INDEF: Beri Kesempatan Investor Lokal di Industri Hilirisasi Nikel

INDEF: Beri Kesempatan Investor Lokal di Industri Hilirisasi Nikel

N
NTD Indonesia
58 Tayangan video·2 Jan 2024  #nikel #hilirisasinikel #indonesia

Belum lama ini mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan jika hilirisasi nikel Indonesia 90% dikuasai oleh investor China. Sementara Indonesia disebut hanya dapat lingkungan yang rusaknya saja. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jusuf Kalla dalam bincang-bincang bersama Rhenald Kasali yang disiarkan di YouTube.

Program hilirisasi nikel yang dibanggakan oleh Presiden Joko Widodo, diakui oleh Jusuf Kalla, memang mampu mendorong kinerja ekonomi Indonesia. Dengan hilirisasi, nilai ekspor yang berasal dari nikel meningkat berkali lipat. Masalahnya menurut JK, efek dari hilirisasi yang ada saat ini terjadi monopoli dan hanya dikuasai oleh segelintir orang yg sebagian besar investor dari China.

Menanggapi penilaian Jusuf Kalla tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dr. Tauhid Ahmad mengamini sekaligus memberi solusi atas masalah itu.

[Dr. Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif INDEF]

“Catatan JK terhadap proses hilirisasi di kita, karena itu kita dorong pemerintah untuk secepatnya melakukan proses industrialisasi dan hilirisasi tentu saja dengan penguatan dari perusahaan domestik termasuk BUMN kita untuk melakukan upaya hilirisasi sendiri, bisa saja kerjasama dengan perusahaan China tersebut, atau secara mandiri melakukan. Kedua, proses eksplorasi dari tambang nikel, perusahaan2 lokal harus dikasih kesempatan yg sama. Tetapi harus didukung dengan pembiayaan pendanaan yg cukup kuat dari bank maupun dukungan dari pemerintah melalui BUMN dsb agar punya kapasitas permodalan. Jadi, tidak bergantung investor dari China."

Selain itu, terkait besarnya dampak lingkungan yang selama ini kita hadapi dari proses hilirisasi nikel di sejumlah daerah seperti yang terjadi di Sulawesi Tenggara, Tauhid Ahmad juga mendesak untuk menjadi perhatian kita bersama. Pengawasan dari pemerintah juga perlu ditingkatkan terhadap dampak lingkungan hilirisasi nikel ini.

[Dr. Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif INDEF]

"Namun yg lebih penting adalah soal lingkungan, kalau memang misalnya dianggap bahwa proses hilirisasi nikel lingkungan berdampsk buruk maka ya harus ada upaya preventif. Harus mencegah atau mengembalikan dari dampak lingkungan dan juga bagi investasi yg masuk persyaratan liingkungan harus lebih ketat agar tidak memberikan efek. Ada beberapa perusahaan global yg masuk.di kita, menggunakan pendekatan ESG Enviromental Social Governance yah itu penting memasukan isu lingkungan, ini harus diterapkan di semua perusahaan termasuk mengantisipasi kerugian dari dampak lingkungan yg dirasakan oleh masyarakat maupun lingkungan itu sendiri.

Blom banyak yg diupayakan untuk perbaikan dari sisi lingkungan.. Jadi jangan sampe dampak lingkungannya besar dulu, baru diatasi. Karena jauh lebih besar biaya untuk mengatasi dampak lingkingan ketimbang manfaat yg diterima."

NTD news melaporkan dari Jakarta.

Support us by Joining NTD Fanclub, dapatkan T-Shirt NTD Fanclub, Coffee Mug dan kesempatan pasang iklan di Youtube NTD yang ditonton ribuan viewers. Info lebih lanjut ☛ https://bit.ly/ntdfanclub
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/
Terhubung dengan kami di Ganjing World ☛
https://www.ganjingworld.com/channel/u7SnRLmAnT8ee
Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578
Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
Terhubung dengan kami di Telegram ☛ https://t.me/ntdindo
Terhubung dengan kami di Twitter ☛ https://twitter.com/indonesia_ntd
Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia
Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan

#nikel #hilirisasinikel #indonesia #china #infrastruktur #sumberdayaalam #sda #cina #tiongkok #hasilalam #indef