Tirta Yatra  Pertama Ide Pedande Gede Sadu lan Ide Pedande Istri Raka Telage Tista Jungutan

Tirta Yatra Pertama Ide Pedande Gede Sadu lan Ide Pedande Istri Raka Telage Tista Jungutan

N
NATURE NATURE
63 Tayangan video·8 Jul 2023

Telaga Tista yang terletak di Dusun Abiantiing, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, saat ini keberadaan air suci ini dilirik menjadi wisata tirta sebagai penyokong tagline “Karangasem The Spirit of Bali,” dari Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri.

Tempat ini merupakan tempat pesiraman atau bejian Ide Batara Istri Pura Panti, Pura Puseh dan Pura Bangkak, Sekaligus pesucian Ide Batara seluruh Dadia atau pura Keluarga yang ada di sekitar Telaga Tista.
Di areal Telaga Tista juga terdapat Pura yang disebut pura Telaga Tista yag upacaranya di laksanakan setiap setahun dan 10 tahun sekali, upacara yang di laksanakan setiap setahun sekali disebut dengan Usaba Ketipat yang diselanggarakan oleh Desa Adat Sibetan selaku pengempon utama, ketika dilaksanakan upacara usabe ketipat Tujuh Desa adat tersebut pun hadir untuk nunas tirta.

Kemudian ada upacara yang di laksanakan setiap 10 tahun sekali yang disebut Ngusaba Ketipat Agung dengan memakai sarana Kerbau, Saat itu juga ke tujuh Desa adat yang menggunakan air dari Telaga Tista juga untuk nunas tirta dan melakukan persembahyangan.

Selain itu ketujuh Desa Adat tersebut juga kena “pengangge” atau urunan setiap 20 tahun sekali ketika dilaksanakan Ngusaba Bangkak di Pura Bangkak.

Setiap desa Adat “pesonnya” berbeda-beda Diantaranya Desa adat Tengenan kena peson atau aturan Kain Gringsing, beras 2 catu dan Uang Kepang 200 kepang, Desa Timbrah keluar Kain Kraksok untuk beras dan uang kepengnya sama, Desa adat Bugbug kena kain putih-kuning, Bungaya kain ”Selem” (hitam) begitu juga dengan Desa Adat Macang dan Desa adat Perasi.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Telaga Tista, ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar seperti dilarang mengkonsumsi daging sapi sebelum datang ke Telage Tista, tetapi bagi pengunjung yang sudah terlanjur mengkonsumsi sudah disediakan pelukatan oleh Jero mangku sebagai pembersihan sebelum memasuki areal Telaga Tista.

“Selaian itu jika ada upakara atau “naur sesangi” (bayar kaul) dengan sarana Babi tidak di perbolehkan di haturkan naik ke Pura Telaga Tista hanya boleh di haturkan di bawah, hanya haturan yang memakai sarana suci saja yang diperkenankan di Pura tersebut seperti ayam,Bebek dan Angsa,” kata Jero mangku Gusti Mangku Nyoman Suwika 80 tahun.