sepihak memasang penghalang terapung di pintu masuk Scarborough Shoal untuk mengontrol area tersebut.
Pada hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengklaim bahwa China memiliki kedaulatan atas Scarborough Shoal, dan justru menuduh Filipina melakukan tindakan provokasi. China Komunis terus-menerus mengklaim kedaulatan hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Namun, pada 2016, Pengadilan Internasional telah memutuskan dalam sengketa Laut China Selatan dan China Komunis kalah.
Dengan meningkatnya ketegangan antara China Komunis dan Filipina dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan di Laut China Selatan semakin memburuk. Filipina telah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat dan Jepang untuk meningkatkan kerja sama dalam menghadapi ancaman China Komunis.
