Misteri Aura Tubuh Manusia, Orang-Orang Suci di Kerajaan Langit Memancarkan Cahaya yang Indah

Misteri Aura Tubuh Manusia, Orang-Orang Suci di Kerajaan Langit Memancarkan Cahaya yang Indah

M
Mata Ketiga
411 Tayangan video·22 Des 2023  #auratubuh #orangsuci #mataketiga

penelitian tentang aura manusia secara ilmiah, berawal dari suatu penemuan yang sangat kebetulan. Pada 1911, seorang dokter asal London, Inggris, yang bernama Walter John Kilner memakai zat pewarna sianin ganda untuk mengecat botol kaca. Tiba-tiba, ia mendapati pendaran cahaya sekitar 15 mm di sekeliling tubuh manusia, temuan ini tidak menarik perhatian pada waktu itu.
Hingga pada 1939, ilmuwan Uni Soviet bernama S.V. Kirlian menggunakan teknik fotografi medan listrik berfrekuensi tinggi telah berhasil memotret pendaran cahaya di sekeliling tubuh manusia menjadi selembar foto. Barulah banyak ilmuwan di dunia tertarik melakukan penelitian terhadap pancaran cahaya dari tubuh manusia.
Teknik fotografi Kirlian yang pertama kali ditemukan, karena efek fotografinya “kadang efektif kadang tidak”, tidak bisa diterima oleh kalangan ilmiah yang mengutamakan “efek yang konstan”.
Oleh karena itu, fisikawan mekanika kuantum dari Rusia yakni Konstantin Korotkov memutuskan untuk menciptakan teknik fotografi Kirlian digital yang stabil dan tidak terpengaruh oleh lingkungan.
Pada 1995, Korotkov dan tim risetnya menggunakan teknologi yang kala itu paling canggih, dan berhasil menemukan teknik fotografi Kirlian digital yang pertama --- yakni Gas Discharge Visualization (GDV).
Teknik GDV dapat mengamati energi foton yang terpancar dari tubuh manusia, dan perubahan medan energi manusia dalam berbagai kondisi yang berbeda.
Para ilmuwan menemukan, pancaran aura tubuh manusia terutama tepat terletak di bagian atas kepala, terlihat seperti kobaran api pada lilin, pancaran cahaya tersebut terbagi menjadi tiga lapis, ada yang menjulur hingga mencapai setengah meter.
Pancaran aura pada manusia biasa berwarna tunggal, maksimal ada tiga jenis warna, berupa medan aura berdiameter sekitar 30-50 cm, medan aura ini dapat memancarkan energi, persis seperti kobaran api pada lilin yang memancarkan cahaya ke segala arah.
Pancaran aura orang yang aktif atau suka berolahraga lebih kuat daripada orang yang banyak menggunakan pikiran; intensitas cahaya kaum usia produktif muda lebih kuat satu kali lipat dibandingkan dengan kaum manula, sedangkan pancaran cahaya kaum manula setara dengan kaum remaja.


#auratubuh
#orangsuci
#mataketiga