Natal di China: Ketika Iman Dianggap Ancaman

Natal di China: Ketika Iman Dianggap Ancaman

S
Suara Patriot
36 Tayangan video·12 Jan 2026

Natal, bagi banyak orang di dunia, bukan sekadar perayaan keagamaan.
Ia adalah momen keluarga, pengharapan, dan pengingat bahwa di tengah dunia yang keras, manusia masih diajak untuk berhenti sejenak—merenung, berbagi, dan mengasihi.

Namun di China, makna itu diperlakukan secara berbeda.
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul laporan berulang tentang pembatasan hingga pelarangan simbol Natal di berbagai wilayah. Pohon Natal diturunkan. Dekorasi dilarang. Sekolah dan kantor diimbau untuk tidak mengadakan perayaan. Di ruang publik, Natal diperlakukan bukan sebagai tradisi budaya, melainkan sebagai sesuatu yang perlu diawasi.

Ini bukan peristiwa tunggal.
Ini adalah pola.

Pola di mana ekspresi iman dan budaya yang tidak berasal dari narasi resmi negara dianggap berpotensi mengganggu “stabilitas”. Dalam kerangka berpikir seperti ini, perayaan bukan dinilai dari isinya, melainkan dari siapa yang mengendalikannya.

Di bawah sistem yang dikendalikan oleh Partai Komunis China, negara berusaha menjadi sumber utama makna.

Simak selengkapnya...


Berita terkait :

https://www.youtube.com/watch?v=zMwsMIB0mFU&t=1402s


Kunjungi sosial media kami :

Instagram
https://www.instagram.com/suara_patriot/?__pwa=1

Facebook
https://www.facebook.com/suarapatriot?locale=id_ID

X
https://x.com/Suarapatriot09?t=UObWX8zNjDIbqlxyRLyqkw&s=09

Stempel waktu