
Indonesia Untung dengan Siapa: AS atau China?
Di tengah persaingan AS–China di Selat Malaka, Indonesia perlu menilai dunia dengan kepala dingin: sistem mana yang memberi ruang koreksi lebih besar, dan mitra mana yang secara dagang justru lebih menguntungkan Indonesia.
Banyak orang Indonesia terbiasa memandang Amerika Serikat dengan kecurigaan, sementara China sering dilihat sebagai mitra dagang biasa. Tetapi kalau kita berhenti sejenak dan melihat data serta sistem politiknya, gambarnya tidak sesederhana itu. Pada Januari–Oktober 2025, Indonesia justru surplus nonmigas sekitar US$17,39 miliar dengan Amerika Serikat, tetapi defisit nonmigas sekitar US$17,74 miliar dengan China. Di saat yang sama, Freedom House 2025 memberi AS status “Free” dengan skor 84/100, sementara China “Not Free” dengan skor 9/100.
Episode ini mengajak kita berpikir lebih rasional: kalau benar yang kita pikirkan adalah masa depan Indonesia, apakah kita akan memilih berdasarkan sentimen lama, atau berdasarkan fakta, kebebasan, dan kepentingan nasional?
Sumber Informasi :
https://www.bps.go.id/en/news/2025/12/01/819/kinerja-positif-neraca-perdagangan-indonesia-masih-berlanjut.html?utm_source=chatgpt.com
https://freedomhouse.org/country/united-states/freedom-world/2025?utm_source=chatgpt.com
Kunjungi sosial media kami :
Instagram
https://www.instagram.com/suara_patriot/?__pwa=1
Facebook
https://www.facebook.com/suarapatriot?locale=id_ID
X
https://x.com/Suarapatriot09?t=UObWX8zNjDIbqlxyRLyqkw&s=09
#SuaraPatriot #Indonesia #AS #China #Demokrasi #Totalitarianisme #NeracaPerdagangan #SelatMalaka #PKC
