CARA RESONANSI BEKERJA - REVISI 8D KELOMPOK 5

CARA RESONANSI BEKERJA - REVISI 8D KELOMPOK 5

S
Samsudin
59 Tayangan video·13 Feb 2026

PROGRAM KEGIATAN STEAM ”MEMAHAMI SCIENCE MELALUI PERSPEKTIF BERBAGAI MATA PELAJARAN”

LATAR BELAKANG
Perkembangan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Pembelajaran berbasis STEAM mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika dalam satu kesatuan yang aplikatif dan kontekstual. Melalui program ini, peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu mencipta, memecahkan masalah, dan menghasilkan karya nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran di sekolah selama ini masih sering dipahami oleh peserta didik sebagai kumpulan mata pelajaran yang berdiri sendiri. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik kurang mampu melihat keterkaitan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya, serta kesulitan mengaitkan materi pembelajaran dengan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal, dalam kehidupan nyata, berbagai permasalahan tidak pernah muncul secara terpisah berdasarkan mata pelajaran tertentu. Penyelesaian suatu masalah membutuhkan kemampuan berpikir terpadu yang melibatkan konsep sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika secara bersamaan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang mampu menegaskan bahwa setiap mata pelajaran saling berkaitan dan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.

Program kegiatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dirancang sebagai upaya untuk mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu kegiatan pembelajaran yang utuh, kontekstual, dan bermakna. Melalui pendekatan STEAM, peserta didik diajak untuk memahami bahwa konsep-konsep yang dipelajari di kelas, seperti pengukuran, perhitungan, pengamatan, perancangan, hingga estetika, merupakan keterampilan yang nyata dan dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi kehidupan.

Dengan pembelajaran berbasis proyek STEAM, peserta didik tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menggunakannya untuk merancang, membuat, menguji, dan mengevaluasi suatu karya atau solusi. Proses ini menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran di sekolah memiliki manfaat langsung, serta melatih peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan solutif.

Melalui pelaksanaan program kegiatan STEAM ini, sekolah diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta didik terhadap keterkaitan antarmata pelajaran, sekaligus menumbuhkan kemampuan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah dalam kehidupan sehari-hari.