
Perang Tanpa Ledakan: Ketika China Menyerang Lewat Dunia Cyber
Inggris dan FBI sama-sama memperingatkan bahwa ancaman siber dari China bukan sekadar ulah peretas, melainkan operasi negara yang dapat melumpuhkan infrastruktur vital dan mengganggu kehidupan modern.
Perang zaman baru tidak selalu datang dengan tank dan senjata.
Kadang ia datang lewat jaringan internet, data, server, dan sistem digital yang kita gunakan setiap hari.
Inggris memperingatkan bahwa ancaman siber hari ini bukan lagi sekadar ulah peretas kriminal, tetapi sudah melibatkan negara-negara rival seperti China, Rusia, dan Iran. China bahkan disebut sebagai rival siber terbesar, karena operasi sibernya melibatkan badan intelijen, militer, dan pendekatan menyeluruh dari pemerintah.
Dari Amerika Serikat, Direktur FBI Kash Patel juga menyebut China sebagai ancaman siber terbesar. FBI bahkan meluncurkan Operasi Winter Shield, kampanye 60 hari bersama sektor swasta untuk menghadapi aktor-aktor siber jahat.
Bagi Indonesia, ini menjadi peringatan penting: teknologi harus dipakai untuk kemajuan, tetapi kedaulatan digital harus tetap dijaga.
Apakah Indonesia sudah cukup siap menghadapi ancaman perang siber dari negara-negara otoriter?
Tulis pendapat Anda di kolom komentar.
Suara Patriot untuk Indonesia berdaulat.
Berita terkait:
https://ntdindonesia.com/fokus/inggris-peringatkan-china-rusia-iran-adalah-ancaman-siber-paling-serius/
https://ntdindonesia.com/fokus/direktur-fbi-china-adalah-ancaman-siber-terbesar-as/
Kunjungi sosial media kami :
Instagram
https://www.instagram.com/suara_patriot/?__pwa=1
Facebook
https://www.facebook.com/suarapatriot?locale=id_ID
X
https://x.com/Suarapatriot09?t=UObWX8zNjDIbqlxyRLyqkw&s=09
#SuaraPatriot #China #PKC #CyberSecurity #PerangSiber #KedaulatanDigital #IndonesiaBerdaulat #AncamanSiber #Teknologi #Geopolitik #FBI #Inggris
