
Sulawesi Tengah Hanya Kebagian Kerusakan, Dana Bagi Hasil Nikel Tak Seimbang dengan Nilai Ekspor
Polemik pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) sumber daya alam kembali mencuat. Persoalan ini disoroti tajam oleh anggota Komite IV DPD RI asal Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, dalam rapat bersama Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia pada 2 September 2025.
Kritik serupa pernah dilontarkan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang menyoroti ketimpangan ekstrem antara nilai ekspor nikel dan pendapatan daerah. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI pada 29 April 2025, Anwar menyebut kontribusi industri smelter yang mencapai Rp570 triliun per tahun, namun DBH untuk provinsinya hanya sekitar Rp200 miliar.
Berita terkait :
https://baktinews.bakti.or.id/artikel/ketika-industri-nikel-datang-nelayan-morowali-susah-melaut-pemukiman-pun-penuh-debu
https://adilnews.com/ekonomi-bisnis/sulawesi-tengah-hanya-kebagian-kerusakan-dana-bagi-hasil-nikel-tak-seimbang-dengan-nilai-ekspor/
https://luwuktimes.id/rapat-bersama-kepala-bappenas-kemenkeu-dan-gubernur-bi-andhika-amir-desak-pemerintah-perbaiki-formula-dbh-sda/
Kunjungi sosial media kami :
Instagram
https://www.instagram.com/suara_patriot/?__pwa=1
Facebook
https://www.facebook.com/suarapatriot?locale=id_ID
X
https://x.com/Suarapatriot09?t=UObWX8zNjDIbqlxyRLyqkw&s=09
